Ihram.co.id — Performa impresif Michael Carrick bersama Manchester United sejak ditunjuk sebagai pelatih interim pada Januari lalu mulai menarik perhatian banyak pengamat. Namun, mantan kiper Liga Inggris, Ben Foster, menilai masih ada satu ujian besar yang akan menentukan sejauh mana Setan Merah bisa melaju di sisa musim ini.
Sejak memegang kendali tim, Carrick belum tersentuh kekalahan dalam lima laga pertamanya di Premier League, dengan empat kemenangan beruntun sebelum laju sempurna itu nyaris terhenti saat menghadapi West Ham United pada pekan lalu.
Gol penyeimbang spektakuler dari striker muda Benjamin Sesko di menit-menit akhir berhasil menyelamatkan Manchester United dari kekalahan, mengakhiri laga dengan skor imbang 1-1 dan memastikan tren positif Setan Merah tetap terjaga.
Hasil imbang tersebut membuat Manchester United tetap berada dalam perburuan tiket empat besar klasemen Premier League. Saat ini, mereka unggul satu poin atas Chelsea di posisi kelima, terpaut lima angka dari Aston Villa yang menempati posisi keempat, dan delapan poin dari Manchester City di peringkat kedua.
Ujian Krusial Melawan Aston Villa
Meskipun tren positif terus terjaga, Ben Foster mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya akan datang pada pertengahan Maret, tepatnya pada 15 Maret 2026, saat Manchester United dijadwalkan menghadapi Aston Villa.
Berbicara dalam podcast miliknya, Fozcast, Foster menegaskan bahwa tim asuhan Unai Emery tersebut merupakan lawan yang sangat merepotkan dan diprediksi akan menjadi ujian terberat bagi skuad asuhan Carrick.
“Villa itu menakutkan. Mereka bisa jadi masalah dalam situasi apa pun. Itu akan jadi laga yang sangat sulit,” ujar Foster.
Menurut Foster, Aston Villa bukan hanya kuat secara taktik, tetapi juga memiliki motivasi tambahan saat bertemu Manchester United. Ada faktor emosional yang bisa membuat pertandingan tersebut semakin panas.
Musim lalu, Manchester United diketahui berhasil menggagalkan peluang Aston Villa untuk tampil di Liga Champions setelah meraih kemenangan 2-0 di Old Trafford pada laga terakhir musim.
Kekalahan tersebut membuat Villa finis tiga poin di luar zona empat besar pada kampanye 2024-25. Kini, dengan posisi yang lebih stabil di papan atas klasemen, tim asal Birmingham tersebut diyakini akan datang dengan semangat balas dendam.
“Villa pasti punya urusan yang belum selesai. United menghentikan mereka ke Liga Champions musim lalu,” tambah Foster.
Persiapan Menuju Laga Krusial
Sebelum menghadapi Aston Villa pada 15 Maret, Manchester United dijadwalkan akan menghadapi Everton, Crystal Palace, dan bertandang ke St James’ Park melawan Newcastle United. Rangkaian laga tersebut diprediksi akan menjadi fondasi penting sebelum memasuki partai krusial melawan salah satu pesaing langsung di papan atas klasemen.
Jika Michael Carrick mampu menjaga konsistensi performa tim dan memaksimalkan perolehan poin dari pertandingan-pertandingan tersebut, peluang Manchester United untuk kembali berlaga di Liga Champions musim depan akan tetap terbuka lebar.
Namun, sesuai dengan peringatan Ben Foster, ujian sesungguhnya mungkin baru akan dimulai ketika mereka berhadapan dengan Aston Villa, sebuah tim yang kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata di Premier League.
Sejak mengambil alih kursi kepelatihan interim pada 13 Januari 2026, Michael Carrick telah membawa perubahan signifikan bagi Manchester United. Ia dinobatkan sebagai Manajer Terbaik Premier League bulan Januari berkat empat kemenangan beruntun melawan tim-tim kuat seperti Manchester City dan Arsenal, serta kemenangan atas Fulham dan Tottenham Hotspur.
Satu-satunya hasil imbang di bawah kepemimpinannya terjadi saat melawan West Ham United, di mana Benjamin Sesko berhasil menyelamatkan tim dari kekalahan di menit akhir. Berkat performa apiknya, Carrick juga berhasil memenangkan penghargaan Barclays Manager of the Month untuk Januari 2026.
Perubahan taktik yang dilakukan Carrick, termasuk mengembalikan Bruno Fernandes ke peran nomor 10 dan memberikan kebebasan bermain yang lebih besar kepada lini serang, telah membuahkan hasil positif.
Selain itu, kembalinya Kobbie Mainoo ke starting eleven dan penampilannya yang impresif juga menjadi sorotan. Ben Foster bahkan menduga adanya “perselisihan besar” antara pelatih sebelumnya, Ruben Amorim, dengan Mainoo, mengingat pemain muda tersebut jarang mendapatkan kesempatan bermain di bawah kepelatihan Amorim.
Dengan jadwal yang lebih ringan tanpa kompetisi Eropa, fokus Manchester United kini sepenuhnya tertuju pada perebutan posisi empat besar di Premier League.
Ikuti Ihram.co.id
