— Bernardo Silva menegaskan bahwa Manchester City siap berjuang untuk melakukan kebangkitan di leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid. Pernyataan ini disampaikan setelah timnya mengalami kekalahan telak 3-0 pada leg pertama di Santiago Bernabéu, Rabu (12/3/2026). Meskipun hasil tersebut menempatkan City dalam posisi sulit, Silva meyakini bahwa peluang untuk lolos masih terbuka lebar.

Gelandang asal Portugal itu mengakui bahwa hasil tersebut sangat mengecewakan dan menempatkan timnya dalam “situasi yang buruk” serta merasa “sangat sedih dan dalam kegelapan”. Namun, ia menekankan bahwa di sepak bola, banyak hal bisa terjadi. “Besok adalah hari baru, dan kami pasti akan memainkan pertandingan minggu depan dengan keyakinan bahwa kami memiliki peluang,” ujar Silva.

Kalah dalam Kontrol dan Emosi

Silva menganalisis bahwa Manchester City memulai pertandingan dengan baik, namun kehilangan kontrol setelah kebobolan gol pertama. “Perasaan saya di lapangan adalah kami memulai pertandingan dengan baik. Kami tidak bisa mengendalikan atmosfer, dan saya pikir tim saya membiarkan emosi memengaruhi jalannya pertandingan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa timnya merasa nyaman dan menemukan ruang yang tepat, tetapi setelah gol pertama tercipta, mereka kehilangan kendali sepenuhnya, termasuk dalam mengelola transisi dan bola-bola kedua.

“Ketika Anda bermain melawan tim dengan kualitas seperti Real Madrid, Anda harus membayar harganya,” tegas Silva merujuk pada kualitas serangan lawan yang mampu memanfaatkan setiap kesalahan. Ia juga membandingkan pengalaman bermain di stadion yang sulit, seperti Bernabéu, dengan stadion lain seperti Anfield dan St. James’ Park, menyatakan bahwa timnya terbiasa menghadapi atmosfer intimidatif seperti itu dan menganggapnya sebagai pelajaran berharga bagi seluruh tim.

Optimisme untuk Leg Kedua

Meskipun mengakui bahwa hasil 3-0 membuat segalanya menjadi lebih sulit, Silva tetap menyimpan optimisme untuk pertandingan kedua yang akan digelar di Etihad Stadium pada Selasa, 17 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa momen sekarang adalah waktu untuk refleksi dan meninjau kesalahan yang telah dibuat. “Kemudian minggu depan, saat kami bersiap, kami akan optimis bahwa kami akan mencapai hasil yang positif,” katanya.

Pelatih City, Pep Guardiola, juga mengakui bahwa timnya menghadapi tugas berat untuk menjaga kampanye Liga Champions mereka tetap hidup. Namun, ia bersikeras bahwa timnya tidak akan menyerah pada harapan untuk melakukan comeback. Guardiola menyatakan bahwa meskipun peluang saat ini tidak besar, ia adalah orang yang tidak akan mengatakan bahwa mereka tidak akan mencoba. Kekalahan ini merupakan salah satu kekalahan terberat Pep Guardiola di leg pertama babak gugur Liga Champions.

Perjalanan Musim yang Menantang

Musim ini memang menjadi musim yang penuh tantangan bagi Manchester City. Selain tertinggal dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris, mereka kini menghadapi tugas berat di Liga Champions. Kekalahan dari Real Madrid ini menambah daftar hasil mengecewakan yang dialami City, yang sebelumnya juga sempat mengalami periode sulit.

Namun, Silva dan timnya bertekad untuk bangkit dan membuktikan bahwa mereka masih mampu bersaing di level tertinggi. “Sekarang adalah waktu untuk refleksi dan melihat apa yang tidak kami lakukan dengan benar. Kemudian minggu depan ketika kami bersiap, kami akan berharap kami dapat melakukan sesuatu,” pungkasnya. Pertandingan leg kedua di Etihad Stadium akan menjadi ujian krusial bagi Manchester City untuk menunjukkan mentalitas juara mereka.