— Xiaomi disebut tengah bersiap memasuki pasar perangkat pelacak pintar atau item tracker yang selama ini didominasi Apple AirTag dan Samsung Galaxy SmartTag.

Indikasi tersebut muncul setelah ditemukannya jejak perangkat bernama Xiaomi Tag di dalam kode sistem HyperOS, sistem operasi terbaru besutan Xiaomi.

Temuan ini memperkuat spekulasi bahwa Xiaomi tidak sekadar bereksperimen, melainkan tengah menyiapkan perangkat pelacak dengan fitur yang dirancang untuk bersaing langsung dengan produk sejenis dari Apple dan Samsung.

Baca Juga: Xiaomi HyperOS Terbaru Makin Mirip iOS 26? Ini Deretan Fitur dan Desain yang Jadi Sorotan

Jejak Xiaomi Tag Terungkap di Kode HyperOS

Bocoran mengenai Xiaomi Tag pertama kali diungkap oleh pembocor teknologi Kacper Skrzypek. Ia menemukan sejumlah string dan referensi perangkat pelacak di dalam kode HyperOS, yang mengindikasikan kesiapan Xiaomi untuk meluncurkan produk tersebut dalam waktu mendatang.

Kode tersebut menunjukkan bahwa Xiaomi Tag akan terintegrasi penuh dengan ekosistem HyperOS, termasuk jaringan pencarian perangkat yang memungkinkan pengguna melacak barang hilang melalui ponsel Xiaomi lain di sekitarnya, serupa dengan jaringan Find My milik Apple.

Hadir dalam Dua Varian, UWB dan Bluetooth

Bocoran Xiaomi Tag
Bocoran Desain Xiaomi Tag. Foto: X / kackrz

Berdasarkan bocoran yang beredar, Xiaomi Tag akan tersedia dalam dua versi berbeda. Varian premium akan dibekali teknologi Ultra-Wideband (UWB) yang memungkinkan pelacakan lokasi secara presisi, termasuk petunjuk arah dan jarak secara real time. Teknologi ini serupa dengan yang digunakan pada Apple AirTag generasi terbaru.

Sementara itu, versi standar akan mengandalkan konektivitas Bluetooth. Varian ini ditujukan untuk pengguna dengan kebutuhan pelacakan dasar, dengan estimasi lokasi berdasarkan kekuatan sinyal. Kehadiran dua varian ini menunjukkan strategi Xiaomi untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas, dari pengguna umum hingga pengguna premium.

Baterai Lepas Pasang dan Desain Ringkas

Xiaomi Tag dikabarkan menggunakan baterai kancing CR2032 yang dapat diganti oleh pengguna. Penggunaan baterai jenis ini dinilai lebih praktis karena mudah ditemukan di pasaran dan memiliki daya tahan yang relatif lama dibandingkan baterai tanam isi ulang.

Dari sisi desain, perangkat ini disebut akan memiliki bentuk ringkas dengan tampilan yang menyerupai Samsung Galaxy SmartTag 2. Meski belum ada gambar resmi, desain tersebut diperkirakan tetap mengusung gaya minimalis khas perangkat IoT Xiaomi.

Proses Pairing Mirip Apple AirTag

Kemudahan penggunaan menjadi salah satu fokus Xiaomi dalam pengembangan perangkat ini. Informasi dari kode HyperOS mengungkap bahwa proses pemasangan Xiaomi Tag akan sangat sederhana. Pengguna cukup melepas label pelindung baterai dan mendekatkan perangkat ke ponsel Xiaomi.

Setelah itu, sistem akan secara otomatis mendeteksi perangkat dan menampilkan notifikasi untuk menambahkan Xiaomi Tag ke jaringan pelacakan. Metode ini mirip dengan proses pairing Apple AirTag yang dikenal cepat dan intuitif.

Baca Juga: Tak Perlu iPhone, Xiaomi Kini Dukung Apple AirPods Secara Native lewat HyperOS 3.1

Fitur Privasi dan Keamanan Pelacakan

Fitur Pelacakan Xiaomi Airtag
Foto: X / kackrz

Isu privasi menjadi perhatian utama dalam perangkat pelacak. Xiaomi tampaknya telah menyiapkan fitur khusus bernama “Trust this Xiaomi Tag” untuk mengurangi risiko pelacakan tanpa izin. Fitur ini memungkinkan pengguna menandai perangkat tertentu sebagai tepercaya, sehingga tidak memicu peringatan pelacak asing saat berada di sekitar pengguna.

Dengan mekanisme ini, Xiaomi berupaya menyeimbangkan antara fungsi pelacakan dan perlindungan privasi, terutama bagi pengguna yang bepergian bersama keluarga atau teman yang juga menggunakan Xiaomi Tag.

Peluncuran Perdana Diperkirakan di China

Mengacu pada pola peluncuran produk IoT Xiaomi sebelumnya, Xiaomi Tag diperkirakan akan debut lebih dulu di pasar China. Belum ada informasi resmi terkait jadwal peluncuran global maupun harga perangkat tersebut.

Meski demikian, kemunculan Xiaomi Tag di dalam kode HyperOS menjadi sinyal kuat bahwa Xiaomi siap meramaikan pasar item tracker dan menantang dominasi Apple AirTag dengan pendekatan harga kompetitif serta integrasi ekosistem yang luas.

Jika resmi diluncurkan, Xiaomi Tag berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pengguna perangkat Xiaomi yang menginginkan solusi pelacakan barang tanpa harus bergantung pada ekosistem Apple.