— Bruno Fernandes mengungkapkan bahwa suasana di ruang ganti Manchester United telah berubah menjadi positif di bawah kepemimpinan Michael Carrick, yang dinilainya memberikan kebebasan dan tanggung jawab kepada para pemain.

Pernyataan ini disampaikan Fernandes setelah timnya meraih kemenangan keempat berturut-turut di Premier League melawan Tottenham Hotspur pada Sabtu (07/02/2026).

Kemenangan 2-0 atas Tottenham di Old Trafford dicetak melalui gol Bryan Mbeumo dan Bruno Fernandes sendiri. Gol tersebut menandai pencapaian 200 keterlibatan gol Fernandes untuk klub, dengan total 104 gol dan 96 assist dalam 314 pertandingan.

Prestasi ini menjadikannya pemain tercepat kedua di era Premier League yang mencapai angka tersebut untuk Manchester United, hanya kalah dari Wayne Rooney.

Carrick Beri Kebebasan dan Tanggung Jawab

Fernandes menjelaskan bahwa Michael Carrick datang dengan ide-ide yang tepat untuk memberikan pemain kebebasan dan tanggung jawab di lapangan.

“Saya pikir Michael [Carrick] datang dengan ide-ide yang tepat untuk memberikan pemain tanggung jawab, tetapi juga kebebasan untuk mengambil tanggung jawab di lapangan selama keputusan yang diperlukan,” ujar Fernandes dalam wawancara dengan TNT Sports.

Ia menambahkan bahwa ia yakin Carrick akan menjadi manajer yang hebat, dan kini Carrick membuktikannya.

“Dia sangat baik dengan kata-kata dan saya pikir dia masih ingat ketika saya memberitahunya terakhir kali dia adalah manajer kami, untuk pertandingan terakhir kami, dan saya yakin Michael bisa menjadi manajer yang hebat dan sekarang dia menunjukkannya,” tambah gelandang asal Portugal tersebut.

Lebih lanjut, Fernandes menyatakan apresiasinya terhadap staf pelatih yang dinilainya sangat baik, dan berharap dapat terus membantu Carrick untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa mereka adalah pemain yang berkualitas.

“Kami berharap kami dapat membantunya lebih lagi sehingga semua orang dapat melihat, tidak hanya kami sebagai pemain, bahwa kami adalah pemain yang baik dan itulah sebabnya kami berada di Manchester United, tetapi juga stafnya sangat baik.”

Tekanan dan Ekspektasi di Manchester United

Gelandang berusia 31 tahun itu juga mengakui bahwa bermain untuk klub sebesar Manchester United membawa tekanan yang alami dan harus dihadapi oleh setiap pemain. “Saya pikir semua orang memahami tekanan bermain untuk klub ini,” kata Fernandes.

“Jika Anda tidak mengerti, Anda akan segera mengerti. Ini adalah klub besar dan semua orang tahu ekspektasi di sekitarnya. Saya tidak berpikir itu berubah tetapi tentu saja Michael telah memenangkan segalanya di sini dan dia tahu apa artinya bagi para penggemar ini dan bagi klub untuk menang. Begitu banyak yang dibutuhkan untuk menang di klub sepak bola ini dan saya pikir itu adalah sesuatu yang istimewa bagi tim ini.”

Performa Manchester United di Bawah Carrick

Kemenangan atas Tottenham Hotspur merupakan kemenangan keempat berturut-turut bagi Manchester United di bawah asuhan Michael Carrick. Sejak mengambil alih tim, Carrick belum terkalahkan dalam tujuh pertandingan dalam dua periode sebagai pelatih interim.

Catatan impresif ini telah meningkatkan kepercayaan diri tim dan memperbaiki posisi mereka di klasemen Premier League, kini berada di peringkat keempat, hanya tertinggal tiga poin dari posisi kedua.

Pertandingan melawan Tottenham sendiri berjalan cukup dinamis. Tottenham harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-29 setelah kapten mereka, Cristian Romero, mendapatkan kartu merah langsung karena pelanggaran keras terhadap Casemiro.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan United untuk membuka keunggulan melalui gol Bryan Mbeumo pada menit ke-38, memanfaatkan skema tendangan sudut yang dieksekusi dengan baik. Gol kedua dicetak oleh Bruno Fernandes pada menit ke-81, memastikan kemenangan timnya.

Performa apik Manchester United di bawah Carrick juga mendapat pujian dari pemain lain, seperti Luke Shaw yang menyoroti pengetahuan Carrick tentang klub dan apa yang dibutuhkan untuk menang.

Perubahan taktik dari formasi 3-4-2-1 ke 4-2-3-1 juga dinilai telah membantu pemain seperti Kobbie Mainoo, Bruno Fernandes, dan Diogo Dalot untuk bermain dalam peran yang lebih familiar.