— Duo gelandang Manchester United, Bruno Fernandes dan Casemiro, telah menyumbangkan total £19,9 juta atau setara dengan Rp 330 miliar untuk kas negara Inggris melalui pembayaran pajak dalam setahun terakhir.

Angka ini menempatkan keduanya sebagai dua dari pembayar pajak individu terbesar di Liga Primer Inggris, sebagaimana terungkap dalam daftar pajak terbaru yang dirilis The Telegraph pada awal 2026.

Bruno Fernandes dan Casemiro masuk jajaran sepuluh pemain dengan kontribusi pajak tertinggi di Liga Inggris. Hal ini mencerminkan pendapatan masif bintang sepak bola profesional sekaligus kewajiban finansial mereka sebagai atlet berpenghasilan tinggi. Kontribusi keduanya menegaskan peran besar para pemain elite dalam sektor pajak negara.

Pajak Individu Tertinggi di Liga Primer

Berdasarkan daftar tersebut, Bruno Fernandes tercatat menyumbang sekitar £9 juta (sekitar Rp 150 miliar) untuk pendapatan negara. Angka ini menempatkannya setara dengan pemain Manchester City, Bernardo Silva, dalam daftar pembayar pajak individu. Sementara itu, Casemiro memberikan kontribusi yang lebih besar lagi, yaitu sekitar £10,9 juta (sekitar Rp 180 miliar).

Pajak yang dibayarkan oleh Casemiro menempatkannya sebagai pembayar pajak individu tertinggi ketiga di sepak bola Inggris dalam periode tersebut. Ia hanya kalah dari dua bintang papan atas lainnya, yaitu Erling Haaland dari Manchester City yang membayar hampir £17 juta dan Mohamed Salah dari Liverpool yang menyumbang £14,5 juta.

Angka-angka ini mencerminkan gaji mingguan yang sangat tinggi yang mereka terima, di mana Casemiro dilaporkan menerima sekitar £375.000 per minggu, sementara Fernandes mengantongi sekitar £300.000 per minggu.

Struktur Pajak Pemain Sepak Bola di Inggris

Di Inggris, mayoritas pemain sepak bola profesional terikat kontrak dengan klub mereka dan dianggap sebagai karyawan. Oleh karena itu, mereka wajib membayar Pajak Penghasilan (Income Tax) dan Iuran Jaminan Sosial Nasional (National Insurance Contributions/NICs) melalui sistem Pay As You Earn (PAYE), sama seperti pekerja pada umumnya.

Namun, karena tingginya pendapatan mereka, sebagian besar pemain Liga Primer berada dalam tarif pajak tertinggi, yaitu 45% untuk penghasilan di atas £125.140 per tahun.

Selain gaji pokok, para pemain juga kerap mendapatkan penghasilan tambahan dari hak citra (image rights), bonus loyalitas, bonus pencapaian tim (seperti lolos ke Liga Champions), serta pendapatan dari penjualan merchandise. Penghasilan tambahan ini, yang bisa mencapai jutaan poundsterling, juga dikenakan pajak.

Untuk mengelola pendapatan dari kesepakatan citra dan sponsor, beberapa pemain mendirikan perusahaan terpisah yang tunduk pada Pajak Korporasi, yang tarifnya lebih rendah dibandingkan Pajak Penghasilan. Namun, otoritas pajak Inggris (HMRC) terus mengawasi praktik ini untuk mencegah penghindaran pajak.

Konteks Pajak Pemain Liga Primer

Penting untuk dicatat bahwa angka pajak yang dilaporkan dalam daftar tersebut mencakup berbagai jenis pajak, termasuk pajak penghasilan, pajak dividen, pajak keuntungan modal, serta beberapa pajak penggajian, dan bahkan bea alkohol dan judi, berdasarkan laporan rekening perusahaan terbaru hingga Januari 2026. Hal ini menunjukkan kompleksitas sistem pajak yang berlaku bagi individu berpenghasilan sangat tinggi di Inggris.

Pemain sepak bola di Inggris secara kolektif memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian negara. Sebuah studi pada musim pajak 2021-22 menunjukkan bahwa pemain dan staf Liga Primer berkontribusi sebesar £1,7 miliar dalam bentuk pajak, sementara Liga Primer dan klub-klubnya secara total menyumbang £4,2 miliar. Angka ini menyoroti peran penting industri sepak bola dalam penerimaan negara.

Tingginya beban pajak di Inggris juga menjadi salah satu faktor mengapa beberapa pemain mempertimbangkan tawaran dari liga lain, seperti Liga Pro Arab Saudi, yang menawarkan gaji menggiurkan tanpa beban pajak penghasilan. Fenomena ini menjadi pertimbangan penting bagi klub dan pemain dalam negosiasi kontrak dan rencana transfer di masa depan.