— Barcelona telah menetapkan Alessandro Bastoni sebagai target prioritas utama mereka untuk memperkuat lini pertahanan pada bursa transfer musim panas 2026. Klub raksasa Catalan ini juga menargetkan seorang striker baru sebagai fokus utama lainnya untuk merombak skuad di bawah asuhan pelatih Hansi Flick.

Menurut laporan dari SPORT, Bastoni, bek tengah kiri Inter Milan, telah mendapatkan dukungan kuat dari jajaran petinggi Barcelona, termasuk direktur olahraga Deco. Kemampuannya dalam membangun serangan dari lini belakang, ketenangan dalam penguasaan bola, dan kecerdasan taktis menjadikannya profil ideal yang dicari oleh Flick.

Barcelona melihat Bastoni sebagai pemimpin pertahanan jangka panjang yang dapat menopang lini belakang klub selama satu dekade mendatang.

Perkuat Lini Pertahanan dan Serangan

Kebutuhan Barcelona untuk mendatangkan bek tengah baru menjadi semakin mendesak setelah kegagalan mereka menggantikan Inigo Martinez secara memadai pada musim panas lalu. Kepergian pemain seperti Andreas Christensen yang kontraknya akan berakhir dan potensi kepergian pemain lain semakin memperjelas urgensi ini.

Bastoni, yang kini berusia 26 tahun, dianggap memiliki pengalaman di level klub dan internasional yang dapat memberikan keseimbangan dan stabilitas jangka panjang bagi pertahanan Barcelona. Ia diproyeksikan dapat membentuk kemitraan yang solid dengan bek muda berbakat seperti Pau Cubarsi.

Selain bek tengah, Barcelona juga mengidentifikasi posisi striker sebagai area krusial yang perlu diperkuat. Julian Alvarez dari Atletico Madrid disebut-sebut sebagai kandidat utama untuk menjadi suksesor jangka panjang Robert Lewandowski. Barcelona mengagumi fleksibilitas, etos kerja, dan kemampuan Alvarez dalam berbagai peran menyerang.

Namun, potensi kepindahan Alvarez tidaklah mudah, mengingat harga yang dipatok Atletico Madrid diperkirakan melebihi €80 juta, sementara Barcelona menetapkan batas maksimal €70 juta. Kekhawatiran mengenai performa Alvarez musim ini yang belum mencapai puncak juga menjadi pertimbangan internal klub.

Tantangan Finansial dan Negosiasi

Meskipun Barcelona menempatkan Bastoni sebagai prioritas, mewujudkan transfer ini diprediksi akan penuh tantangan. Bastoni sendiri masih terikat kontrak dengan Inter Milan hingga tahun 2028. Hal ini menempatkan Inter dalam posisi negosiasi yang kuat dan tidak akan terburu-buru melepas pemain kuncinya.

Laporan menyebutkan bahwa Inter Milan tidak berniat menjual Bastoni dan justru sedang menggarap kontrak baru yang besar untuknya, yang berpotensi menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Serie A. Inter Milan menganggap Bastoni sebagai salah satu pemain terpenting dalam skema mereka dan tidak memiliki niat untuk menegosiasikan kepergiannya.

Namun, ada indikasi bahwa Bastoni mungkin terbuka terhadap kepindahan ke Barcelona. Beberapa laporan menyebutkan bahwa pemain berusia 26 tahun itu mengetahui minat Barcelona dan tidak menutup pintu untuk potensi transfer.

Barcelona diperkirakan akan mengajukan tawaran sekitar €60 juta untuk Bastoni, meskipun angka ini masih perlu dinegosiasikan lebih lanjut dengan Inter Milan. Keputusan akhir Barcelona juga akan sangat bergantung pada kondisi finansial mereka dan kemungkinan penjualan pemain untuk mendanai operasi transfer besar.

Alternatif dan Strategi Transfer

Menyadari potensi kesulitan dalam mendatangkan Bastoni, Barcelona juga dilaporkan memiliki beberapa nama alternatif di lini pertahanan. Pau Torres dari Aston Villa dan Nico Schlotterbeck dari Borussia Dortmund sempat dikaitkan sebelumnya. Selain itu, ada juga nama-nama seperti Alejandro Grimaldo dari Bayer Leverkusen yang disebut sebagai target untuk posisi bek kiri.

Di lini serang, jika transfer Julian Alvarez menemui jalan buntu, Barcelona juga mempertimbangkan Omar Marmoush sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Masa depan Robert Lewandowski sendiri masih belum pasti, meskipun Barcelona berencana untuk mempertahankannya dalam peran pendukung jika striker baru berhasil didatangkan.

Keputusan strategis ini menunjukkan bahwa Barcelona tengah berupaya membangun kembali tim mereka dengan fokus pada pemain muda yang memiliki potensi jangka panjang, sambil tetap berhati-hati terhadap batasan finansial yang mereka hadapi.