— Persaingan gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026 semakin memanas dengan Arsenal memimpin klasemen sementara. Namun, analisis mendalam terhadap sisa jadwal pertandingan menunjukkan bahwa Arsenal memiliki keunggulan matematis dibandingkan rival terdekatnya, Manchester City, dalam menapaki jalan menuju tangga juara.

Perhitungan yang dilakukan oleh CannonStats, seperti dilansir dari Tribuna, membandingkan tingkat kesulitan 12 pertandingan tersisa bagi setiap tim di Liga Inggris. Metrik ini menganalisis kualitas lawan, serta faktor kandang dan tandang untuk menghasilkan skor peringkat rata-rata.

Berdasarkan analisis tersebut, Arsenal menempati peringkat lima terbawah dalam hal kesulitan jadwal pertandingan dengan peringkat lawan rata-rata 96,7. Angka ini menunjukkan bahwa The Gunners menghadapi rute yang relatif lebih mulus dibandingkan Manchester City.

Analisis Kesulitan Jadwal Pertandingan

Dalam menghadapi sisa 12 laga, Arsenal dijadwalkan akan bertanding melawan Wolverhampton Wanderers, Tottenham Hotspur, Chelsea, Brighton & Hove Albion, Everton, Bournemouth, Manchester City, Newcastle United, Fulham, West Ham United, Burnley, dan Crystal Palace. Di sisi lain, Manchester City memiliki daftar lawan yang sedikit lebih berat, termasuk Newcastle United, Leeds United, Crystal Palace, Nottingham Forest, West Ham United, Chelsea, Arsenal, Burnley, Everton, Brentford, Bournemouth, dan Aston Villa.

Analisis CannonStats menempatkan West Ham United sebagai tim dengan jadwal tersulit, memiliki peringkat lawan rata-rata 103,4. Manchester City berada di peringkat kesembilan dengan rata-rata 100,5, sementara Arsenal berada di posisi yang lebih menguntungkan dengan rata-rata 96,7. Perbedaan ini, meskipun bersifat analitis, memberikan indikasi bahwa Arsenal memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan poin penuh di sisa pertandingan.

Posisi Klasemen dan Duel Krusial

Saat ini, Arsenal memimpin klasemen Liga Inggris dengan 57 poin dari 26 pertandingan. Manchester City membuntuti di posisi kedua dengan 50 poin dari jumlah pertandingan yang sama. Pertarungan langsung antara kedua tim ini dijadwalkan pada 18 April mendatang, yang berpotensi menjadi penentu gelar juara.

Sebelum bentrokan krusial tersebut, kedua tim juga akan saling berhadapan di final Carabao Cup pada 22 Maret, yang akan menambah intensitas persaingan di antara mereka. Namun, fokus utama dalam perburuan gelar Liga Inggris tetap pada performa di sisa pertandingan domestik.

Faktor Pendukung Arsenal

Selain memiliki jadwal yang dinilai lebih ringan, Arsenal juga diuntungkan oleh faktor geografis. Delapan dari 10 pertandingan kandang terakhir mereka akan digelar di London, yang dapat meminimalkan tuntutan perjalanan selama periode krusial akhir musim. Analisis lain dari sumber yang berbeda bahkan menempatkan Arsenal dengan skor kesulitan total 35, rata-rata 2,69 per pertandingan, sementara City memiliki skor 37 dengan rata-rata 2,84.

Meskipun demikian, perjalanan Arsenal tidak sepenuhnya tanpa tantangan. Pertandingan tandang ke markas Manchester City di Etihad Stadium pada 18 April mendatang dinilai sebagai laga tersulit dengan rating empat. Laga tandang ke Tottenham dan Brighton, serta menjamu Chelsea di kandang, juga diberi rating tiga, menunjukkan bahwa setiap poin akan diperjuangkan dengan keras.

Harapan Meriam London

Kalkulasi dan analisis ini memunculkan harapan bagi para penggemar Arsenal, yang telah menantikan gelar Premier League selama 22 tahun. Pertanyaan besar yang menggantung adalah, akankah “The Gunners” mampu memanfaatkan keunggulan jadwal ini untuk mengakhiri dahaga gelar mereka?

Meskipun analisis jadwal memberikan gambaran positif bagi Arsenal, pada akhirnya performa di lapangan, konsistensi, dan kemampuan untuk mengatasi tekanan di momen-momen krusial akan menjadi penentu utama siapa yang akan mengangkat trofi Liga Inggris musim ini.