— Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW selalu menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah, khususnya sholat lima waktu. Peristiwa besar yang terjadi pada 27 Rajab ini bukan hanya mengandung nilai sejarah, tetapi juga sarat dengan pesan spiritual yang relevan disampaikan melalui mimbar khutbah Jumat.

Berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama RI, Isra Miraj 1447 Hijriah bertepatan dengan Jumat, 16 Januari 2026. Tidak sedikit masjid, sekolah, maupun pesantren yang menjadikan momen ini sebagai tema utama khutbah Jumat. Berikut tujuh contoh khutbah Jumat Isra Miraj berdurasi sekitar 30 menit yang menyentuh dan mudah disampaikan.

Contoh Khutbah Jumat 1

Isra Miraj: Meneguhkan Iman dan Kewajiban Sholat

Khutbah Pertama

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Dialah Zat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang hingga hari ini masih memberikan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan, sehingga kita dapat berkumpul di rumah-Nya untuk menunaikan kewajiban sholat Jumat.

Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah hingga akhir zaman.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pada kesempatan khutbah kali ini, marilah kita merenungkan kembali salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam, yaitu peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Sebuah perjalanan luar biasa yang bukan hanya menunjukkan kebesaran Allah SWT, tetapi juga mengandung pesan mendalam bagi kehidupan umat Islam sepanjang masa.

Isra Miraj adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian dilanjutkan naik ke langit hingga Sidratul Muntaha dalam satu malam. Peristiwa ini terjadi pada masa yang sangat berat dalam kehidupan Rasulullah SAW, setelah wafatnya istri tercinta Khadijah RA dan paman beliau Abu Thalib. Masa ini dikenal sebagai ‘Aamul Huzni, tahun kesedihan.

Namun justru di tengah kesedihan dan ujian itulah Allah SWT mengangkat derajat Rasulullah SAW dan memberikan hadiah terbesar bagi umat Islam, yaitu perintah sholat lima waktu. Ini menunjukkan bahwa sholat adalah penghubung utama antara hamba dengan Tuhannya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa…”
(QS. Al-Isra: 1)

Jamaah yang berbahagia,

Sholat bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan fondasi utama keimanan seorang muslim. Dalam sholat, kita berdialog langsung dengan Allah SWT, mencurahkan doa, harapan, dan penghambaan. Tidak ada ibadah lain yang perintahnya disampaikan langsung oleh Allah tanpa perantara, kecuali sholat.

Sayangnya, di zaman sekarang, masih banyak di antara kita yang menyepelekan sholat. Ada yang menunda-nunda, ada yang melaksanakannya tanpa kekhusyukan, bahkan ada yang meninggalkannya sama sekali. Padahal Rasulullah SAW bersabda bahwa sholat adalah tiang agama, penentu baik buruknya amal seseorang.

Melalui peristiwa Isra Miraj, Allah SWT ingin menegaskan bahwa sebesar apa pun kesibukan dunia, sholat tetap harus menjadi prioritas utama dalam hidup seorang muslim.

Marilah kita jadikan peringatan Isra Miraj ini sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas sholat kita, baik dari segi waktu, bacaan, maupun kekhusyukannya. Semoga dengan sholat yang baik, Allah SWT memperbaiki pula kehidupan kita di dunia dan akhirat.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa adalah bekal terbaik yang akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat.

Melanjutkan khutbah sebelumnya, peristiwa Isra Miraj juga mengajarkan kepada kita tentang pentingnya kesabaran dan keimanan dalam menghadapi ujian hidup. Rasulullah SAW tidak mengeluh atas cobaan yang menimpa beliau, melainkan tetap istiqamah dalam dakwah dan ibadah kepada Allah SWT.

Sebagai umatnya, kita pun akan selalu diuji dengan berbagai permasalahan hidup. Namun, melalui sholat dan kedekatan kepada Allah, hati kita akan menjadi lebih tenang dan kuat dalam menghadapi segala ujian.

Allah SWT berfirman:

“Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu.”
(QS. Al-Baqarah: 45)

Marilah kita perkuat hubungan kita dengan Allah SWT melalui sholat yang khusyuk, doa yang tulus, serta akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang senantiasa menjaga sholat dan istiqamah di jalan-Nya.

