Ihram.co.id — Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, angkat bicara mengenai peluang timnya untuk meraih gelar juara Liga 1 Indonesia musim 2025-2026 secara beruntun atau hattrick. Saat ini, Maung Bandung memimpin klasemen sementara Super League dengan raihan 57 poin. Namun, Hodak menekankan pentingnya fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya di tengah persaingan yang ketat.
Persib Bandung memang menunjukkan performa impresif di musim 2025-2026, memimpin klasemen dengan selisih empat poin dari Borneo FC di posisi kedua yang mengumpulkan 53 poin, dan enam poin dari Persija Jakarta di urutan ketiga dengan 51 poin.
Meskipun berada di puncak, Hodak enggan sesumbar mengenai kepastian gelar juara. Ia mengakui bahwa perjalanan liga masih panjang dengan sisa 10 pertandingan, dan setiap laga diprediksi akan sangat sulit.
Fokus Laga demi Laga di Tengah Persaingan Ketat
Bojan Hodak menyatakan bahwa ia tidak terlalu memikirkan target hattrick juara. Baginya, yang terpenting adalah menjaga konsistensi tim di setiap pertandingan. “Saya tidak paham soal keyakinan (hattrick) itu. Tapi saya rasa sejak awal kami punya rasa percaya diri, meski kami sempat menghadapi pertandingan-pertandingan sulit,” ujar Hodak, dilansir dari Kompas.com.
Ia menambahkan, “Kami hanya perlu fokus laga demi laga dan kami juga jangan sampai merasa percaya diri berlebih untuk melalui setiap tim yang menghadang. Kami bisa menang, kami juga bisa kalah.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Hodak sangat menyadari bahwa persaingan di papan atas Liga 1 musim ini masih sangat terbuka dan kompetitif.
Tim-tim dari papan bawah pun dinilai mampu memberikan kejutan dan memenangkan pertandingan, sehingga tidak ada jaminan bagi Persib untuk terus berada di puncak klasemen hingga akhir kompetisi.
Kondisi Persib dan Jadwal Padat
Persib Bandung saat ini memimpin klasemen dengan 57 poin dari 23 pertandingan. Tim berjuluk Maung Bandung ini telah menunjukkan performa yang solid, termasuk rekor enam kemenangan beruntun tanpa kebobolan sebelum ditahan imbang oleh Persebaya Surabaya. Namun, jadwal padat menanti Persib, termasuk laga tunda melawan Borneo FC pada Minggu, 15 Maret 2026, yang dianggap sebagai laga krusial layaknya final.
Dalam menghadapi Borneo FC, Persib dipastikan akan tampil tanpa Thom Haye yang terkena akumulasi kartu kuning. Meskipun demikian, Hodak tetap optimis dengan kemampuan timnya dan mempercayai tren positif akan berlanjut, bahkan di bulan Ramadhan.
Sejarah dan Potensi Hattrick Juara
Jika berhasil meraih gelar juara musim ini, Persib Bandung akan mencatatkan sejarah sebagai tim yang meraih hattrick juara Liga 1 secara beruntun. Prestasi ini akan menyamai catatan pelatih legendaris Persib, Indra M. Tohir, yang juga membawa Persib meraih gelar juara kompetisi Perserikatan 1993/94 dan Liga Indonesia 1994/95.
Liga 1 musim 2024/2025 sendiri telah berakhir pada 24 Mei 2025, dengan Persib Bandung keluar sebagai juara. Musim tersebut juga menjadi yang pertama kali menggunakan Video Assistant Referee (VAR) dalam sejarah liga sepak bola profesional Indonesia.
Hingga pekan ke-31 musim 2024/2025, Persib telah mengumpulkan 65 poin, yang tidak dapat dikejar oleh tim di bawahnya seperti Dewa United. Musim 2024/2025 menjadi gelar juara pertama bagi Persib dengan format kompetisi penuh, berbeda dengan sebelumnya yang melalui babak final.
Meskipun musim 2025-2026 masih berjalan dan kompetisi diprediksi akan semakin ketat, Persib Bandung dengan racikan Bojan Hodak terus menunjukkan ambisi untuk mempertahankan dominasi mereka di kancah sepak bola Indonesia.
Ikuti Ihram.co.id
