— Barcelona dikabarkan tengah mempertimbangkan bek tengah Manchester City, Nathan Ake, sebagai salah satu opsi transfer mereka untuk memperkuat lini pertahanan pada bursa transfer musim panas mendatang.

Laporan dari Catalunya Ràdio’s 3Cat, menyebutkan bahwa Ake sangat disukai oleh Direktur Olahraga Barcelona, Deco. Minat ini bukan kali pertama, mengingat Barcelona juga sempat melirik Ake pada jendela transfer musim dingin lalu.

Keinginan Barcelona untuk mendatangkan pemain baru di lini belakang memang cukup tinggi. Klub asal Catalan ini sedang mencari bek tengah baru, idealnya yang berposisi sebagai bek kiri, untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Inigo Martinez pada musim panas lalu.

Meskipun Alessandro Bastoni dari Inter Milan disebut sebagai target impian, namun banderolnya yang tinggi membuat Barcelona mencari alternatif yang lebih terjangkau.

Nathan Ake dianggap sebagai opsi yang menarik karena fleksibilitasnya yang bisa bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri, serta potensi biaya transfer yang lebih rendah.

Nathan Ake: Opsi Transfer yang Menarik bagi Barcelona

Nathan Ake, yang kini berusia 31 tahun, memiliki kontrak dengan Manchester City hingga 2027. Namun, minimnya waktu bermain di musim ini, dengan hanya 14 penampilan di Premier League di mana empat di antaranya sebagai starter, membuka peluang bagi Manchester City untuk mempertimbangkan penjualannya.

Barcelona melihat Ake sebagai solusi potensial yang dapat memperkuat kedalaman skuad mereka tanpa harus mengeluarkan dana transfer yang besar. Klub Catalan ini dilaporkan percaya bahwa Manchester City bersedia melepas Ake dengan “harga bagus” jika ada tawaran yang sesuai.

Musim ini, Ake telah mencatatkan 14 penampilan di Premier League, namun hanya empat kali tampil sebagai starter. Situasi ini menunjukkan bahwa pemain asal Belanda tersebut bukan lagi pilihan utama di lini pertahanan Manchester City.

Berdasarkan laporan dari Sport, Barcelona sempat ingin meminjam Ake pada jendela transfer Januari sebagai solusi darurat, namun Manchester City hanya bersedia menjualnya dengan harga minimal 25 juta euro, jumlah yang sulit dipenuhi oleh Barcelona karena keterbatasan finansial mereka.

Kondisi Finansial Barcelona dan Strategi Transfer

Kondisi finansial Barcelona masih menjadi perhatian utama dalam setiap pergerakan di bursa transfer. Klub ini tidak memiliki anggaran yang tak terbatas dan harus beroperasi di bawah aturan Financial Fair Play (FFP).

Oleh karena itu, strategi transfer mereka cenderung berfokus pada kesepakatan cerdas, seperti pemain pinjaman dengan opsi pembelian, agen bebas, atau pemain dengan harga terjangkau. Keinginan Barcelona untuk mendatangkan striker baru juga menjadi prioritas, yang berarti anggaran untuk bek tengah harus dikelola dengan cermat.

Dalam laporan keuangan terbaru, Barcelona masih memiliki utang transfer sebesar €159.1 juta kepada berbagai klub, namun di sisi lain, mereka juga memiliki piutang sebesar €64.2 juta dari klub lain. Pendapatan total klub mencapai €994 juta pada tahun fiskal 2024-2025, menunjukkan adanya perbaikan ekonomi meskipun masih dalam pengawasan ketat.

Dengan situasi ini, mendatangkan pemain berpengalaman seperti Ake dengan biaya yang relatif lebih rendah menjadi langkah yang logis bagi Barcelona.

Potensi Kepindahan Ake ke Barcelona

Manchester City sendiri dikabarkan siap melepas beberapa pemainnya di bursa transfer mendatang untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub. Nathan Ake, yang bergabung dari Bournemouth pada tahun 2020 dengan biaya £41 juta, telah memperpanjang kontraknya hingga 2027 pada Juli 2023.

Namun, perannya yang semakin berkurang di bawah asuhan Pep Guardiola membuat spekulasi kepindahannya semakin menguat. Pemain berusia 31 tahun ini memiliki pengalaman luas di Liga Primer Inggris dan kompetisi Eropa, yang bisa menjadi aset berharga bagi Barcelona.

Nilai pasar Nathan Ake, menurut Transfermarkt, telah menurun dari €42 juta pada tahun 2023 menjadi sekitar €18 juta saat ini. Namun, Manchester City kemungkinan akan menuntut harga yang lebih tinggi dari angka tersebut.

Barcelona perlu mempertimbangkan apakah mereka bersedia mengeluarkan dana yang signifikan untuk pemain yang telah berusia 31 tahun, meskipun ia menawarkan fleksibilitas dan pengalaman.

Keputusan akhir akan sangat bergantung pada negosiasi antara kedua klub dan kesiapan Barcelona untuk menggelontorkan dana di tengah keterbatasan finansial mereka.