Apple secara resmi mengumumkan peluncuran generasi terbaru AirTag pada Senin (26/1/2026), dengan fokus utama pada peningkatan privasi dan keamanan pengguna. Salah satu perubahan paling signifikan dalam pembaruan ini adalah desain ulang arsitektur internal yang secara teknis ‘mengunci’ komponen speaker agar tidak dapat dilepas atau dinonaktifkan dengan mudah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Langkah ini merupakan respons langsung Apple terhadap maraknya tren modifikasi AirTag lama di pasar gelap. Sebelumnya, banyak pelaku kejahatan memodifikasi perangkat pelacak tersebut dengan mencopot magnet atau koil suara pada speaker agar perangkat tidak mengeluarkan bunyi (silent AirTag) saat digunakan untuk membuntuti orang tanpa izin.

Dengan desain baru ini, Apple mengklaim bahwa upaya modifikasi fisik untuk membungkam AirTag akan jauh lebih sulit dan berisiko merusak fungsionalitas perangkat secara keseluruhan.

Desain Baru untuk Perangi ‘Silent AirTag’

Masalah “silent AirTag” telah menjadi perhatian serius bagi aktivis privasi selama beberapa tahun terakhir. Pada model orisinal yang dirilis tahun 2021, pelaku penguntitan menemukan celah dengan membongkar casing plastik dan melepas komponen penghasil suara.

Tanpa suara peringatan, korban seringkali tidak menyadari bahwa ada perangkat pelacak yang tersembunyi di kendaraan atau tas mereka, meskipun sistem iOS telah mengirimkan notifikasi digital.

Dalam rilis resminya, Apple menyatakan bahwa AirTag terbaru ini dirancang ulang dari nol. “AirTag baru ini dirancang dari awal untuk menjaga data lokasi tetap pribadi dan aman. Perangkat ini menggabungkan rangkaian perlindungan pertama di industri terhadap pelacakan yang tidak diinginkan,” tulis Apple dalam siaran pers di situs resminya, apple.com, Senin (26/1/2026).

Informasi teknis menunjukkan bahwa Apple kini menggunakan perekat industri yang lebih kuat serta integrasi sirkuit speaker yang lebih dalam pada papan utama (logic board). Jika seseorang mencoba memaksa melepas komponen speaker, ada kemungkinan besar jalur komunikasi pada sirkuit akan terputus, sehingga membuat AirTag tidak berfungsi sama sekali.

Peningkatan Performa: Jangkauan 50 Persen Lebih Jauh

Selain aspek keamanan, AirTag generasi terbaru ini membawa peningkatan spesifikasi yang cukup masif. Perangkat ini kini dibekali dengan chip Ultra Wideband (UWB) generasi kedua, chip yang sama dengan yang tertanam pada lini iPhone 17 dan Apple Watch Series 11. Penggunaan chip ini memungkinkan fitur Precision Finding bekerja dengan jangkauan hingga 50 persen lebih jauh dibandingkan model sebelumnya.

Speaker internalnya pun tidak hanya dibuat lebih sulit dilepas, tetapi juga ditingkatkan volumenya. Apple mengklaim suara peringatan pada AirTag baru ini 50 persen lebih kencang, sehingga pengguna atau calon korban stalking dapat mendengarnya dari jarak dua kali lebih jauh.

“Desain internal yang diperbarui membuat AirTag baru 50 persen lebih keras daripada generasi sebelumnya, memungkinkan pengguna mendengar AirTag mereka dari jarak hingga 2x lebih jauh dari sebelumnya,” sebagaimana dikutip dari laman apple.com.

Apakah Solusi Teknis Ini Cukup?

Meski langkah Apple mendapat apresiasi, sejumlah pakar keamanan siber menilai bahwa perang melawan penyalahgunaan alat pelacak akan selalu menjadi “kucing-kucingan” antara produsen dan pelaku kejahatan. Penggunaan perekat yang lebih kuat dan desain sirkuit baru memang mempersulit orang awam untuk memodifikasi perangkat, namun bagi profesional dengan peralatan mikro-solder, celah mungkin tetap ada.

Namun, Apple menekankan bahwa keamanan AirTag tidak hanya bergantung pada perangkat keras. Integrasi dengan jaringan Find My yang kini lebih cerdas dan fitur Share Item Location di iOS 26 memungkinkan pelacakan yang lebih aman dan terenkripsi secara ujung-ke-ujung (end-to-end).

“AirTag dirancang secara eksklusif untuk melacak benda, dan bukan orang atau hewan peliharaan. Perangkat ini menyertakan rangkaian perlindungan terhadap pelacakan yang tidak diinginkan, termasuk peringatan lintas platform,” tambah Apple dalam pernyataan resminya.

Harga dan Ketersediaan

Terlepas dari berbagai pembaruan internal, Apple memutuskan untuk tetap mempertahankan harga yang sama dengan model pendahulunya. Di pasar Amerika Serikat, satu unit AirTag dibanderol seharga USD 29 (sekitar Rp450.000), sementara paket isi empat dijual seharga USD 99 (sekitar Rp1,5 juta).

Di Indonesia, ketersediaan produk ini diperkirakan akan menyusul dalam beberapa pekan ke depan melalui distributor resmi. Mengingat bentuk fisiknya yang tetap identik dengan model lama, semua aksesori AirTag yang sudah ada tetap dapat digunakan pada versi terbaru ini.

Dengan langkah “mengunci” speaker ini, Apple berharap dapat menekan angka penyalahgunaan perangkat pelacak sekaligus memberikan ketenangan pikiran lebih bagi jutaan penggunanya di seluruh dunia. Apakah ini akan menjadi solusi permanen? Waktu yang akan menjawab seiring dengan respon para modifikator di lapangan.