Ihram.co.id — Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menyatakan kekecewaannya atas kericuhan yang dilakukan segelintir suporter usai laga leg kedua babak 16 besar AFC Champions League (ACL) 2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026). Aksi tersebut terjadi setelah Persib dipastikan tersingkir dari kompetisi meski berhasil memenangkan pertandingan melawan Ratchaburi dengan skor 1-0.
Kemenangan tipis tersebut tidak cukup untuk membawa Maung Bandung melaju ke fase berikutnya karena kalah agregat 1-3. Sebelumnya, pada leg pertama yang berlangsung di markas Ratchaburi, Persib menelan kekalahan telak 0-3. Upaya tim untuk melakukan comeback di hadapan pendukung sendiri terhambat oleh kesulitan mencetak lebih dari satu gol sepanjang laga.
Potensi Sanksi Berat AFC bagi Persib Bandung
Bojan Hodak menegaskan bahwa tindakan oknum suporter yang turun ke lapangan tersebut akan membawa kerugian besar bagi klub. Pelatih asal Kroasia ini mengkhawatirkan adanya denda serta hukuman disiplin dari AFC akibat gangguan keamanan yang dilakukan kurang dari seratus orang tersebut.
“Tapi ada 100 orang yang merusak itu. Mereka datang untuk kepentingan pribadinya. Karena kami bisa saja didenda karena seratus orang atau bahkan itu kurang dari seratus orang. Mereka meneror semuanya,” ujar Bojan Hodak.
Menurut Bojan, tindakan segelintir oknum tersebut sangat kontras dengan perilaku mayoritas penonton yang hadir di stadion. Berdasarkan catatannya, terdapat sekitar 30.000 suporter yang memenuhi GBLA, di mana 29.900 di antaranya memberikan dukungan dengan cara yang fantastis sepanjang pertandingan.
Dampak Terhadap Atmosfer Pertandingan Kandang
Bojan Hodak menilai bahwa atmosfer yang diciptakan oleh mayoritas pendukung sebenarnya merupakan keuntungan besar bagi tim saat menjamu lawan di kandang. Ia merujuk pada laga sebelumnya melawan Bangkok United, di mana lawan sempat mengalami kesulitan menghadapi tekanan dari tribun penonton.
“Saya bisa katakan 99 persen suporter fantastis dan bagi setiap lawan yang datang ke sini itu tidak akan mudah, itu keuntungan ketika kami bermain di kandang sendiri,” ucapnya.
Pelatih berusia 54 tahun itu menyesalkan aksi anarkis yang dilakukan sebagai luapan kekecewaan setelah kiprah kontinental Persib berakhir. Tindakan kelompok kecil tersebut dianggap telah merusak citra positif yang selama ini dibangun oleh puluhan ribu pendukung setia lainnya di kompetisi tingkat Asia.
Ikuti Ihram.co.id
