Ihram.co.id — Pelatih kepala Persib Bandung, Bojan Hodak, secara terbuka mengidentifikasi dua kelemahan fundamental yang mengganjal performa timnya sepanjang paruh pertama BRI Super League 2025-2026. Meskipun sukses menempati puncak klasemen sebagai juara paruh musim, Hodak menegaskan bahwa masih ada ruang perbaikan signifikan yang harus dilakukan Maung Bandung.
Dua persoalan utama yang menjadi sorotan pelatih asal Kroasia tersebut adalah kegagalan dalam mengeksekusi penalti dan kerapnya tim kebobolan di menit-menit akhir pertandingan. Catatan ini menjadi evaluasi serius bagi staf pelatih menjelang bergulirnya putaran kedua kompetisi.
Kegagalan Eksekusi Penalti Jadi Sorotan Utama
Salah satu poin krusial yang disoroti Bojan Hodak adalah tingginya angka kegagalan eksekusi penalti yang dialami Persib. Menurut Hodak, timnya setidaknya telah melewatkan lima kali peluang emas dari titik putih tanpa berbuah gol sepanjang putaran pertama. Situasi ini, ia nilai, berdampak langsung pada hilangnya poin-poin penting dalam beberapa laga.
Melansir laporan detikcom, salah satu insiden kegagalan penalti terjadi saat Persib dikalahkan Persita Tangerang 1-2 pada September 2025, di mana Luciano Guaycochea gagal menendang penalti di menit ke-8 yang bisa mengubah jalannya pertandingan. Selain itu, Persib juga ditahan imbang PSIM Yogyakarta 1-1, di mana Bojan Hodak turut menyoroti kegagalan dua penalti dalam laga tersebut.
“Lihat, kami jadi nomor satu di liga, saya merasa senang dan puas. Tapi di samping itu kami masih bisa lebih baik. Kami beberapa kali gagal memanfaatkan penalti, ada lima kali kami melewatkannya tanpa gol,” kata Hodak, seperti dikutip dari Kompas Bola dan berbagai sumber lainnya.
Konsentrasi Menit Akhir Jadi PR Besar
Aspek kedua yang menjadi perhatian Hodak adalah kecenderungan tim untuk kebobolan gol di menit-menit akhir pertandingan. Meskipun Persib Bandung memiliki lini pertahanan terkuat di paruh pertama Super League 2025/2026 dengan hanya kebobolan 11 gol dari 17 pertandingan, momen kehilangan fokus di fase krusial tersebut seringkali berakibat fatal.
Sektor pertahanan Persib tampil impresif, bahkan hanya sekali kebobolan dalam delapan laga kandang. Namun, gol-gol yang bersarang di gawang mereka pada menit-menit akhir kerap membuat tim kehilangan poin berharga. Hodak menekankan pentingnya menjaga konsentrasi penuh hingga peluit akhir dibunyikan untuk menghindari terulangnya situasi serupa di putaran kedua.
“Kami kebobolan di beberapa pertandingan, gagal memanfaatkan sejumlah penalti, ada lima penalti yang tidak berbuah gol, serta kehilangan poin akibat kebobolan di menit-menit akhir dalam dua hingga tiga laga,” kata Hodak yang kami kutip dari JPNN.com, Jumat (16/01).
Persib Puncaki Klasemen dengan Catatan Impresif
Persib Bandung berhasil menutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 sebagai pemuncak klasemen dengan mengoleksi 38 poin dari 17 pertandingan. Raihan ini berasal dari 12 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan, menempatkan mereka satu poin di atas Borneo FC Samarinda yang berada di posisi kedua.
Baca Juga: 5 Pilar Utama Persib Bandung di Balik Gelar Juara Paruh Musim BRI Super League 2025/2026
Meski pencapaian ini patut diapresiasi, Bojan Hodak tidak ingin timnya berpuas diri. Ia percaya bahwa dengan memperbaiki detail-detail kecil seperti eksekusi penalti dan menjaga konsentrasi hingga akhir laga, Persib bisa tampil jauh lebih maksimal dan menjaga konsistensi untuk meraih gelar juara. Persib dijadwalkan akan membuka putaran kedua dengan menjamu PSBS Biak.
Ikuti Ihram.co.id
