Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Dinas Perhubungan (Dishub) membuka pendaftaran Program Mudik Gratis 2026 mulai 11 hingga 12 Maret 2026. Masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas ini dapat mendaftar secara daring melalui aplikasi superapps Sapawarga.

Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar, menjelaskan bahwa aplikasi Sapawarga digunakan untuk memberikan informasi terkini mengenai arus mudik hingga jalur yang aman bagi warga. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan pantauan lalu lintas melalui kamera pengawas (CCTV).

“Kami fokus menyampaikan informasi akurat, khususnya jalur mudik yang aman dan lancar. Aplikasi ini juga menyediakan program mudik gratis hingga terintegrasi dengan pantauan lalu lintas melalui CCTV,” ujar Adi melalui keterangan tertulis melalui Kompas, Jumat (27/2/2026).

Prosedur Pendaftaran dan Syarat Dokumen

Pemesanan tiket mudik gratis melalui Sapawarga mewajibkan pemudik untuk memasukkan sejumlah data administratif. Data yang diperlukan meliputi nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat, nomor Kartu Keluarga (KK), tanggal lahir, serta rute keberangkatan yang dipilih.

Berdasarkan informasi teknis pendaftaran, tahap aktivasi tiket dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 12 Maret 2026. Pada tahap ini, pemudik dapat melakukan pemilihan tanggal keberangkatan sesuai dengan ketersediaan kuota.

Aplikasi Sapawarga juga memfasilitasi kebutuhan informasi selama perjalanan mudik 1447 Hijriah. Pengguna dapat mengakses fitur informasi mudik untuk mengetahui kondisi rute yang akan dilalui secara real-time.

Kuota Tiket dan Titik Keberangkatan

Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Dhani Gumelar, memaparkan bahwa kuota yang tersedia untuk Program Mudik Gratis 2026 adalah sebanyak 3.040 tiket. Pemerintah menyiapkan total 74 unit bus yang telah melalui pemeriksaan teknis (ramp check) sebelum diberangkatkan.

Jadwal keberangkatan peserta mudik ditetapkan pada 13 hingga 15 Maret 2026 dari beberapa titik lokasi. Lokasi keberangkatan tersebar di Terminal Leuwipanjang (Bandung), Terminal Cikarang, dan Kota Bekasi.

Dalam pelaksanaan program ini, Pemprov Jabar berkolaborasi dengan Jasa Raharja dan beberapa perusahaan otobus (PO). Perusahaan yang terlibat meliputi PO Sugeng Rahayu, PO Damri, PO Sinar Jaya, PO Primajasa, dan PO MGI.

Pantauan Jalur Mudik Melalui Command Center

Diskominfo Jabar memaksimalkan fungsi command center sebagai pusat pengelolaan informasi dengan memanfaatkan jaringan CCTV di sepanjang jalur mudik dan jalur wisata. Fasilitas ini ditujukan untuk memantau kondisi di lapangan secara langsung selama masa angkutan mudik.

Command center akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan petugas lapangan untuk monitoring serta mengambil keputusan yang tepat terkait kondisi perjalanan mudik 1447 Hijriah,” kata Adi Komar.

Sesuai persyaratan yang dipublikasikan, program mudik gratis ini terbuka bagi seluruh warga yang berasal dari Jawa Barat maupun warga yang tinggal di wilayah Jawa Barat. Rute yang disediakan mencakup tujuan di dalam provinsi maupun luar Provinsi Jawa Barat.

Dishub Jabar juga melakukan koordinasi lintas dinas untuk memastikan keandalan jalur mudik dari gangguan alam. Salah satu fokus koordinasi adalah antisipasi potensi longsor di titik-titik rawan sepanjang jalur perjalanan.