— Badan sepak bola Eropa, UEFA, telah menjatuhkan sanksi denda sebesar 17.000 Euro kepada FC Barcelona terkait insiden yang melibatkan suporter Eintracht Frankfurt di Stadion Camp Nou.

Keputusan ini diambil setelah UEFA meninjau pelanggaran protokol keamanan yang dilakukan oleh klub tuan rumah dalam mengantisipasi masuknya barang-barang berbahaya seperti suar dan benda lainnya ke dalam stadion saat pertandingan Desember lalu.

Meskipun klub Jerman, Eintracht Frankfurt, sebelumnya telah menerima sanksi yang berat atas tindakan suporter mereka, UEFA kini juga meminta pertanggungjawaban dari Barcelona atas kelalaian dalam aspek keamanan.

Denda dan Penilaian UEFA

Denda sebesar 17.000 Euro ini merupakan konsekuensi dari kegagalan Barcelona dalam menerapkan protokol keamanan yang memadai untuk mencegah masuknya suar, pelemparan benda, dan potensi gangguan lainnya yang disebabkan oleh suporter Eintracht Frankfurt.

Laporan dari Barca Universal menyebutkan bahwa hubungan baik antara Barcelona dengan petinggi UEFA diduga telah membantu klub tersebut terhindar dari sanksi yang lebih besar. Namun, insiden ini tetap berujung pada hukuman finansial.

Sebelumnya, Eintracht Frankfurt sendiri telah dikenakan sanksi oleh UEFA terkait ulah suporter mereka yang menyalakan suar, melempar benda, dan merusak fasilitas stadion. UEFA Control, Ethics and Disciplinary Body menyatakan bahwa perilaku tersebut tidak dapat diterima dan melanggar beberapa pasal dalam Peraturan Disiplin UEFA.

Akibatnya, klub Jerman tersebut didenda 38.000 Euro dan dilarang menjual tiket kepada suporter mereka untuk dua pertandingan tandang berikutnya di kompetisi Eropa. Kerusakan material di Spotify Camp Nou, seperti partisi yang rusak, kursi yang dicabut, dan toilet yang dirusak, juga dilaporkan diperkirakan mencapai 6.000 Euro dan menjadi tanggung jawab Eintracht Frankfurt untuk menggantinya.

Konteks Insiden dan Sanksi Sebelumnya

Insiden di Camp Nou ini bukan kali pertama Barcelona menerima sanksi dari UEFA terkait perilaku suporter. Pada tahun 2017, Barcelona pernah didenda 19.000 Euro karena suporter mereka menyerbu lapangan setelah kemenangan 6-1 atas Paris Saint-Germain.

Selain itu, pada Agustus 2025, Barcelona juga didenda total 7.750 Euro, terdiri dari 5.250 Euro karena pelemparan benda ke lapangan dan 2.500 Euro untuk penggunaan suar oleh suporter saat pertandingan melawan Inter Milan.

Lebih jauh lagi, Barcelona juga pernah menghadapi sanksi terkait pelanggaran Financial Fair Play (FFP). Pada Juli 2025, klub tersebut didenda 15 juta Euro, yang bisa membengkak menjadi 60 juta Euro jika tidak mematuhi peraturan dalam dua tahun ke depan.

Denda ini merupakan bagian dari kesepakatan penyelesaian dengan Badan Pengendalian Keuangan Klub (CFCB) terkait aturan pendapatan sepak bola yang mulai diterapkan musim 2024/25.

Implikasi dan Pesan UEFA

Sanksi yang dijatuhkan kepada Barcelona, meskipun tergolong kecil dibandingkan denda kepada Eintracht Frankfurt, menunjukkan bahwa UEFA serius dalam menegakkan aturan keamanan di stadion.

Pesan yang ingin disampaikan UEFA adalah pentingnya tanggung jawab klub tuan rumah dalam memastikan keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung. Kegagalan dalam menyediakan protokol keamanan yang memadai dapat berujung pada hukuman, baik finansial maupun sanksi lainnya, demi menjaga integritas dan citra kompetisi sepak bola Eropa.