— Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui bahwa timnya tidak menampilkan performa maksimal saat menelan kekalahan telak 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2).

Bojan Hodak menyatakan bahwa Persib tidak memulai pertandingan dengan baik, terbukti dengan gol cepat yang bersarang di gawang timnya pada 10 menit pertama. “Kami tidak memulai laga dengan baik dan sudah kebobolan dalam 10 menit pertama,” ujar Hodak dalam sesi konferensi pers usai laga.

Ia menambahkan bahwa meskipun tim sempat mencoba bangkit dan menciptakan beberapa peluang emas, termasuk satu yang membentur tiang gawang, Persib gagal mencetak gol balasan.

Evaluasi Lini Tengah dan Fisik

Memasuki babak kedua, Hodak menilai timnya kehilangan kendali di lini tengah. Kegagalan pemain memenangkan bola kedua (second ball) dan kurangnya kewaspadaan terhadap serangan balik cepat lawan menjadi sorotan utama.

“Di babak kedua, tim kehilangan kendali di lini tengah, sering kalah duel bola kedua, serta kurang cepat menghadapi serangan balik lawan yang memanfaatkan ruang,” jelasnya. Kondisi cuaca panas di Thailand juga disebut menjadi faktor yang menguras fisik pemain sepanjang pertandingan, yang turut memengaruhi performa tim.

Meskipun mengakui performa tim yang jauh dari harapan, Hodak tetap memberikan apresiasi kepada Ratchaburi FC yang tampil lebih baik pada hari itu dan pantas meraih kemenangan. Ia juga menyoroti bahwa Persib memiliki beberapa peluang bagus, namun efektivitas penyelesaian akhir tetap menjadi kendala utama.

Beberapa upaya Persib untuk menyamakan kedudukan melalui tendangan Frans Putros, sundulan Uilliam Barros, dan sepakan Luciano Guaycochea belum membuahkan hasil, bahkan ada yang membentur tiang gawang.

Tantangan Berat di Leg Kedua

Kekalahan telak 0-3 ini menempatkan Persib Bandung dalam posisi yang sangat sulit untuk lolos ke babak perempat final. Tim berjuluk Maung Bandung tersebut harus mampu membalikkan keadaan dengan selisih minimal empat gol pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 18 Februari 2026.

Jika hanya menang dengan selisih tiga gol, Persib akan dipaksa menjalani perpanjangan waktu atau adu penalti. Menghadapi tantangan ini, Bojan Hodak menekankan pentingnya fokus dan peningkatan performa dalam tujuh hari ke depan. Ia berharap dukungan penuh dari para Bobotoh dapat memenuhi stadion dan memberikan semangat tambahan bagi tim.

“Saya berharap stadion akan tetap penuh seperti biasanya karena tidak mudah bermain di sana, dan pastinya performa kami harus lebih baik,” pungkasnya. Para pendukung Persib sendiri menunjukkan optimisme dan harapan agar tim kesayangan mereka mampu bangkit dan membalas kekalahan di Bandung.