— Perubahan kepemimpinan terjadi di tubuh Arema FC. Ahmad Alfarizi, yang sebelumnya menjabat sebagai kapten tim, secara resmi menyerahkan ban kapten kepada Hansamu Yama Pranata, rekrutan anyar yang baru bergabung pada putaran kedua BRI Super League musim 2025/2026. Keputusan ini diambil berdasarkan diskusi matang antara Alfarizi, Hansamu, dan pelatih kepala, Marcos Santos.

Alfarizi mengungkapkan bahwa alasan utama di balik keputusannya adalah keyakinan akan kelayakan Hansamu Yama untuk mengemban amanah sebagai kapten. “Intinya, Hansamu Yama layak jadi kapten tim. Apalagi dia pernah jadi kapten Timnas Indonesia. Dan saya sudah diskusi dengan Coach Marcos Santos,” ungkap Alfarizi dikutip dari infonasional.

Penyerahan ban kapten ini terjadi secara simbolis saat pertandingan melawan Persijap Jepara pada pekan ke-19 BRI Super League, 2 Februari 2026. Ketika Alfarizi ditarik keluar di babak kedua, ia langsung menyerahkan ban kapten kepada Hansamu. Sejak momen tersebut, Alfarizi tidak lagi mengenakan ban kapten, meskipun ia tetap bermain sebagai starter.

Alasan di Balik Penunjukan Hansamu Yama

Keputusan Alfarizi menyerahkan ban kapten kepada Hansamu Yama, yang notabene adalah pemain pinjaman dari Persija Jakarta, terbilang cukup mengejutkan. Namun, Alfarizi memiliki pandangan tersendiri mengenai kepemimpinan Hansamu.

Ia melihat Hansamu memiliki pengalaman memimpin sebagai mantan kapten Timnas Indonesia, sebuah rekam jejak yang dinilai Alfarizi sangat relevan untuk posisi kapten di Arema FC. Kesamaan rekam jejak ini juga terlihat saat Alfarizi sebelumnya menyerahkan ban kapten kepada Hamka Hamzah, yang juga pernah menjabat sebagai kapten Timnas Indonesia.

Ini bukan kali pertama Alfarizi menyerahkan jabatan kapten tim di tengah musim. Sebelumnya, ia pernah melakukan hal serupa pada pertengahan musim 2018 kepada Hamka Hamzah. Alfarizi pertama kali ditunjuk sebagai kapten Arema FC pada tahun 2017 di bawah asuhan pelatih Aji Santoso.

Setelah Hamka hengkang pada musim 2019, Alfarizi kembali menjabat sebagai kapten hingga musim ini. Pengalaman Alfarizi sebagai bek kiri berusia 35 tahun ini telah membawanya menjadi salah satu pemain senior dan paling lama membela klub berjuluk Singo Edan tersebut.

Dampak Positif Pergantian Kapten

Sejak Hansamu Yama mengambil alih peran kapten, performa Arema FC menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dalam tiga pertandingan terakhir di bawah kepemimpinan Hansamu, tim berhasil meraih sembilan poin penuh.

Hasil positif ini mendongkrak posisi Arema FC di klasemen sementara BRI Super League dari peringkat ke-12 di akhir putaran pertama, menjadi urutan kedelapan. “Yang lebih penting tim kami selalu meraih hasil positif sekarang,” tegas Alfarizi.

Peningkatan performa ini juga terlihat dari catatan clean sheet beruntun yang berhasil dibukukan oleh lini belakang Arema FC di bawah komando Hansamu Yama. Pemain yang berposisi sebagai bek ini, yang sempat tersisih di Persija Jakarta, menemukan kembali performa terbaiknya di Arema FC. Kehadirannya tidak hanya memberikan kontribusi dalam pertahanan, tetapi juga dalam kepemimpinan di lapangan.

Rekam Jejak Hansamu Yama

Hansamu Yama Pranata, lahir di Mojokerto pada 16 Januari 1995, memiliki rekam jejak yang mentereng di dunia sepak bola Indonesia. Ia pernah menjadi kapten Timnas Indonesia U-22 dan memimpin tim meraih medali perunggu di SEA Games 2017.

Pengalamannya sebagai kapten Timnas, baik di level junior maupun senior, menjadi salah satu pertimbangan utama Alfarizi dalam memberikan ban kapten. Sebelum bergabung dengan Arema FC, Hansamu sempat bermain untuk Persija Jakarta, namun minimnya menit bermain membuatnya memilih hijrah ke Malang.

Sebelumnya, Hansamu Yama juga pernah menjadi bagian dari timnas U-19 yang menjuarai Piala AFF 2013. Ia juga pernah membela klub seperti Barito Putera dan Persebaya Surabaya, di mana ia juga sempat menjabat sebagai kapten.

Pengalaman luas di berbagai klub dan tim nasional ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi Arema FC dalam mengarungi sisa musim BRI Super League.

Posisi Klasemen Arema FC

Dengan tren positif yang diraih dalam beberapa laga terakhir, Arema FC berhasil memperbaiki posisinya di klasemen sementara BRI Super League. Setelah menutup putaran pertama di peringkat ke-12, kini tim berjuluk Singo Edan tersebut bertengger di urutan kedelapan dengan raihan 30 poin dari 21 pertandingan.

Peningkatan ini menjadi bukti bahwa keputusan perubahan kapten dan performa tim yang membaik berjalan beriringan. Arema FC kini berpeluang untuk terus merangsek ke papan atas klasemen dan memperbaiki pencapaian musim ini.

Pertandingan terakhir Arema FC melawan Semen Padang pada 15 Februari 2026 berakhir dengan kemenangan telak 3-0. Kemenangan tersebut menjadi bagian dari tiga kemenangan beruntun yang diraih Arema FC, yang semuanya terjadi setelah Hansamu Yama resmi menjabat sebagai kapten.

Tren ini diharapkan dapat terus berlanjut saat Arema FC menghadapi tantangan berikutnya di liga.