Sebelum menutup khutbah ini, marilah kita berdoa kepada Allah SWT.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُحَافِظِينَ عَلَى الصَّلَاةِ، وَثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang senantiasa menjaga sholat dan teguh di atas agama-Mu.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ…

Baca Juga: 6 Contoh Ceramah Isra Miraj Singkat 10 Menit yang Menyentuh untuk Masjid dan Sekolah

Contoh Khutbah Jumat 2

Isra Miraj: Ujian Iman dan Keteguhan Keyakinan

Khutbah Pertama

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang terus Dia limpahkan kepada kita. Nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan, sehingga pada hari yang mulia ini kita dapat menunaikan sholat Jumat dengan penuh kekhusyukan.

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, suri teladan terbaik sepanjang zaman, beserta keluarga, para sahabat, dan umatnya yang setia mengikuti ajaran beliau hingga akhir hayat.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Peristiwa Isra Miraj bukan hanya kisah perjalanan luar biasa Rasulullah SAW, tetapi juga merupakan ujian besar terhadap keimanan dan keyakinan umat Islam. Ketika Rasulullah SAW menceritakan peristiwa Isra Miraj kepada kaum Quraisy, banyak yang meragukan dan mencemooh beliau. Bahkan tidak sedikit yang berpaling karena menganggap peristiwa tersebut mustahil secara akal manusia.

Namun di saat yang sama, peristiwa ini justru mengokohkan iman orang-orang yang benar-benar beriman. Salah satunya adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Ketika mendengar kabar Isra Miraj, beliau tanpa ragu berkata, “Jika Muhammad yang mengatakan hal itu, maka aku membenarkannya.” Dari sinilah Abu Bakar mendapat gelar Ash-Shiddiq, orang yang paling membenarkan.

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Melalui kisah ini, kita diajarkan bahwa iman tidak selalu berjalan seiring dengan logika manusia. Ada hal-hal dalam agama yang harus kita imani dengan penuh keyakinan, meskipun akal kita belum mampu menjangkaunya secara sempurna.

Di zaman sekarang, ujian iman juga datang dalam berbagai bentuk. Godaan dunia, perkembangan teknologi, serta pemikiran-pemikiran yang menjauhkan manusia dari nilai-nilai agama sering kali menggoyahkan keyakinan. Tidak sedikit orang yang mulai meremehkan ajaran agama karena dianggap tidak relevan dengan zaman.

Peristiwa Isra Miraj mengingatkan kita agar tetap teguh memegang iman, meskipun berada di tengah arus zaman yang penuh tantangan. Keimanan yang kokoh akan menjaga kita dari keraguan dan menjadikan kita tetap istiqamah di jalan Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

“Dan orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu.”
(QS. Al-Hujurat: 15)

Marilah kita jadikan peringatan Isra Miraj sebagai momentum untuk memperkuat iman dan keyakinan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Jangan sampai iman kita goyah hanya karena godaan dunia yang sementara.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kembali saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Melanjutkan khutbah sebelumnya, peristiwa Isra Miraj juga mengajarkan pentingnya keistiqamahan dalam menjalani kehidupan beragama. Rasulullah SAW tetap berdakwah meskipun menghadapi penolakan, hinaan, dan ujian yang berat. Keteguhan beliau menjadi teladan bagi kita semua.

Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, sudah sepatutnya kita menjaga iman dengan memperbanyak amal shalih, menjaga sholat, serta memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Iman yang kuat akan tercermin dari perilaku yang baik dan hubungan yang harmonis dengan sesama manusia.

Rasulullah SAW bersabda bahwa iman seseorang akan selalu diuji. Maka dari itu, marilah kita memperkuat iman dengan ilmu, amal, dan doa agar Allah SWT senantiasa menjaga hati kita di atas jalan kebenaran.

Sebelum mengakhiri khutbah ini, marilah kita memanjatkan doa kepada Allah SWT.

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَقَوِّ إِيمَانَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الصَّادِقِينَ فِي الْإِيمَانِ.

Ya Allah, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu, kuatkan iman kami, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang jujur dalam keimanan.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ.

عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ…

Contoh Khutbah Jumat 3

Isra Miraj: Bukti Kasih Sayang Allah kepada Hamba-Nya

Khutbah Pertama

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita semua. Berkat rahmat-Nya pula, pada hari yang penuh berkah ini kita masih diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah sholat Jumat dengan hati yang lapang dan jiwa yang tenang.

Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, sosok teladan terbaik yang diutus Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Peristiwa Isra Miraj sering kali dipahami sebagai perjalanan luar biasa Rasulullah SAW. Namun di balik keagungan peristiwa tersebut, terdapat makna mendalam tentang kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Isra Miraj terjadi pada saat Rasulullah SAW berada dalam kondisi yang sangat berat secara batin, setelah kehilangan orang-orang terdekat yang selama ini menjadi penopang dakwah beliau.

