— Geliat bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 semakin memanas seiring dengan manuver agresif yang ditunjukkan sejumlah klub papan atas.

Setelah Semen Padang FC melakukan “cuci gudang” besar-besaran dan Persebaya Surabaya resmi memperkenalkan tiga pilar asing baru, kini sorotan tertuju pada Arema FC. Klub berjuluk Singo Edan tersebut dilaporkan tengah melancarkan operasi senyap untuk membajak sejumlah bintang dari Persija Jakarta dan PSM Makassar.

Langkah berani ini diambil manajemen Arema FC demi mendongkrak posisi di klasemen putaran kedua. Ambisi tersebut mulai terlihat nyata setelah mereka resmi mendatangkan mantan winger Terengganu FC, Gabriel Silva.

Tak berhenti di situ, pencoretan bek asal Brasil, Yann Motta, pada Rabu (14/1/2026), menjadi sinyal kuat bahwa akan ada perombakan besar di jantung pertahanan Singo Edan.

Misi Memulangkan Thales Lira dari Ibu Kota

Satu nama yang menjadi prioritas utama Arema FC adalah bek tengah Persija Jakarta, Thales Lira. Pemain asal Brasil berusia 32 tahun tersebut sebenarnya merupakan pemain Arema FC yang dipinjamkan ke Macan Kemayoran sejak Juni 2025.

Mengingat lini belakang Arema FC sedang lowong pasca-kepergian Yann Motta, opsi memulangkan Thales Lira dinilai sebagai langkah paling realistis dan instan.

Thales Lira menunjukkan performa yang cukup stabil di bawah asuhan pelatih Persija dengan mencatatkan 11 penampilan kompetitif. Kepulangannya ke Stadion Kanjuruhan diprediksi akan berjalan mulus mengingat status kontraknya yang masih menjadi milik Arema FC hingga Juni 2026. Kehadiran Thales diharapkan mampu memberikan jaminan keamanan di lini belakang yang sempat goyah pada putaran pertama.

Bidik Gelandang Persija: Ryo Matsumura dan Gustavo Franca

Selain sektor pertahanan, Arema FC juga mengincar sektor kreatif di lini tengah Persija. Nama Ryo Matsumura mendadak mencuat setelah pemain asal Jepang tersebut dikabarkan mulai kehilangan tempat di skuad utama Macan Kemayoran.

Statistik mencatat, gelandang berusia 31 tahun kelahiran Kyoto ini baru bermain satu kali dalam 17 pertandingan terakhir Persija. Kondisi ini membuat Arema FC bergerak cepat menawarkan proposal untuk menyelamatkan karier Ryo yang sedang redup.

Tak hanya Ryo, Arema FC juga dilaporkan memantau situasi Gustavo Franca. Gelandang serang berusia 27 tahun asal Brasil ini sedang berada dalam tekanan tinggi setelah gaya permainannya dinilai belum memenuhi ekspektasi suporter Persija.

Meski telah membukukan satu gol dan dua assist dalam 13 laga, masa depan Franca di Jakarta masih abu-abu. Bagi Arema FC, tenaga Franca sangat dibutuhkan untuk menemani Valdeci agar lini tengah Singo Edan lebih kaya akan variasi serangan.

Bersaing Sengit Dapatkan Victor Luiz

Manuver Arema FC tidak berhenti di Jakarta. Klub kebanggaan Aremania ini juga masuk dalam perburuan bek kiri andalan PSM Makassar, Victor Luiz. Pemain berkebangsaan Brasil tersebut kini menjadi komoditas panas di bursa transfer paruh musim dan juga diminati oleh Persik Kediri.

Peluang Arema FC untuk mendapatkan Victor Luiz terbilang terbuka lebar. Meskipun Persebaya Surabaya sebelumnya dikabarkan tertarik, langkah The Green Force di bursa transfer diprediksi sudah tertutup setelah memenuhi kuota pemain baru mereka.

Kini, persaingan tinggal menyisakan Arema FC dan Persik Kediri. Kehadiran Victor Luiz diproyeksikan untuk memberikan kompetisi yang sehat bagi bek kiri senior Johan Alfarizi serta pemain muda Iksan Lestaluhu.

Dengan aktivitas transfer yang masif ini, Arema FC diprediksi akan tampil dengan wajah baru yang jauh lebih kompetitif di putaran kedua. Publik Malang kini menanti pengumuman resmi dari manajemen terkait siapa saja yang akan segera diperkenalkan di “Bumi Arema” sebelum jendela transfer ditutup.