— Celtic telah mencapai kesepakatan lisan untuk merekrut gelandang Alex Oxlade-Chamberlain, menandai langkah signifikan dalam upaya klub untuk memperkuat skuadnya. Kesepakatan ini akan mengikat pemain berusia 32 tahun itu dengan kontrak berdurasi enam bulan, dengan opsi perpanjangan satu musim ke depan.

Kabar ini dikonfirmasi oleh jurnalis transfer terkemuka, Fabrizio Romano, melalui unggahan di media sosialnya pada Jumat, 6 Februari 2026. Romano melaporkan bahwa kesepakatan telah tercapai dan pemain tersebut diharapkan segera menyelesaikan kepindahannya ke Glasgow dalam waktu dekat. Ini menjadi babak baru bagi Oxlade-Chamberlain yang telah berstatus bebas transfer sejak kontraknya dengan klub Turki, Besiktas, diakhiri secara mutual pada Agustus 2025.

Perjalanan Karier Oxlade-Chamberlain Menuju Celtic Park

Alex Oxlade-Chamberlain, yang pernah membela klub-klub besar seperti Arsenal dan Liverpool, telah berlatih bersama Arsenal untuk menjaga kebugaran fisiknya selama beberapa bulan terakhir. Keputusan untuk bergabung dengan Celtic ini muncul setelah negosiasi yang cukup intens. Sebelumnya, sempat muncul keraguan mengenai durasi kontrak yang ditawarkan, di mana Oxlade-Chamberlain dikabarkan menginginkan kontrak yang lebih panjang daripada penawaran awal.

Manajer Celtic, Martin O’Neill, diketahui telah melakukan pembicaraan pribadi dengan pemain tersebut dan menyatakan minatnya yang besar untuk mendatangkan Oxlade-Chamberlain. Meskipun O’Neill mengakui bahwa pemain tersebut memiliki beberapa opsi lain, termasuk yang lebih dekat dengan London, negosiasi akhirnya mengarah pada kesepakatan dengan klub Skotlandia tersebut.

Keputusan ini juga diambil setelah Celtic gagal mendaftarkan pemain untuk sisa pertandingan Liga Europa karena melewati batas waktu pendaftaran pada 5 Februari 2026 pukul 23.00 waktu setempat. Dengan demikian, Oxlade-Chamberlain kemungkinan besar hanya akan berkompetisi di liga domestik.

Detail Kontrak dan Potensi Dampak

Kontrak berdurasi enam bulan yang disepakati secara lisan ini akan membuat Oxlade-Chamberlain bertahan di Celtic hingga akhir musim kompetisi saat ini. Opsi perpanjangan untuk satu musim tambahan memberikan fleksibilitas bagi kedua belah pihak. Meskipun ada potensi kekecewaan karena absen di kompetisi Eropa, fokus utama Celtic saat ini adalah memperkuat lini tengah mereka untuk persaingan di liga domestik.

Kepindahan ini juga menandai kembalinya Oxlade-Chamberlain ke sepak bola profesional setelah periode tanpa klub. Pengalaman luasnya di Liga Primer Inggris dan kompetisi Eropa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi Celtic, baik di dalam maupun di luar lapangan. Kehadirannya dinilai sebagai tambahan yang berharga bagi kedalaman skuad dan mentalitas tim.

Persaingan dan Minat Klub Lain

Proses kepindahan Oxlade-Chamberlain ke Celtic tidak lepas dari persaingan. Beberapa klub lain, termasuk dari Liga Primer Inggris seperti Birmingham dan Leeds, dikabarkan juga menunjukkan minat pada pemain tersebut. Namun, Celtic berhasil mengamankan kesepakatan lisan ini, menunjukkan daya tarik mereka sebagai salah satu klub terbesar di Skotlandia. Laporan dari Goal.com menyebutkan bahwa Celtic berhasil memenangkan persaingan dari klub-klub tersebut untuk mendapatkan tanda tangan pemain bebas transfer ini.

Sebelumnya, Celtic juga dikabarkan sempat dekat untuk merekrut Tiémoué Bakayoko, namun akhirnya memutuskan untuk memprioritaskan Oxlade-Chamberlain. Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan matang oleh manajemen klub.

Konteks Kepindahan dan Latar Belakang

Alex Oxlade-Chamberlain, yang kini berusia 32 tahun, telah melalui karier yang cukup berliku, sering kali dibayangi oleh cedera. Setelah meninggalkan Liverpool, ia bergabung dengan Besiktas namun kontraknya berakhir lebih awal. Pelatih Martin O’Neill melihat Oxlade-Chamberlain sebagai pemain yang dapat memberikan pengalaman dan kualitas di lini tengah Celtic.

“Dia bisa bermain di lini tengah kami dengan mudah,” ujar O’Neill seperti dikutip dari The Herald, menggarisbawahi keyakinannya pada kemampuan sang pemain. Keputusan untuk mencari klub baru ini juga didorong oleh keinginan Oxlade-Chamberlain untuk kembali mendapatkan menit bermain reguler.