Ihram.co.id — Arsenal berpotensi mendapatkan keuntungan signifikan dalam perebutan gelar Carabao Cup musim ini. Keputusan terbaru dari English Football League (EFL) memastikan bahwa bek anyar Manchester City, Marc Guehi, dipastikan tidak dapat bermain dalam laga final melawan Arsenal pada 22 Maret mendatang. Keputusan ini diambil setelah EFL menolak permohonan Manchester City untuk mengubah aturan kompetisi yang membuat Guehi tidak memenuhi syarat.
Aturan yang dimaksud mengatur bahwa seorang pemain tidak dapat bermain untuk dua klub yang berbeda dalam satu kompetisi jika ia pindah ke klub kedua setelah leg pertama semifinal. Marc Guehi, yang didatangkan City dari Crystal Palace pada bursa transfer Januari, bergabung dengan klub barunya setelah leg pertama semifinal melawan Newcastle United. Hal ini membuatnya tidak memenuhi syarat untuk bermain di leg kedua semifinal yang telah dilakoni City, dan juga untuk pertandingan final di Wembley.
Penolakan Permohonan Manchester City
Manchester City, melalui manajer Pep Guardiola, telah berupaya mengajukan banding kepada EFL agar aturan tersebut dapat dilonggarkan untuk Guehi. Guardiola menyatakan keheranannya atas aturan tersebut, terutama mengingat investasi besar yang telah dikeluarkan klub untuk mendatangkan pemain tersebut.
“Semoga kami bisa meyakinkan Carabao Cup bahwa Marc bisa bermain di final,” ujar Guardiola setelah City memastikan lolos ke final. “Sulit untuk dipahami bahwa klub yang melakukan investasi besar untuk pemain yang menjadi milik kami, dan saya tidak mengerti mengapa dia tidak bisa bermain di final. Semoga kami mengirimkan surat, dan semoga Carabao Cup bisa mengerti. Dia tidak bisa bermain karena aturan yang tidak saya pahami. Semoga saja mereka bisa mengubahnya,” tambahnya.
Namun, permohonan tersebut menemui jalan buntu. EFL secara tegas menyatakan tidak akan mengubah aturan tersebut di tengah musim, menegaskan bahwa keputusan tersebut final. Keputusan ini memperkuat regulasi yang telah diperbarui sebelum musim ini dimulai, yang memungkinkan pemain untuk bermain bagi dua klub dalam satu musim kompetisi jika transfer terjadi sebelum leg pertama semifinal.
Perubahan aturan ini sebelumnya telah menguntungkan City, memungkinkan Antoine Semenyo, yang didatangkan dari Bournemouth pada 9 Januari, untuk bermain di semifinal meskipun sebelumnya telah tampil untuk Bournemouth di kompetisi yang sama. Semenyo bahkan berhasil mencetak gol dalam kemenangan leg pertama City atas Newcastle.
Perbandingan Kasus Guehi dan Semenyo
Perbedaan nasib antara Marc Guehi dan Antoine Semenyo menyoroti pentingnya ketepatan waktu dalam proses transfer terkait aturan kompetisi. Semenyo menyelesaikan kepindahannya ke Manchester City pada 9 Januari, empat hari sebelum leg pertama semifinal melawan Newcastle. Dengan demikian, ia memenuhi syarat untuk bermain di kedua leg semifinal dan juga di final.
Sebaliknya, Marc Guehi baru resmi berseragam Manchester City pada 19 Januari, hampir seminggu setelah leg pertama semifinal dimainkan. Kepindahan ini, yang dilaporkan bernilai sekitar £20 juta hingga £30 juta, menempatkannya di luar batas waktu yang ditentukan oleh regulasi EFL.
Akibatnya, Guehi tidak dapat dimainkan baik di leg kedua semifinal maupun di pertandingan final nanti. Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi Pep Guardiola, yang sedang menghadapi masalah cedera pada beberapa pemain belakangnya seperti Ruben Dias, John Stones, dan Josko Gvardiol.
Dampak bagi Arsenal
Absennya Marc Guehi di lini pertahanan Manchester City dipandang sebagai keuntungan signifikan bagi Arsenal. Sebagai rival terdekat City dalam perburuan gelar, setiap kelemahan dalam skuad lawan tentu akan dimanfaatkan oleh tim asuhan Mikel Arteta.
Ketiadaan Guehi, yang merupakan rekrutan penting di lini belakang, dapat memberikan celah bagi lini serang Arsenal untuk mengeksploitasi pertahanan City yang mungkin kurang solid tanpa kehadiran pemain asal Inggris tersebut.
Pertandingan final Carabao Cup antara Arsenal dan Manchester City dijadwalkan akan berlangsung pada 22 Maret di Stadion Wembley. Keputusan EFL mengenai status Marc Guehi ini tidak hanya mengakhiri upaya banding City, tetapi juga memberikan angin segar bagi Arsenal dalam ambisi mereka untuk meraih trofi domestik pertama musim ini.
Ikuti Ihram.co.id
