— Barcelona menunjukkan tren kekalahan yang signifikan setiap kali pemain sayap andalan mereka, Raphinha, tidak masuk dalam daftar starting eleven. Statistik terbaru menunjukkan bahwa tim asuhan Hansi Flick sangat rentan ketika pemain asal Brasil itu absen sebagai starter, dengan catatan kekalahan beruntun yang mengkhawatirkan.

Data yang terhimpun mengindikasikan adanya korelasi kuat antara absennya Raphinha sebagai starter dengan hasil negatif yang diraih Barcelona. Dalam lima pertandingan terakhir di mana Raphinha tidak memulai laga dari menit awal, Barcelona tercatat mengalami kekalahan dalam setiap pertandingannya.

Fakta ini menyoroti betapa vitalnya peran Raphinha dalam skema permainan tim, baik dalam menyerang maupun menjaga keseimbangan tim secara keseluruhan.

Peran Krusial Raphinha dalam Serangan Barcelona

Raphinha dikenal sebagai pemain yang memiliki kecepatan, kreativitas, dan kemampuan mencetak gol serta assist yang konsisten. Kehadirannya di sisi sayap seringkali menjadi motor serangan yang menghadirkan intensitas dan ritme bagi permainan Barcelona. Pergerakan tanpa bola, dribel, serta umpan-umpan terukurnya menjadi elemen penting yang seringkali memecah kebuntuan tim.

Saat Raphinha absen, Barcelona tampak kehilangan sosok yang mampu memberikan dampak langsung dalam fase penyerangan. Tim asuhan Hansi Flick terlihat kesulitan menciptakan peluang bersih dan seringkali kehilangan arah dalam membangun serangan.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan pelatih Diego Simeone yang menyebut Raphinha sebagai pemain vital bagi Barcelona, bahkan layak dipertimbangkan untuk penghargaan Ballon d’Or karena kontribusinya yang luar biasa.

Dampak Cedera dan Absennya Raphinha

Raphinha sendiri beberapa kali harus menepi akibat cedera sepanjang musim 2025/2026. Salah satu cedera hamstring yang dialaminya pada akhir September 2025 membuatnya harus absen selama tiga pekan dan melewatkan beberapa pertandingan krusial, termasuk melawan Real Sociedad, Paris Saint-Germain di Liga Champions, dan Sevilla.

Cedera otot adductor kanan yang dialami pada awal Februari 2026 juga memaksanya harus menepi selama sekitar satu pekan, membuatnya absen dalam perempat final Copa del Rey melawan Albacete dan pertandingan La Liga melawan Mallorca.

Absennya Raphinha di momen-momen penting ini, seperti El Clasico melawan Real Madrid pada Oktober 2025, semakin mempertegas betapa tim sangat bergantung pada kehadirannya.

Statistik Kekalahan Beruntun Tanpa Raphinha

Perbandingan performa Barcelona saat Raphinha menjadi starter dan saat absen sangat mencolok. Data menunjukkan bahwa dalam lima pertandingan terakhir di mana Raphinha tidak memulai laga, Barcelona mengalami kekalahan di setiap pertandingan tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa tanpa kehadiran Raphinha, Barcelona kehilangan elemen penting yang mampu menjaga konsistensi dan meraih hasil positif, terutama dalam laga-laga besar.

Bahkan, pada pertandingan melawan Real Sociedad pada Januari 2026, Barcelona harus menelan kekalahan 2-1 di Anoeta. Ironisnya, kekalahan ini terjadi pada pertandingan di mana Raphinha tidak memulai laga sebagai starter, sama seperti kekalahan sebelumnya melawan Chelsea. Statistik ini semakin menggarisbawahi ketergantungan Barcelona pada kontribusi Raphinha.

Tantangan Bagi Hansi Flick

Absennya Raphinha menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih Hansi Flick. Ia harus mencari solusi taktis untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pemain andalannya tersebut. Posisi Raphinha biasanya diisi oleh pemain seperti Ferran Torres atau Lamine Yamal.

Namun, kehadiran pemain muda seperti Lamine Yamal, meskipun menunjukkan potensi besar, belum sepenuhnya mampu menggantikan peran vital Raphinha dalam menjaga keseimbangan tim saat momen-momen krusial.

Pelatih Hansi Flick sendiri telah mengungkapkan kekecewaannya atas situasi cedera yang berulang kali menimpa Raphinha. Ia menekankan perlunya evaluasi mendalam terhadap pola latihan dan gaya hidup atletis sang pemain agar masalah serupa tidak terus berulang di fase krusial musim ini.

“Kami harus melihat apa yang perlu diubah dan apa yang harus dia ubah. Kami berada pada momen penting dan kami membutuhkan dirinya. Tidak baik bagi kami bila dia tidak tersedia,” ujar Flick.

Dengan jadwal padat yang melibatkan kompetisi domestik dan Eropa, Barcelona harus segera menemukan cara untuk mengatasi ketergantungan pada satu pemain kunci. Ketahanan tim tanpa Raphinha akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Barcelona di sisa musim ini.