Apple secara resmi memperluas fitur Hypertension notifications pada Apple Watch ke 170 negara, termasuk Indonesia, Australia, Brasil, Kolombia, Malaysia, Korea Selatan, dan Turki.

Fitur ini awalnya diperkenalkan pada watchOS 26 pada September 2025 dan memungkinkan pengguna memantau tanda-tanda hipertensi secara pasif selama 30 hari tanpa perlu alat pengukur tekanan darah tambahan.

Fitur ini memanfaatkan sensor optik jantung yang ada pada Apple Watch untuk menganalisis respons pembuluh darah terhadap detak jantung saat pengguna beraktivitas. Algoritma kemudian memeriksa pola data selama 30 hari untuk mendeteksi tanda-tanda tekanan darah tinggi yang konsisten.

Jika ditemukan tren yang mencurigakan, perangkat akan mengirimkan notifikasi kepada pengguna disertai laporan PDF yang bisa dibagikan ke tenaga medis. Sistem ini mirip dengan notifikasi AFib dan Sleep Apnea yang sudah ada, sehingga memungkinkan deteksi kondisi kesehatan yang “silent” sebelum berkembang menjadi masalah serius.

Ketersediaan Perangkat

Fitur ini saat ini hanya tersedia pada Apple Watch Series 9 hingga 11 serta Apple Watch Ultra 2 dan 3. Apple berencana untuk memperluas dukungan ke semua model Apple Watch non-SE di masa mendatang. Ekspansi ini sekaligus menjadi langkah Apple untuk mencapai target mendeteksi lebih dari 1 juta orang dengan hipertensi yang sebelumnya tidak terdiagnosis di seluruh dunia.

Ekspansi fitur ini memerlukan persetujuan regulator di setiap negara. Apple menegaskan bahwa algoritma telah melewati validasi keamanan dan akurasi, termasuk persetujuan dari FDA di Amerika Serikat dan lembaga setara di negara lain. Dengan demikian, pengguna dapat memanfaatkan fitur ini dengan kepercayaan penuh terhadap akurasi dan keamanan data kesehatan mereka.

Manfaat bagi Pengguna

Bagi pengguna Apple Watch, fitur ini menandai peningkatan signifikan dalam kemampuan perangkat wearable untuk mendukung kesehatan jantung. Dengan pemantauan hipertensi yang lebih mudah dan akurat, pengguna kini dapat mengambil langkah preventif lebih dini untuk mengurangi risiko komplikasi kesehatan jangka panjang.

Baca Juga: Study Ungkap Apple Watch Terbukti Lebih Cepat Deteksi Gangguan Irama Jantung

Apple mendorong pengguna untuk segera memperbarui perangkat ke watchOS 26.2.1 atau versi terbaru agar dapat mengaktifkan fitur ini. Bagi pengguna yang belum menggunakan AirTag atau fitur kesehatan lainnya, pembaruan ini tetap memberikan peningkatan stabilitas dan perbaikan bug secara menyeluruh.