Ihram.co.id — Michael Carrick mulai menancapkan pengaruhnya di Manchester United sejak resmi ditunjuk sebagai pelatih interim pekan lalu.
Mantan gelandang Setan Merah itu langsung melakukan sejumlah perubahan penting, baik di dalam maupun di luar lapangan, sebagai bagian dari upayanya memberi warna baru hingga akhir musim.
Salah satu langkah awalnya yang langsung menyita perhatian publik adalah kehadirannya di Leigh Sports Village untuk menyaksikan pertandingan tim Manchester United U-21.
Langkah ini menjadi simbol perubahan yang jelas, mengingat selama 14 bulan kepemimpinan Ruben Amorim, pelatih asal Portugal tersebut tercatat tidak pernah menyaksikan laga tim usia muda.
Carrick datang bersama jajaran staf pelatihnya, termasuk Jonathan Woodgate dan Steve Holland, meski harus menembus kemacetan jam pulang kerja.
Kehadiran ini selaras dengan pernyataan Carrick dalam wawancara perdananya sebagai pelatih interim. Ia menegaskan bahwa MU adalah klub yang berfokus pada pengembangan pemain muda dan harus selaras dengan akademi.
Kepercayaan Kembali untuk Mainoo
Perhatian Carrick terhadap akademi tidak berhenti pada kunjungan simbolis. Salah satu keputusan paling menonjol di pekan pertamanya adalah mengembalikan kepercayaan kepada produk akademi, Kobbie Mainoo.
Seperti dilaporkan Manchester Evening News, Carrick telah memulihkan kepercayaan terhadap gelandang muda tersebut.
Sebelum laga derbi Manchester pekan lalu, Mainoo hanya sekali menjadi starter, yakni saat Setan Merah kalah di Carabao Cup dari klub League Two, Grimsby Town.
Di era Amorim, Mainoo praktis tersisih dan bahkan disebut berada di ambang pintu keluar Old Trafford.
Namun, keputusan Carrick memainkan Mainoo sebagai starter melawan Manchester City terbukti tepat.
Pemain internasional Inggris itu tampil gemilang dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Laga. Seusai pertandingan, Carrick terlihat berbincang dengan Mainoo di lorong stadion, momen yang kemudian diunggah Mainoo di media sosialnya.
Pendekatan Baru di Lapangan Latihan
Selain fokus pada akademi, Carrick mulai menerapkan perubahan dalam rutinitas latihan tim utama.
Ia memperkenalkan sesi latihan yang lebih singkat, tetapi intens, serta memberikan porsi lebih besar pada latihan individual untuk membantu peningkatan performa para pemain.
Menurut laporan Manchester Evening News, para pemain terkesan dengan pendekatan Carrick dan stafnya yang dinilai lebih ‘hands-on’ dibanding Amorim.
Kendati Amorim tetap terlibat, ia kerap memilih mengamati daripada terjun langsung secara intens dalam sesi latihan.
Komunikasi Langsung di Ruang Ganti
Perubahan lain terlihat dalam pendekatan Carrick di ruang ganti. Seusai hasil melawan Man City, Harry Maguire dan Lisandro Martinez sama-sama memberikan respons positif terhadap cara Carrick menangani tim setelah pertandingan.
Carrick dikenal lebih memilih berbicara langsung kepada pemain usai laga.
Hal tersebut berbeda dengan Amorim, yang justru menghindari pembicaraan pascapertandingan. Amorim memilih memberi waktu agar emosi mereda dan membiarkan pemain melakukan evaluasi sendiri jika diperlukan.
Rutinitas Hari Pertandingan
Perubahan terakhir yang diterapkan Carrick mungkin terlihat kecil, tetapi tetap signifikan. Ia memilih agar skuad MU tiba di Old Trafford sedikit lebih dekat dengan waktu kick-off.
Rutinitas baru ini disebut sebagai upaya untuk menyegarkan suasana dan memutus kebiasaan lama di hari pertandingan.
Sebuah sentuhan halus, tetapi mencerminkan tekad Carrick untuk menghadirkan pendekatan berbeda selama masa kepemimpinannya.
Dalam waktu singkat, Carrick telah menunjukkan bahwa dirinya tidak sekadar mengisi posisi sementara.
Serangkaian langkah yang ia ambil menjadi sinyal kuat bahwa ia ingin meninggalkan jejak nyata di MU, meski hanya hingga akhir musim.
Ikuti Ihram.co.id
