— Bek Tim Nasional Indonesia, Calvin Verdonk, menilai positif langkah para pemain keturunan yang memilih berkompetisi di Liga 1 Indonesia. Menurutnya, keputusan tersebut sangat krusial demi mendapatkan menit bermain yang dibutuhkan untuk perkembangan tim nasional.

Verdonk menyatakan bahwa bagi pemain yang mungkin tidak mendapatkan kesempatan bermain reguler di Eropa, bermain di Liga 1 bisa menjadi alternatif yang sangat baik. Hal ini tidak hanya menguntungkan bagi pemain individu dalam hal jam terbang, tetapi juga secara kolektif dapat meningkatkan kualitas permainan tim nasional Indonesia.

Pentingnya Menit Bermain untuk Timnas

Calvin Verdonk menekankan bahwa ketersediaan menit bermain adalah faktor fundamental bagi setiap pemain untuk dapat tampil optimal bersama tim nasional.

“Bagus jika ada pemain yang pergi ke sana [Indonesia Super League] karena mereka butuh menit bermain. Itu penting untuk tim nasional agar semua pemain mendapat menit bermain,” ujar Verdonk, sebagaimana dikutip dari GOAL. Pernyataan ini menggarisbawahi pandangannya bahwa konsistensi bermain di level klub merupakan fondasi penting sebelum berkontribusi pada skuad Garuda.

Lebih lanjut, Verdonk menambahkan bahwa jika para pemain keturunan tidak berhasil menembus tim utama di liga-liga Eropa, pilihan untuk bermain di Indonesia justru dapat memberikan solusi.

“Jika mereka tidak bermain di Eropa, mereka bisa bermain di sana. Itu bagus untuk timnas dan juga untuk liga karena membawa kualitas,” tambahnya. Pandangan ini menunjukkan bahwa Liga 1 Indonesia berpotensi menjadi wadah pengembangan yang signifikan bagi talenta-talenta keturunan yang ingin membela tanah air.

Peningkatan Kualitas Liga dan Tim Nasional

Perpindahan pemain dengan latar belakang Eropa ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1, secara inheren akan membawa serta peningkatan kualitas. Kehadiran mereka diharapkan dapat mendongkrak standar permainan, baik secara individu maupun kolektif, di liga domestik.

Verdonk, yang telah mengoleksi 12 penampilan untuk Timnas Indonesia sejak debutnya pada Juni 2024, meyakini bahwa semakin banyak pemain Indonesia yang berlaga di level kompetitif, baik di Eropa maupun di tanah air, akan memperkuat fondasi timnas untuk meraih mimpi tampil di Piala Dunia.

“Itu sangat dibutuhkan jika kami punya mimpi ke Piala Dunia atau menjuarai Piala Asia. Kami harus berada di level tertinggi dan butuh lebih banyak pemain yang bermain di liga top Eropa agar bisa bersaing dengan negara lain,” ucapnya, mengacu pada pentingnya persaingan di level elite.

Namun, ia juga menegaskan bahwa Liga 1 bisa menjadi jembatan penting bagi pemain yang membutuhkan jam terbang.