Ihram.co.id — Planetarium dan Observatorium Jakarta akan menyelenggarakan sesi pengamatan fenomena Gerhana Bulan Total yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, dengan rangkaian acara mulai pukul 16.30 hingga 21.22 WIB.
Masyarakat umum serta kalangan siswa dapat mengikuti kegiatan ini sebagai sarana edukasi astronomi sekaligus mengisi waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit. Rangkaian acara terdiri dari tiga agenda utama, yakni pertunjukan planetarium mini, diskusi astronomi (talkshow), serta pengamatan langsung Gerhana Bulan dan Planet Jupiter.
Mekanisme Pendaftaran On The Spot dan Ketentuan Peserta
Pihak penyelenggara menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pengamatan ini tidak dipungut biaya pendaftaran bagi masyarakat. Namun, para pengunjung tetap diwajibkan mematuhi aturan retribusi parkir yang berlaku di kawasan Taman Ismail Marzuki.
“Peserta tidak dikenakan biaya apapun dalam pendaftaran acara alias gratis, tapi retribusi parkir di TIM tetap berlaku,” tulis ketentuan pendaftaran tersebut, melansir dari detik.com.
Pendaftaran peserta dilakukan sepenuhnya secara langsung di lokasi (on the spot) pada hari pelaksanaan. Sistem pendaftaran akan mengikuti urutan kedatangan peserta (first come, first served). Perlu dicatat bahwa satu pendaftaran hanya berlaku untuk satu orang, sehingga setiap individu dalam rombongan wajib mendaftar masing-masing.
“Satu pendaftaran hanya berlaku untuk satu orang,” serta “peserta anak-anak dan pendamping masing-masing wajib mendaftar,” jelas informasi resmi tersebut, mengutip dari detik.com.
Lihat juga Gerhana Bulan Total 3 Maret Hadirkan Blood Moon, Ini Penyebab Bulan Berubah Merah
Kuota Planetarium Mini dan Sesi Pengamatan
Meskipun kegiatan talkshow dan pengamatan Jupiter tidak memiliki batasan jumlah peserta, penyelenggara memberlakukan kuota terbatas untuk sesi Planetarium Mini. Fasilitas ini hanya tersedia untuk total 100 peserta yang terbagi ke dalam empat sesi waktu.
Rincian Jadwal Planetarium Mini:
- Sesi 1: Pukul 15.00-15.30 WIB
- Sesi 2: Pukul 15.30-16.00 WIB
- Sesi 3: Pukul 16.00-16.30 WIB
- Sesi 4: Pukul 16.30-17.00 WIB
Setiap sesi Planetarium Mini hanya diperuntukkan bagi 25 peserta. Pengunjung yang telah terdaftar diwajibkan untuk bersiap di area kegiatan setidaknya 10 menit sebelum sesi dimulai.
Fasilitas Teleskop dan Agenda Ibadah
Untuk mendukung kegiatan pengamatan utama, penyelenggara menyediakan enam unit teleskop yang dapat digunakan oleh masyarakat secara bergantian. Seluruh proses pengamatan akan dipandu langsung oleh petugas observasi untuk memberikan penjelasan teknis kepada pengunjung.
Agenda diskusi astronomi dijadwalkan mulai pukul 16.30 WIB, sementara pengamatan gerhana secara intensif dimulai pukul 18.00 hingga 21.22 WIB. Selain agenda sains, pengelola juga memfasilitasi pelaksanaan salat gerhana yang akan dilangsungkan di Masjid Amir Hamzah, kawasan TIM.
Kondisi cuaca menjadi faktor penentu utama dalam keberhasilan pengamatan ini. “Pengamatan berlangsung hanya jika kondisi langit cerah,” tulis keterangan dalam unggahan media sosial Planetarium Jakarta, menukil dari detik.com.
Jadwal Fase Gerhana Bulan Total 2026
Gerhana Bulan Total kali ini dianggap spesial karena terjadi bertepatan dengan bulan Ramadan dan dapat diamati secara langsung dengan mata telanjang. Secara astronomis, fenomena ini terjadi saat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga permukaan Bulan tidak menerima cahaya Matahari.
Berdasarkan data Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan IPA Universitas Surabaya, berikut adalah rincian waktu fase gerhana dalam zona Waktu Indonesia Barat (WIB):
- Awal Parsial: 16.50 WIB
- Awal Totalitas: 18.04 WIB
- Puncak Gerhana: 18.34 WIB
- Akhir Totalitas: 19.02 WIB
- Akhir Parsial: 20.17 WIB
Fenomena ini akan mencapai puncaknya pada pukul 18.34 WIB dan seluruh proses gerhana diperkirakan selesai sepenuhnya pada pukul 20.17 WIB untuk fase parsial terakhir.
Ikuti Ihram.co.id
