— Wasit Michael Oliver tidak melihat secara langsung potensi pelanggaran handball yang dilakukan pemain Nottingham Forest, Ola Aina, dalam pertandingan melawan Arsenal yang berakhir imbang 0-0. Keputusan mengenai apakah insiden tersebut layak untuk ditinjau langsung di lapangan sepenuhnya berada di tangan tim VAR, yang dipimpin oleh Darren England.

Dalam tayangan ulang, Ola Aina terlihat berusaha mengontrol bola yang hendak keluar lapangan untuk menghasilkan tendangan sudut bagi Arsenal. Namun, dalam gerakan yang sama, rekan setimnya, Elliot Anderson, juga berusaha mengamankan bola, menciptakan kontak di punggung Aina saat keduanya berebut si kulit bundar.

Tim VAR, setelah meninjau rekaman berulang kali, mengonfirmasi keputusan wasit di lapangan untuk tidak memberikan penalti. Analisis VAR menyatakan bahwa bola terlebih dahulu menyentuh bahu Aina sebelum mengenai lengannya, yang posisinya dianggap berada dalam keadaan natural mengikuti gerakan tubuh sang pemain.

Keputusan ini didasarkan pada kriteria intervensi VAR. Untuk sebuah intervensi, terutama ketika wasit tidak melihat insiden secara langsung, VAR harus memiliki bukti mutlak bahwa pelanggaran telah terjadi dan terlewatkan oleh tim wasit, tanpa adanya keadaan yang meringankan.

Selain itu, kontak antara Aina dan Anderson turut menjadi faktor yang menambah keraguan mengenai adanya kesalahan jelas dari keputusan wasit. Tim VAR menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menyatakan adanya kesalahan yang jelas sehingga keputusan akhir adalah melanjutkan pemeriksaan tanpa memberikan penalti kepada Arsenal.

Meskipun demikian, penilaian ini berpotensi memecah belah opini. Ada pandangan bahwa meskipun bola memantul dari bahu dan kontak dengan Anderson memengaruhi keseimbangan Aina, gerakan sekunder lengan sang pemain untuk mengontrol bola dinilai cukup disengaja untuk menjaga bola tetap dalam permainan. Namun, VAR merasa insiden ini memiliki terlalu banyak unsur ‘kemungkinan’ dan kurang ‘kepastian’ untuk memenuhi kriteria kesalahan yang jelas.