Ihram.co.id — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengumumkan pembukaan penawaran beasiswa dari Pemerintah Taiwan bagi masyarakat Indonesia untuk tahun akademik 2026. Program bertajuk Ministry of Education (MoE) Taiwan Scholarship ini menyediakan bantuan pendidikan untuk jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3).
Kuota dan Durasi Penerimaan Beasiswa
Berdasarkan informasi dari laman resmi Divisi Pendidikan TETO Indonesia, kuota beasiswa tahun ini tersedia untuk 41 mahasiswa. Penerima beasiswa akan mendapatkan dukungan dana dengan durasi yang berbeda sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditempuh.
Masa berlaku beasiswa ditetapkan maksimal empat tahun untuk jenjang S1 dan S3. Sementara itu, bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan pada jenjang S2, durasi penerimaan beasiswa berlaku maksimal selama dua tahun.
Tunjangan Hidup dan Biaya Kuliah
Penerima beasiswa MoE Taiwan 2026 mendapatkan tunjangan biaya hidup bulanan. Untuk jenjang S1, besaran tunjangan yang diberikan adalah NT$ 15.000 atau sekitar Rp 8 juta per bulan.
Bagi mahasiswa program S2 dan S3, nilai tunjangan biaya hidup mencapai NT$ 20.000 atau setara Rp 10,7 juta setiap bulannya. Selain tunjangan hidup, pemerintah Taiwan memberikan bantuan biaya kuliah sebesar NT$ 40.000 atau sekitar Rp 21,4 juta per semester untuk setiap penerima.
Apabila biaya kuliah di universitas tujuan melebihi plafon NT$ 40.000 per semester, maka selisih biaya tersebut menjadi tanggung jawab pribadi penerima beasiswa.
Syarat Pendaftaran Peserta
Sesuai persyaratan yang dipublikasikan, pelamar tidak boleh berstatus sebagai warga negara Taiwan atau overseas chinese student. Calon pendaftar juga tidak sedang terdaftar sebagai mahasiswa di universitas yang ada di Taiwan.
Syarat lainnya meliputi pelamar tidak pernah belajar di Taiwan pada jenjang pendidikan yang sama dan tidak sedang mengikuti program pertukaran pelajar atau double degree di negara tersebut. Pelamar juga dipastikan belum pernah menerima beasiswa dari Pemerintah Taiwan sebelumnya.
Pendaftar yang pernah membatalkan program MoE Taiwan Scholarship atau sedang menerima subsidi lain dari Pemerintah Taiwan tidak diperbolehkan mengikuti seleksi ini.
Dokumen Persyaratan Administratif
Pelamar wajib melengkapi sejumlah berkas pendaftaran, di antaranya formulir pendaftaran beasiswa, fotokopi paspor, kartu keluarga, serta ijazah dan transkrip nilai terakhir. Bagi siswa atau mahasiswa yang belum lulus, dapat melampirkan surat keterangan lulus yang telah berstempel resmi sekolah atau kampus.
Seluruh dokumen wajib menggunakan bahasa Inggris atau Mandarin. Dokumen di luar kedua bahasa tersebut harus diterjemahkan dan dilegalisir. Khusus lulusan luar negeri, ijazah dan transkrip harus dilegalisir di kantor TETO setempat.
Dokumen tambahan lainnya mencakup bukti pendaftaran ke universitas di Taiwan untuk semester Fall 2026 serta dua surat rekomendasi bertanda tangan basah dari kepala sekolah, rektor, dekan, profesor, atau supervisor. Pendaftar juga harus menyertakan sertifikat kemampuan bahasa, yakni TOCFL minimal level B1 untuk program non-Inggris atau TOEFL untuk program berbahasa Inggris.
Prosedur dan Alur Pendaftaran
Proses pendaftaran dilakukan melalui dua jalur, yakni daring dan luring. Pendaftaran online dapat diakses melalui laman resmi di alamat http://taiwanscholarship.moe.gov.tw/Apply.
Setelah melakukan pendaftaran daring, pelamar wajib mengirimkan berkas pendaftaran dalam bentuk fisik ke Kantor Taipei Economic and Trade Office (TETO). Alamat pengiriman ditujukan ke Gedung Artha Graha Lantai 17, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan 12190.
Pada amplop bagian depan, pelamar diminta menyertakan tulisan “Pendaftaran Beasiswa MoE Taiwan”. Batas akhir pendaftaran dan pengiriman berkas fisik ditetapkan hingga 31 Maret 2026.
Ikuti Ihram.co.id