Dalam keadaan penuh duka itulah, Allah SWT menghibur Rasulullah SAW dengan mengundangnya secara langsung untuk menghadap ke hadirat-Nya. Ini menunjukkan bahwa Allah SWT tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang bersabar dan bertawakal, bahkan di saat-saat tersulit dalam hidup.

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Kasih sayang Allah SWT dalam peristiwa Isra Miraj juga terlihat dari hadiah terbesar yang diberikan kepada umat Islam, yakni perintah sholat lima waktu. Sholat bukanlah beban, melainkan bentuk kasih sayang Allah agar hamba-Nya selalu memiliki sarana untuk mendekatkan diri dan memohon pertolongan-Nya.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku.”
(QS. Thaha: 14)

Melalui sholat, Allah SWT memberikan ruang bagi hamba-Nya untuk mencurahkan segala keluh kesah, rasa syukur, serta harapan. Setiap sujud adalah bentuk kedekatan antara seorang hamba dengan Rabb-nya.

Oleh karena itu, marilah kita memandang sholat sebagai anugerah, bukan kewajiban yang memberatkan. Dengan menjaga sholat, berarti kita sedang menjaga hubungan dengan Allah SWT, Zat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Sekali lagi saya berwasiat kepada diri saya dan kepada jamaah sekalian, marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Peristiwa Isra Miraj mengajarkan kepada kita bahwa kasih sayang Allah SWT selalu hadir dalam setiap fase kehidupan manusia. Ketika seorang hamba diuji dengan kesedihan, kesulitan, dan tekanan hidup, Allah SWT sesungguhnya sedang menyiapkan jalan untuk menguatkan dan meninggikan derajatnya.

Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, sudah seharusnya kita meneladani sikap beliau yang selalu bersabar dan berserah diri kepada Allah dalam kondisi apa pun. Jangan sampai kita berprasangka buruk kepada Allah ketika diuji, karena di balik setiap ujian selalu tersimpan hikmah dan rahmat-Nya.

Marilah kita jadikan peringatan Isra Miraj ini sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui sholat yang khusyuk, doa yang tulus, serta akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum menutup khutbah ini, marilah kita berdoa kepada Allah SWT.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الَّذِينَ يَشْمَلُهُمْ رَحْمَتُكَ، وَارْزُقْنَا حُسْنَ الظَّنِّ بِكَ فِي كُلِّ الْأَحْوَالِ.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang senantiasa berada dalam limpahan rahmat-Mu, dan karuniakanlah kepada kami prasangka yang baik kepada-Mu dalam setiap keadaan.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ…

Baca Juga: 30 Quotes Isra Miraj Terbaik, Renungan Mendalam Tingkatkan Keimanan Umat Muslim

Contoh Khutbah Jumat 4

Meneladani Kesabaran Rasulullah SAW dalam Peristiwa Isra Miraj

Khutbah Pertama

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah Dia limpahkan kepada kita. Dengan rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul di masjid yang mulia ini dalam rangka menunaikan ibadah sholat Jumat.

Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, sosok teladan terbaik yang dengan kesabaran dan keteguhan iman mampu menyampaikan risalah Islam kepada seluruh umat manusia.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Peristiwa Isra Miraj terjadi pada masa yang sangat berat dalam kehidupan Rasulullah SAW. Setelah wafatnya istri tercinta Khadijah RA dan paman beliau Abu Thalib, Rasulullah SAW menghadapi penolakan, cemoohan, dan tekanan yang luar biasa dalam berdakwah. Namun di tengah kondisi tersebut, Rasulullah SAW tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT.

Justru pada saat kesabaran Rasulullah SAW diuji sedemikian rupa, Allah SWT memberikan penghiburan yang luar biasa melalui peristiwa Isra Miraj. Hal ini menunjukkan bahwa kesabaran dalam menghadapi ujian akan selalu berujung pada pertolongan dan kemuliaan dari Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 153)

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Kesabaran bukanlah sikap pasrah tanpa usaha, melainkan keteguhan hati dalam menjalani ketetapan Allah SWT sambil terus berikhtiar di jalan yang benar. Rasulullah SAW tetap melanjutkan dakwahnya dengan penuh kelembutan, meskipun berulang kali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari kaumnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun tidak luput dari berbagai ujian. Ujian dalam keluarga, pekerjaan, ekonomi, maupun kesehatan sering kali menguji kesabaran dan keimanan kita. Melalui peristiwa Isra Miraj, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa kesabaran adalah kunci untuk meraih pertolongan Allah SWT.

