Ihram.co.id — Barcelona menderita kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid dalam leg pertama semifinal Copa del Rey pada Kamis (12/02/2026) dini hari WIB. Pertandingan yang digelar di Stadion Metropolitano ini diwarnai kontroversi keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang menganulir gol Pau Cubarsi.
Kekalahan ini membuat Barcelona menghadapi tantangan berat untuk membalikkan keadaan di leg kedua demi mempertahankan gelar Copa del Rey mereka. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses peninjauan VAR yang dinilainya memakan waktu terlalu lama dan minim komunikasi.
Kontroversi Gol yang Dianulir
Pada menit ke-52, Barcelona sempat mencetak gol melalui Pau Cubarsi setelah kemelut di dalam kotak penalti Atletico. Namun, kegembiraan tim tamu hanya berlangsung sesaat. Wasit memutuskan untuk melakukan peninjauan melalui VAR, yang memakan waktu hampir delapan menit. Akhirnya, gol tersebut dianulir karena dianggap offside dalam proses pembangunan serangan.
Komite Teknis Wasit Spanyol (CTA) kemudian mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan bahwa sistem offside semi-otomatis mengalami “kesalahan pemodelan pemain” akibat kepadatan pemain yang tinggi di area penalti. Akibatnya, VAR terpaksa beralih ke penggambaran garis manual untuk menentukan keputusan akhir. CTA menegaskan bahwa prosedur standar telah diikuti dan keputusan akhir yang menyatakan Cubarsi offside sudah benar.
Meskipun demikian, keputusan ini memicu kemarahan dari kubu Barcelona. Pelatih Hansi Flick secara terbuka mengkritik proses tersebut. “Mereka harus menunggu 7-8 menit? Itu konyol. Jika ada hal lain, mereka seharusnya memberi tahu kami. Tidak ada komunikasi sama sekali,” ujar Flick dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Konteks Teknologi VAR di Spanyol
Insiden ini kembali mengangkat perdebatan mengenai penggunaan teknologi VAR di sepak bola Spanyol. Sebelumnya, Komite Teknis Wasit Spanyol (CTA) sendiri telah mengakui adanya kesalahan dalam penerapan teknologi offside, termasuk dalam menarik garis manual, yang terjadi dalam beberapa pertandingan La Liga. CTA bahkan telah mendesak La Liga untuk mengimplementasikan teknologi offside semi-otomatis secara penuh untuk meminimalkan potensi kesalahan manusia.
Pelatih Hansi Flick sendiri menyatakan bahwa timnya akan terus berjuang di leg kedua. Ia menekankan pentingnya dukungan dari para penggemar di kandang untuk membalikkan keadaan, meskipun mengakui bahwa timnya masih muda dan perlu belajar dari kekalahan ini.
Ikuti Ihram.co.id
