Ihram.co.id — Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyoroti hilangnya kendali lini tengah timnya sebagai salah satu faktor kekalahan telak 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 Besar AFC Champions League Two (ACL 2) di Stadion Ratchaburi, Rabu (11/2/2026).
Menurut Hodak, kegagalan pemainnya memenangkan second ball dan kurangnya kewaspadaan terhadap serangan balik cepat lawan menjadi catatan penting yang harus segera diperbaiki.
Kekalahan ini membuat Persib menghadapi misi berat untuk membalikkan keadaan pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 18 Februari mendatang. Tiga gol Ratchaburi dicetak oleh Pedro “Tana” Placeres pada menit ke-5 dan 84, serta Gabriel Mutombo Kupa pada menit ke-53.
Performa Tidak Maksimal Sejak Awal
Bojan Hodak mengakui bahwa performa anak asuhnya tidak maksimal sejak awal pertandingan. Gol cepat yang dicetak oleh Ratchaburi pada menit kelima menjadi pukulan awal yang cukup berat. “Kami tidak memulai laga dengan baik dan sudah kebobolan dalam 10 menit pertama,” ujar Hodak dalam sesi konferensi pers usai laga, seperti dikutip dari laman resmi Persib.
Meskipun sempat mencoba bangkit dan menciptakan beberapa peluang emas, termasuk bola yang membentur tiang gawang, Persib gagal mencetak gol balasan. Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Persib memang mendominasi penguasaan bola dengan 52 persen, namun akurasi tembakan mereka sangat rendah, hanya 17,64 persen dari 17 percobaan. Sebaliknya, Ratchaburi FC lebih efektif dengan 66,67 persen akurasi tembakan dari 12 percobaan.
Kendala Fisik dan Cuaca Panas
Selain masalah teknis di lini tengah, faktor cuaca panas di Thailand juga disebut menjadi kendala fisik yang menguras energi para pemain Persib sepanjang pertandingan. Kondisi ini diduga turut memperparah kesulitan tim dalam menjaga intensitas permainan dan memenangkan duel-duel krusial.
Memasuki babak kedua, Hodak menilai timnya semakin kehilangan kendali. Kegagalan dalam memenangkan bola kedua menjadi sorotan utama, yang memungkinkan Ratchaburi melancarkan serangan balik cepat dan efektif.
Dikutip dari laman resmi Persib, Hodak menilai timnya kehilangan kendali di lini tengah. Ia menyoroti kegagalan pemainnya memenangkan bola kedua (second ball) dan kurangnya kewaspadaan terhadap serangan balik cepat lawan.
Harapan untuk Leg Kedua
Meskipun menghadapi kekalahan telak, Bojan Hodak tetap mengajak timnya untuk fokus pada pertandingan berikutnya di Bandung. Ia berharap Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan kembali penuh oleh dukungan suporter.
“Sekarang kami perlu fokus selama tujuh hari ke depan untuk pertandingan berikutnya di Bandung. Saya berharap stadion akan tetap penuh seperti biasanya karena tidak mudah bermain di sana, dan pastinya performa kami harus lebih baik,” pungkasnya.
Untuk bisa lolos ke babak perempat final, Persib dituntut untuk menang dengan selisih empat gol pada leg kedua. Hasil ini jelas menjadi pekerjaan rumah besar bagi Bojan Hodak dan timnya untuk melakukan evaluasi dan perbaikan guna menghadapi sisa kompetisi.
Ikuti Ihram.co.id
