— Pecinta sepak bola Barcelona kembali dirundung kabar buruk. Gelandang andalan sekaligus pilar penting di lini tengah tim, Frenkie de Jong, dipastikan harus menepi dari lapangan hijau selama empat hingga lima pekan ke depan. Cedera otot paha yang dialaminya saat sesi latihan pada Kamis (26/2/2026) memaksa pemain asal Belanda ini harus menghentikan aktivitasnya sementara waktu.

Klub mengumumkan secara resmi melalui pernyataan di situs web mereka bahwa tes medis yang telah dijalani De Jong mengonfirmasi adanya cedera pada bagian distal biseps paha kanannya. Perkiraan waktu pemulihan yang diberikan oleh tim medis klub adalah antara lima hingga enam minggu. Absennya De Jong tentu menjadi pukulan telak bagi Barcelona, terutama mengingat jadwal padat yang akan dihadapi tim dalam beberapa pekan mendatang, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Jadwal Padat Tanpa Gelandang Kunci

Cedera yang dialami Frenkie de Jong datang di waktu yang sangat krusial bagi Barcelona. Pemain berusia 28 tahun ini diperkirakan akan melewatkan sejumlah pertandingan penting, termasuk leg kedua semifinal Copa del Rey melawan Atletico Madrid. Selain itu, De Jong juga dipastikan tidak dapat memperkuat tim dalam dua leg pertandingan babak 16 besar Liga Champions. Di kancah La Liga, Barcelona harus menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Villarreal, Athletic Bilbao, Sevilla, dan Rayo Vallecano tanpa kehadiran De Jong di lini tengah.

Absennya De Jong akan memberikan beban tambahan bagi pelatih Hansi Flick dalam menyusun strategi. De Jong selama ini dikenal sebagai jangkar lini tengah Barcelona, menghubungkan pertahanan dan serangan, serta menjadi pemain kunci dalam transisi permainan tim. Musim ini, ia telah tampil dalam 31 pertandingan di semua kompetisi, mencetak satu gol dan memberikan tujuh assist. Penampilannya yang konsisten menjadikannya salah satu pemain yang tak tergantikan dalam skema permainan Barcelona.

Dampak Kehilangan De Jong

Kehilangan De Jong di lini tengah tentu akan menjadi tantangan besar bagi Barcelona. Pemain ini tidak hanya vital dalam aspek teknis, tetapi juga dalam kepemimpinan di lapangan. Sejak kedatangannya, De Jong telah menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik di La Liga berkat visi bermainnya yang luas, kemampuan mengalirkan bola, dan ketenangan dalam menguasai jalannya pertandingan. Ia menjadi pemain krusial yang mampu mendikte tempo permainan tim.

Situasi ini semakin rumit mengingat gelandang andalan lainnya, Pedri, baru saja pulih dari cedera dan belum sepenuhnya mencapai kondisi puncak. Pelatih Hansi Flick kini dihadapkan pada tugas berat untuk mencari solusi terbaik di lini tengah. Beberapa nama seperti Marc Bernal dan Marc Casado mungkin akan mendapatkan kesempatan lebih banyak untuk tampil dan membuktikan diri. Namun, mereka masih perlu beradaptasi untuk mengisi peran sepenting De Jong.

Rekam Jejak Cedera De Jong

Cedera yang dialami Frenkie de Jong kali ini bukan kali pertama. Pemain asal Belanda ini memiliki riwayat cedera yang cukup sering, terutama pada bagian otot paha dan pergelangan kaki. Pada awal tahun 2026, ia sempat mengalami cedera engkel yang membuatnya menepi selama beberapa waktu. Meskipun demikian, De Jong selalu menunjukkan etos kerja tinggi dan determinasi untuk segera kembali bermain demi membela klub kesayangannya. Namun, riwayat cedera ini juga menimbulkan kekhawatiran akan kondisi fisiknya dalam jangka panjang.

Barcelona sendiri memiliki rekor positif saat De Jong absen di beberapa pertandingan sebelumnya musim ini. Tim dilaporkan meraih kemenangan dalam delapan pertandingan tanpa kehadiran De Jong, dengan rata-rata kebobolan hanya 0.6 gol per laga. Namun, tingkat kesulitan lawan yang dihadapi pada periode tersebut mungkin berbeda dengan jadwal padat yang menanti saat ini. Kehilangan De Jong di fase krusial musim ini tentu akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedalaman skuad dan kemampuan Barcelona untuk beradaptasi.