Marilah kita jadikan peringatan Isra Miraj sebagai momentum untuk meneladani kesabaran Rasulullah SAW, menghadapi setiap ujian hidup dengan penuh keikhlasan, serta tetap istiqamah dalam menjalankan perintah Allah SWT.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa adalah bekal terbaik yang akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kesabaran Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Miraj hendaknya menjadi cermin bagi kita semua. Jangan sampai ketika menghadapi ujian, kita justru berputus asa, mengeluh berlebihan, atau menyalahkan keadaan. Sebaliknya, jadikan ujian sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda bahwa kesabaran itu cahaya. Dengan kesabaran, hati menjadi terang dan langkah hidup menjadi lebih terarah.

Marilah kita perbanyak sholat, doa, dan dzikir agar Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada kita dalam menghadapi setiap ujian hidup. Semoga kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang sabar dan dicintai oleh Allah SWT.

Sebelum mengakhiri khutbah ini, marilah kita berdoa kepada Allah SWT.

اللَّهُمَّ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا، وَثَبِّتْ قُلُوبَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الصَّابِرِينَ.

Ya Allah, limpahkanlah kepada kami kesabaran, teguhkanlah hati kami, dan jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang sabar.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً.

عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ…

Contoh Khutbah Jumat 5

Isra Miraj sebagai Momentum Memperbaiki Diri

Khutbah Pertama

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah Dia limpahkan kepada kita. Nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesempatan untuk kembali berkumpul di rumah-Nya dalam rangka menunaikan sholat Jumat. Semua itu patut kita syukuri dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, sosok teladan yang senantiasa mengajak umatnya untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Peristiwa Isra Miraj merupakan peristiwa luar biasa yang sarat dengan pesan perbaikan diri. Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW menerima perintah sholat lima waktu sebagai sarana utama penyucian jiwa dan pembentukan akhlak seorang muslim. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang senantiasa mendorong umatnya untuk melakukan muhasabah dan perubahan ke arah yang lebih baik.

Melalui peringatan Isra Miraj, kita diajak untuk menilai kembali kualitas ibadah dan perilaku kita sehari-hari. Apakah sholat yang kita kerjakan sudah mampu mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar? Apakah ibadah kita telah melahirkan akhlak yang baik dalam kehidupan bermasyarakat?

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Sering kali kita terjebak dalam rutinitas ibadah tanpa makna. Sholat dikerjakan sekadar menggugurkan kewajiban, tanpa menghadirkan kekhusyukan dan kesadaran hati. Padahal, sholat yang berkualitas adalah sholat yang mampu membentuk karakter, menenangkan jiwa, dan membimbing perilaku kita.

Isra Miraj mengingatkan kita bahwa perubahan diri harus dimulai dari pembenahan hubungan dengan Allah SWT. Ketika hubungan dengan Allah menjadi baik, maka hubungan dengan sesama manusia pun akan ikut membaik.

Oleh karena itu, marilah kita jadikan peringatan Isra Miraj ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Memperbaiki niat, memperbaiki ibadah, serta memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Sekali lagi saya berwasiat kepada diri saya dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Perbaikan diri yang sejati tidak akan terwujud tanpa kesungguhan dan keistiqamahan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa perubahan yang baik harus dilakukan secara terus-menerus, meskipun dimulai dari langkah yang kecil.

Dalam kehidupan sehari-hari, perbaikan diri dapat dimulai dengan menjaga sholat tepat waktu, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, menahan lisan dari perkataan yang menyakiti orang lain, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

Marilah kita manfaatkan momentum Isra Miraj ini untuk berhenti menyalahkan keadaan dan mulai memperbaiki diri kita masing-masing. Dengan izin Allah SWT, perubahan kecil yang dilakukan dengan istiqamah akan mendatangkan kebaikan besar di dunia dan akhirat.

Sebelum menutup khutbah ini, marilah kita memanjatkan doa kepada Allah SWT.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.

Ya Allah, perbaikilah agama kami yang menjadi pegangan hidup kami, perbaikilah dunia kami tempat kami menjalani kehidupan, dan perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً.

عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ…

Baca Juga: Doa Malam Isra’ Mi’raj 27 Rajab 2026, Begini Tata Cara Agar Dikabulkan Hajat

Contoh Khutbah Jumat 6

Isra Miraj: Ujian Iman dan Keyakinan Seorang Muslim

Khutbah Pertama

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah Dia anugerahkan kepada kita. Nikmat terbesar yang patut kita syukuri adalah nikmat iman dan Islam, yang dengan keduanya Allah membimbing langkah hidup kita menuju keselamatan dunia dan akhirat. Rasa syukur itu hendaknya kita wujudkan dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang setia mengikuti ajaran beliau hingga akhir zaman.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Peristiwa Isra Miraj adalah salah satu ujian keimanan terbesar yang pernah dialami umat Islam, khususnya pada masa awal dakwah Rasulullah SAW. Bagaimana tidak, dalam satu malam Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke Sidratul Muntaha. Sebuah peristiwa luar biasa yang melampaui batas logika manusia.

Ketika peristiwa ini disampaikan kepada kaum Quraisy, banyak yang mencemooh, meragukan, bahkan menuduh Rasulullah SAW berdusta. Tidak sedikit pula yang imannya goyah. Namun, bagi orang-orang yang benar-benar beriman, Isra Miraj justru menjadi bukti kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW.

Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu tanpa ragu membenarkan peristiwa tersebut. Beliau berkata, “Jika Muhammad yang mengatakan demikian, maka itu benar.” Dari sinilah Abu Bakar mendapat gelar Ash-Shiddiq, orang yang sangat membenarkan kebenaran.

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Isra Miraj mengajarkan kepada kita bahwa iman sejati tidak selalu dibangun di atas apa yang bisa dilihat dan dipahami oleh akal semata. Ada kalanya iman diuji dengan hal-hal yang berada di luar nalar manusia. Dalam kondisi seperti inilah, keyakinan kepada kekuasaan Allah SWT menjadi penentu kuat atau rapuhnya iman seseorang.

Dalam kehidupan sehari-hari, ujian iman itu hadir dalam berbagai bentuk. Ada ujian ekonomi, ujian kesehatan, ujian keluarga, hingga ujian kejujuran dan integritas. Tidak jarang, ujian-ujian tersebut mengguncang keyakinan kita kepada Allah SWT.

Namun, melalui Isra Miraj, Allah mengajarkan bahwa di balik setiap ujian iman, selalu ada hikmah besar yang disiapkan bagi hamba-Nya yang bersabar dan bertawakal.

Allah SWT berfirman:

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan berkata: ‘Kami telah beriman’, sementara mereka tidak diuji?”
(QS. Al-‘Ankabut: 2)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan. Semakin tinggi iman seseorang, semakin besar pula ujian yang dihadapi.

Jamaah rahimakumullah,

Puncak dari peristiwa Isra Miraj adalah diterimanya perintah sholat lima waktu. Sholat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sarana penguat iman dan penenang hati di tengah berbagai ujian kehidupan. Sholat menjadi bukti nyata hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.

Maka, barang siapa menjaga sholatnya, sejatinya ia sedang menjaga imannya. Dan barang siapa meremehkan sholatnya, ia sedang mempertaruhkan keyakinannya kepada Allah SWT.

Marilah kita jadikan peringatan Isra Miraj ini sebagai momentum untuk memperkuat iman dan keyakinan kita kepada Allah SWT, terutama ketika kita dihadapkan pada ujian-ujian hidup yang berat.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Sekali lagi saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

Ujian iman dan keyakinan tidak akan pernah berhenti selama kita hidup di dunia ini. Oleh karena itu, seorang muslim dituntut untuk terus memperkuat keimanannya dengan ilmu, ibadah, dan akhlak yang mulia. Tanpa bekal tersebut, iman akan mudah goyah ketika ujian datang.

Melalui Isra Miraj, kita diajarkan untuk tidak ragu terhadap janji-janji Allah SWT. Apa pun yang terjadi dalam hidup kita, yakinlah bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Bisa jadi sesuatu yang kita anggap berat, justru menjadi jalan keselamatan bagi kita di kemudian hari.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman. Semua urusannya adalah kebaikan baginya.”
(HR. Muslim)

Maka, marilah kita perkuat iman kita dengan menjaga sholat, memperbanyak dzikir, meningkatkan kesabaran, serta menanamkan keyakinan penuh kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.

Sebelum menutup khutbah ini, marilah kita menengadahkan tangan memohon kepada Allah SWT.

