Ihram.co.id — Barcelona mempertahankan keyakinan penuh terhadap penyerang Ferran Torres, pelatih Hansi Flick mengakui bahwa pemain tersebut tengah mengalami krisis kepercayaan diri. Flick menyatakan bahwa Torres membutuhkan bantuan untuk mengatasi penurunan performanya, terutama dalam hal mencetak gol.
“Dia tidak memiliki kepercayaan diri, tetapi kami harus membantunya. Penting baginya untuk mencoba segalanya,” ujar Flick setelah kemenangan tipis Barcelona 1-0 atas Athletic Club pada Sabtu (8/3/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi kekhawatiran pelatih mengenai kondisi mental Torres, yang terakhir kali mencetak gol pada akhir Januari. Situasi ini menempatkan Torres di bawah tekanan besar menjelang akhir musim kompetisi.
Dukungan Penuh Klub untuk Torres
Terlepas dari tekanan yang meningkat, pesan dari klub Barcelona sangat jelas: kepercayaan terhadap Ferran Torres tetap tak tergoyahkan. Laporan dari Diario SPORT menyebutkan bahwa ruang ganti pemain dan staf pelatih tetap memiliki keyakinan penuh pada julukan “The Shark”. Meskipun statistik terbarunya mengundang refleksi, Barcelona tidak ragu untuk terus memberikan kesempatan kepada pemain berusia 26 tahun itu.
Flick menyadari bahwa tim membutuhkan versi terbaik dari Torres, pemain yang bersinar musim lalu dan tampil eksplosif di paruh pertama musim ini. Musim ini, Torres telah mencetak total 19 gol, sebuah angka yang mencerminkan performa impresifnya saat ia secara konsisten dimainkan sebagai starter menggantikan Robert Lewandowski di awal musim. Namun, sejak saat itu, situasinya berubah.
Perbandingan Performa dengan Rekan Setim
Perbandingan performa Torres dengan rekan setimnya menunjukkan adanya penurunan. Robert Lewandowski telah mencetak enam gol di tahun 2026 meskipun mendapatkan menit bermain lebih sedikit. Sementara itu, Lamine Yamal terus menjadi tulang punggung lini serang dengan 19 gol dan 15 assist yang spektakuler. Bahkan Raphinha berhasil mencetak empat gol di tahun baru ini meskipun sempat dibekap cedera.
Meskipun demikian, Flick meyakini bahwa satu-satunya solusi adalah terus mendesak dan memberikan dukungan. Pelatih asal Jerman itu yakin bahwa etos kerja dan kecepatan Torres pada akhirnya akan membantunya keluar dari rentetan hasil buruk. Flick juga menekankan bahwa pemain nomor sembilan selalu dinilai dari gol yang dicetaknya, dan mengakui bahwa Torres saat ini kurang beruntung dan kurang percaya diri.
Pendekatan Disiplin Hansi Flick
Di bawah kepemimpinan Hansi Flick, Barcelona telah menunjukkan perubahan budaya yang signifikan dengan penekanan pada disiplin. Pemain seperti Pedri dan Ferran Torres sendiri mengungkapkan bahwa Flick menerapkan denda yang cukup besar bagi pemain yang terlambat datang ke sesi latihan atau pertemuan tim. Denda tersebut dilaporkan mencapai €40.000 jika terlambat 10 menit pada hari pertandingan, menunjukkan betapa seriusnya Flick dalam menegakkan aturan.
Namun, Flick juga dikenal tidak terlalu kaku dalam urusan kebiasaan media sosial dan perayaan di ruang ganti. Ia tidak terlalu ikut campur dalam aktivitas TikTok atau tarian yang dilakukan oleh pemain muda. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Flick mampu menyeimbangkan antara disiplin ketat dan pemahaman terhadap dinamika tim modern.
Masa Depan Ferran Torres di Barcelona
Meskipun ada perdebatan mengenai performanya, Barcelona tampaknya memiliki rencana jangka panjang untuk Ferran Torres. Musim sebelumnya, Flick dikabarkan telah memberi tahu Torres bahwa ia akan lebih banyak bermain sebagai penyerang tengah (nomor 9) dan bukan sebagai pemain sayap. Flick percaya bahwa kualitas Torres lebih cocok ditempatkan di sentral serangan, menjadikannya sebagai pengganti alami Robert Lewandowski di lini depan.
Dengan kembalinya Robert Lewandowski dari cedera, Flick dihadapkan pada keputusan sulit mengenai susunan pemain. Namun, dukungan penuh dari klub dan keyakinan pelatih terhadap potensi Torres menunjukkan bahwa ia masih menjadi bagian penting dari rencana Barcelona di masa depan, dengan harapan ia dapat segera menemukan kembali ketajamannya.
Ikuti Ihram.co.id
