— Pasca-guncangan utama (mainshock) Magnitudo 6,4 pada Jumat (6/2/2026) dini hari, aktivitas kegempaan di perairan Pacitan, Jawa Timur, terus terpantau mengalami penurunan intensitas.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mencatat adanya gempa susulan (aftershock) baru pada pukul 01:44:31 WIB, atau sekitar 38 menit setelah gempa utama. Gempa susulan terbaru ini tercatat dengan kekuatan yang jauh lebih kecil, yakni Magnitudo 2,3.

Kronologi Penurunan Magnitudo

Berdasarkan data monitoring BMKG, terlihat tren penurunan energi yang signifikan dari rangkaian gempa yang terjadi dini hari ini:

  1. Pukul 01:06 WIB: Gempa Utama M 6,4 (Kedalaman 10 km).
  2. Pukul 01:11 WIB: Gempa Susulan I M 3,7 (Kedalaman 19 km).
  3. Pukul 01:44 WIB: Gempa Susulan II M 2,3 (Kedalaman 33 km).

Pusat Gempa Semakin Dalam

Selain kekuatan (magnitudo) yang mengecil, data parameter BMKG menunjukkan pergeseran titik pusat gempa. Gempa M 2,3 ini berpusat di koordinat 8.79 Lintang Selatan dan 111.15 Bujur Timur.

Lokasinya berjarak 68 kilometer arah Tenggara Pacitan, yang berarti titik episentrumnya sedikit lebih dekat ke daratan dibandingkan gempa utama (90 km) dan gempa susulan pertama (73 km).

Namun, perlu dicatat bahwa kedalaman pusat gempa (hiposentrum) justru semakin dalam, yakni berada di 33 kilometer di bawah permukaan laut. Hal ini berbeda dengan dua gempa sebelumnya yang tergolong sangat dangkal (10 km dan 19 km).

Kondisi Terkini

Dengan magnitudo M 2,3 dan kedalaman 33 km, getaran gempa susulan terbaru ini diperkirakan tidak dirasakan secara signifikan oleh masyarakat di daratan, atau hanya terdeteksi oleh alat seismograf.

Tren penurunan magnitudo yang konsisten ini menjadi indikator positif bahwa lempeng bumi di zona tersebut sedang dalam proses stabilisasi pelepasan energi. Meski demikian, BMKG tetap menyertakan disclaimer bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan dan data dapat berubah seiring kelengkapan analisis.