Ihram.co.id — Barcelona menelan kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey yang digelar di Riyadh Air Metropolitano, Kamis (12/2/2026) malam waktu setempat. Hasil ini membuat skuad asuhan Hansi Flick harus membalikkan defisit empat gol jika ingin mempertahankan gelar juara yang diraih musim lalu, dengan leg kedua akan berlangsung di Spotify Camp Nou.
Menanggapi kekalahan telak tersebut, pelatih kepala Barcelona, Hansi Flick, menyatakan bahwa timnya jauh dari performa terbaik. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Flick mengakui bahwa penampilan anak asuhnya di babak pertama sangat mengecewakan.
Performa Babak Pertama yang Mengecewakan
“Kami tidak bermain bagus di babak pertama, kami tidak bermain sebagai tim. Jarak antara kami sangat besar. Kami tidak melakukan pressing. Dan di 45 menit pertama kami belajar pelajaran berharga,” ujar Flick, dilansir dari ligaolahraga.com.
Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan mengingat Atletico Madrid berhasil mencetak empat gol di babak pertama melalui gol bunuh diri Eric Garcia (menit ke-6), Antoine Griezmann (menit ke-14), Ademola Lookman (menit ke-33), dan Julian Alvarez (menit ke-45+2).
Kinerja pertahanan Barcelona terlihat rapuh. Gol pertama Atletico berawal dari kesalahan fatal kiper Joan Garcia yang gagal mengontrol operan balik dari Eric Garcia, membuat bola bergulir melewati garis gawang. Kesalahan serupa turut berkontribusi pada gol-gol berikutnya, menunjukkan kurangnya koordinasi dan konsentrasi dalam lini pertahanan Blaugrana.
Flick Tetap Bangga Meski Akui Kesalahan
Meskipun demikian, Hansi Flick enggan menyalahkan para pemainnya secara spesifik. Ia menyatakan kebanggaannya atas perjuangan tim sepanjang musim, terutama dengan banyaknya cedera yang dialami.
“Saya tidak kecewa dengan tim. Saya senang dengan musim tim. Kami mengalami banyak cedera. Kekalahan juga bagian dari permainan. Itu kekalahan yang menyakitkan, tetapi saya bangga dengan tim,” tutur Flick.
Flick menambahkan bahwa timnya harus belajar dari kesalahan ini dan meniru semangat juang lawan yang lebih bersemangat mencetak gol. “Kami tidak melakukannya di 45 menit pertama. Tapi tim ini masih muda, dan saya tidak mencari alasan.”
Pada babak kedua, Barcelona menunjukkan sedikit perbaikan dan sempat mencetak gol melalui Pau Cubarsi pada menit ke-52. Namun, gol tersebut dianulir setelah melalui peninjauan VAR yang cukup lama, karena dianggap offside dalam proses build-up gol.
Situasi semakin memburuk bagi Barcelona ketika Eric Garcia diganjar kartu merah pada menit ke-85 setelah melakukan pelanggaran terhadap Alex Baena, yang juga diputuskan melalui tinjauan VAR.
Ikuti Ihram.co.id
