Ihram.co.id — Klub raksasa Spanyol, FC Barcelona, dilaporkan sedang memantau perkembangan Evan Ndicka, bek tengah AS Roma, sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan target utama mereka, Alessandro Bastoni. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi Barcelona untuk memperkuat lini pertahanan mereka di bursa transfer musim panas mendatang, sembari mempertimbangkan keterbatasan anggaran yang dihadapi klub.
Alessandro Bastoni dari Inter Milan telah lama menjadi incaran utama Barcelona untuk memperkuat sektor pertahanan. Namun, tingginya banderol yang dipatok Inter Milan, yang diperkirakan mencapai 80 hingga 100 juta Euro, membuat Barcelona mencari opsi lain yang lebih realistis secara finansial.
Fabrizio Romano, seorang jurnalis transfer terkemuka, mengonfirmasi bahwa Barcelona kini mengalihkan perhatiannya pada Evan Ndicka sebagai potensi rekrutan dengan biaya lebih rendah. Ndicka, yang saat ini bermain untuk AS Roma, dinilai memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan Barcelona, namun dengan harga yang jauh lebih bersahabat.
Profil Evan Ndicka dan Perbandingannya dengan Bastoni
Evan Ndicka, seorang bek tengah berusia 26 tahun asal Pantai Gading, bergabung dengan AS Roma dari Eintracht Frankfurt pada Juli 2023 dengan status bebas transfer. Ia dikenal sebagai bek tengah yang kuat secara fisik, serbaguna, dan memiliki kemampuan taktis yang baik.
Berbeda dengan Bastoni yang lebih dikenal dengan keahlian teknis dan kemampuan mengolah bola, Ndicka unggul dalam hal kekuatan mentah, fleksibilitas posisi, dan kedisiplinan taktis. Kemampuannya bermain sebagai bek sayap kiri, yang ia tunjukkan saat di Frankfurt, serta kemampuannya beradaptasi dalam formasi tiga bek sejajar, menjadikannya aset berharga bagi tim mana pun.
Nilai pasar Ndicka diperkirakan sekitar 30 juta Euro menurut Transfermarkt, dengan kontraknya bersama Roma hingga 2028, membuatnya menjadi opsi yang menarik secara ekonomi. Musim ini, Ndicka telah tampil dalam 31 pertandingan untuk Roma di Serie A, mencetak tiga gol dan mengumpulkan total 2.511 menit bermain.
Di sisi lain, Alessandro Bastoni, bek tengah berusia 26 tahun dari Inter Milan, dianggap sebagai salah satu bek terbaik di dunia saat ini. Ia dikenal karena kemampuan tekelnya yang solid, kekuatan, akurasi umpan, kecepatan, dan fleksibilitasnya.
Bastoni, yang memiliki kontrak dengan Inter hingga 2028, merupakan pemain kunci bagi klubnya dan tim nasional Italia. Barcelona melihat Bastoni sebagai partner ideal untuk Pau Cubarsí di lini pertahanan, berkat pengalaman elitnya, kepemimpinan di ruang ganti, dan kemampuannya memimpin tim dalam pertandingan krusial.
Namun, Inter Milan mematok harga yang sangat tinggi, yaitu sekitar 80 juta Euro, bahkan ada laporan yang menyebutkan bisa mencapai 90-100 juta Euro, yang menjadi kendala signifikan bagi Barcelona.
Strategi Transfer Barcelona dan Opsi Lain
Barcelona tengah menghadapi tantangan finansial yang cukup besar, terutama terkait aturan Financial Fair Play (FFP) yang membatasi pengeluaran mereka. Klub berupaya untuk merombak lini pertahanan mereka di musim panas 2026, dengan prioritas utama adalah mendatangkan bek tengah yang berposisi sebagai bek kiri.
Selain Ndicka, nama-nama lain seperti Micky van de Ven dari Tottenham Hotspur dan Luka Vuskovic dari Hamburger SV juga sempat dikaitkan dengan Barcelona. Namun, ketersediaan dan biaya transfer menjadi faktor penentu utama dalam pengambilan keputusan.
Situasi Alessandro Bastoni sendiri juga mengalami dinamika menarik. Sebuah insiden di mana Bastoni diduga mensimulasikan pelanggaran dalam pertandingan Inter Milan melawan Juventus baru-baru ini menimbulkan ketegangan. Insiden tersebut berujung pada kartu merah yang diterima pemain Juventus, Pierre Kalulu, dan menuai kritik dari berbagai pihak.
Meskipun Bastoni telah meminta maaf dan mendapat dukungan dari federasi pemain, situasi ini dilaporkan membuatnya merasa tidak nyaman di Italia dan berpotensi mempercepat keinginannya untuk mencari awal baru di klub lain. Barcelona, yang mengagumi Bastoni, berada dalam posisi yang menguntungkan jika situasi ini berlanjut.
Namun, realisasi transfer Bastoni masih bergantung pada kemampuan Barcelona untuk mengalokasikan anggaran transfer yang besar. Laporan lain menyebutkan bahwa Barcelona juga sedang dalam proses negosiasi untuk transfer permanen Marcus Rashford dari Manchester United senilai 30 juta Euro dan mencari striker baru. Hal ini semakin memperumit kemungkinan Barcelona untuk merekrut Bastoni sekaligus, kecuali jika mereka dapat mengamankan dana transfer yang signifikan.
Potensi Kedatangan Ndicka di Camp Nou
Evan Ndicka bergabung dengan AS Roma pada musim panas 2023 dan telah menjadi pemain penting bagi tim. Ia dikenal karena kemampuannya dalam duel udara, ketenangan saat menguasai bola, dan kecepatan dalam menutup ruang di belakang bek sayap. Barcelona telah melakukan penyelidikan awal mengenai Ndicka, namun belum ada kontak resmi dengan AS Roma.
Pendekatan awal ini lebih ditujukan kepada agen pemain untuk memahami situasi kontrak dan pasar. Roma sendiri tidak menutup kemungkinan untuk menjual Ndicka di bursa transfer musim panas mendatang jika tawaran yang tepat datang.
Keputusan akhir Barcelona mengenai target bek tengah mereka akan sangat bergantung pada kondisi finansial klub dan evaluasi menyeluruh terhadap profil pemain yang tersedia. Meskipun Bastoni tetap menjadi impian, Evan Ndicka menawarkan solusi yang lebih pragmatis dan terjangkau bagi Barcelona untuk memperkuat lini pertahanan mereka di musim mendatang.
Ikuti Ihram.co.id
