— Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, akhirnya membeberkan kunci di balik kebangkitan timnya yang berhasil mengakhiri tren negatif dan meraih kemenangan penting. Menurut Tavares, fokus pada detail-detail kecil, khususnya dalam antisipasi bola mati, menjadi faktor krusial yang mengubah nasib tim berjuluk Green Force tersebut.

Persebaya Surabaya berhasil meraih tiga poin krusial setelah menundukkan PSM Makassar dengan skor tipis 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Rabu (25/2/2026) malam. Kemenangan ini tidak hanya mengakhiri rentetan hasil minor, tetapi juga menjadi penanda kebangkitan mentalitas tim di bawah arahan pelatih asal Portugal tersebut. Setelah sempat limbung dalam dua laga sebelumnya, Persebaya menampilkan permainan agresif sejak awal pertandingan, mengurung pertahanan PSM Makassar.

Evaluasi Detail Kecil Berbuah Manis

Bernardo Tavares mengakui bahwa periode sulit yang sempat dialami Persebaya dipicu oleh kelalaian dalam hal detail-detail kecil, terutama dalam mengantisipasi bola-bola mati. Evaluasi mendalam dilakukan setelah kekalahan dari Bhayangkara FC dan laga tandang di Jepara, yang mana lawan mampu mencetak gol dari peluang minim melalui bola mati.

“Dalam sepakbola, kekalahan seringkali datang dari momen yang tidak terduga. Sebelumnya, lawan bisa mencetak gol dari sedikit peluang lewat bola mati. Hari ini, kami bermain lebih fokus dan meminimalisir kesalahan tersebut,” ungkap Tavares, dilansir dari persebaya.id, Kamis (26/2/2026).

Disiplin lini belakang Persebaya tampil jauh lebih solid dalam pertandingan melawan PSM. Sepanjang laga, Persebaya mendominasi statistik dengan melepaskan 20 tembakan, meskipun hanya 6 yang tepat sasaran, menunjukkan masih adanya catatan evaluasi pada penyelesaian akhir.

Namun, satu gol penentu yang dicetak oleh Gali Freitas pada menit ke-27 sudah cukup untuk mengembalikan kepercayaan diri para pemain. Kemenangan ini membawa Persebaya naik ke peringkat kelima klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan 38 poin.

Modal Penting Menatap Laga Kontra Persib

Kemenangan atas PSM Makassar menjadi modal berharga bagi Persebaya menjelang jadwal berat yang menanti. Pada Senin (2/3/2026) mendatang, Persebaya dijadwalkan akan menghadapi laga sarat gengsi melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo.

“Kemenangan membuat atmosfer latihan jauh lebih positif. Melatih tim yang sedang percaya diri tentu berbeda. Kami harus membawa mentalitas yang sama saat menghadapi skuad mewah Persib nanti,” pungkas pelatih asal Portugal tersebut.

Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo yang bergemuruh berkat dukungan Bonek dan Bonita terbukti menjadi suntikan energi tambahan bagi tim. Kepercayaan diri yang kembali pulih ini sangat mahal harganya, mengingat Persib Bandung saat ini memimpin klasemen Super League 2025/2026 dengan koleksi 53 poin dan memiliki rekor pertahanan terkuat di liga.

Tavares sendiri memiliki catatan emosional tersendiri menghadapi PSM Makassar, mengingat ia pernah menangani klub tersebut selama tiga setengah musim. Namun, ia menegaskan bahwa profesionalisme menjadi prioritas utama, dan ia akan memberikan 200 persen kemampuannya untuk Persebaya dalam pertandingan tersebut.

Evaluasi terhadap kelemahan tim, khususnya pada antisipasi bola mati, terus dilakukan Tavares. Ia menekankan pentingnya positioning, konsentrasi, dan komunikasi antarpemain agar kesalahan serupa tidak terulang saat intensitas pertandingan meningkat.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Persebaya dengan 20 tembakan berbanding 5 tembakan milik PSM Makassar. Persebaya juga unggul dalam tembakan tepat sasaran (6 berbanding 1) dan tendangan sudut (5 berbanding 5), sementara PSM Makassar lebih unggul dalam penguasaan bola (59% berbanding 41%) serta akurasi operan (86% berbanding 77%).