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَقَوِّ إِيمَانَنَا فِي وَجْهِ كُلِّ ابْتِلَاءٍ.

Ya Allah, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu, dan kuatkan iman kami dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ.

عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ…

Contoh Khutbah Jumat 7

Isra Miraj: Momentum Membangun Akhlak dan Kedisiplinan Umat

Khutbah Pertama

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan, sehingga pada hari yang penuh keberkahan ini kita dapat kembali menunaikan kewajiban sholat Jumat. Semoga setiap langkah yang kita ayunkan menuju masjid dicatat sebagai amal kebaikan dan penghapus dosa.

Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, suri teladan terbaik sepanjang zaman, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga hari akhir.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Peristiwa Isra Miraj bukan hanya kisah agung tentang perjalanan Rasulullah SAW, melainkan juga sarat dengan pesan moral yang sangat relevan bagi kehidupan umat Islam hingga hari ini. Salah satu pesan penting yang dapat kita petik dari Isra Miraj adalah pentingnya membangun akhlak mulia dan kedisiplinan dalam beribadah.

Perintah sholat lima waktu yang diterima Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Miraj mengajarkan kepada kita makna kedisiplinan waktu. Sholat memiliki waktu yang telah ditetapkan, tidak boleh dimajukan dan tidak boleh ditunda tanpa alasan syar’i. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan ketertiban dan kedisiplinan dalam kehidupan seorang muslim.

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Sholat yang dikerjakan dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan akan membentuk kepribadian yang berakhlak mulia. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Ayat ini menegaskan bahwa sholat tidak berhenti pada gerakan dan bacaan semata. Sholat yang benar akan tercermin dalam sikap, ucapan, dan perilaku kita sehari-hari. Seorang muslim yang menjaga sholatnya seharusnya juga menjaga lisannya, kejujurannya, serta tanggung jawabnya dalam bermasyarakat.

Namun realitas hari ini, tidak sedikit orang yang rajin sholat tetapi masih mudah berkata kasar, lalai terhadap amanah, dan kurang peduli terhadap sesama. Ini menjadi tanda bahwa sholat yang dikerjakan belum sepenuhnya membentuk akhlak.

Melalui peringatan Isra Miraj, marilah kita melakukan muhasabah. Sudahkah sholat kita mampu mendidik diri menjadi pribadi yang lebih disiplin, jujur, dan berakhlak baik?

Jamaah rahimakumullah,

Rasulullah SAW adalah contoh nyata bagaimana sholat membentuk akhlak dan kedisiplinan. Beliau adalah sosok yang paling disiplin dalam menjaga waktu sholat, paling santun dalam berbicara, dan paling amanah dalam menjalankan tugas. Maka, meneladani Rasulullah SAW berarti meneladani akhlak beliau, bukan hanya meniru ibadah lahiriah semata.

Isra Miraj menjadi pengingat bahwa kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT harus tercermin dalam kedekatan dengan sesama manusia. Semakin baik hubungan kita dengan Allah, semakin baik pula akhlak kita kepada orang lain.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita kembali meneguhkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan dan godaan.

Isra Miraj mengajarkan kepada kita bahwa perubahan besar dalam umat tidak dimulai dari hal yang besar, tetapi dari ibadah yang konsisten dan akhlak yang dijaga. Sholat lima waktu yang kita kerjakan setiap hari adalah latihan kedisiplinan yang terus-menerus, sekaligus sarana membangun karakter muslim yang tangguh dan berintegritas.

Jika sholat dijaga dengan baik, insyaallah akan lahir pribadi-pribadi yang disiplin dalam bekerja, jujur dalam bermuamalah, dan santun dalam bersosialisasi. Inilah fondasi penting bagi terwujudnya masyarakat yang aman, damai, dan penuh keberkahan.

Oleh karena itu, marilah kita jadikan peringatan Isra Miraj sebagai titik tolak untuk memperbaiki kualitas sholat dan akhlak kita. Jangan sampai Isra Miraj hanya menjadi peringatan seremonial tanpa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum kita menutup khutbah ini, marilah kita berdoa kepada Allah SWT agar Dia membimbing langkah kita semua.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُحَافِظِينَ عَلَى الصَّلَاةِ، وَزَيِّنْ أَخْلَاقَنَا بِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang senantiasa menjaga sholat dan hiasi diri kami dengan akhlak yang mulia.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ…

Baca Juga: Tata Cara Sholat Malam 27 Rajab Lengkap Beserta Niat dan Doanya