— Casemiro telah mengonfirmasi bahwa keputusannya untuk meninggalkan Manchester United pada akhir musim 2025-2026 bersifat final. Kepastian ini mengakhiri spekulasi mengenai masa depan gelandang asal Brasil tersebut di Old Trafford, meskipun performanya menunjukkan peningkatan di bawah asuhan pelatih interim Michael Carrick. Casemiro menyatakan bahwa ia menikmati waktunya di Manchester, namun menegaskan bahwa keputusannya sudah bulat dan tidak akan berubah.

“Saya masih sangat menikmati [di Manchester],” ujar Casemiro, sebagaimana dikutip dari The Athletic. “Namun, saya benar-benar percaya keputusannya sudah dibuat dan selesai. Saya yakin akan ada beberapa momen sulit di [pertandingan-pertandingan] terakhir di Manchester United.” Pernyataan ini disampaikan Casemiro saat jeda internasional setelah pertandingan persahabatan antara Brasil melawan Prancis, yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Prancis.

Keputusan Final dan Perpisahan yang Emosional

Keputusan Casemiro untuk meninggalkan Manchester United telah diumumkan sejak Januari 2026. Kepastian ini menegaskan bahwa kontrak sang pemain tidak akan diperpanjang, dan kedua belah pihak sepakat untuk berpisah secara baik-baik setelah empat musim bersama.

Meskipun sempat muncul desakan dari sebagian penggemar dan pengamat agar Casemiro bertahan satu musim lagi, terutama setelah penampilan impresifnya belakangan ini, sang pemain tetap pada pendiriannya. Ia mengakui adanya ikatan emosional dan dukungan besar dari para penggemar, namun menegaskan bahwa keputusannya sudah final.

Fabrizio Romano, seorang jurnalis transfer terkemuka, telah mengonfirmasi bahwa tidak ada upaya dari Manchester United untuk mendekati Casemiro dalam beberapa pekan terakhir guna membujuknya bertahan. Keputusan ini dianggap sebagai kesepakatan bersama untuk mencari petualangan baru bagi Casemiro dan memberikan kesempatan bagi Manchester United untuk menghemat gaji besar serta berinvestasi pada pemain baru di lini tengah.

Status bebas transfer Casemiro membuatnya menjadi incaran menarik bagi banyak klub di berbagai belahan dunia, termasuk klub-klub dari Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat seperti LA Galaxy dan Inter Miami, serta klub-klub dari Arab Saudi.

Transformasi Performa di Bawah Carrick

Sejak kedatangan Michael Carrick sebagai pelatih interim menggantikan Ruben Amorim pada Januari 2026, performa Casemiro mengalami peningkatan signifikan. Carrick, yang merupakan mantan gelandang bertahan, berhasil mengembalikan formasi klasik 4-2-3-1, yang berdampak positif pada hasil pertandingan Manchester United.

Dalam sepuluh pertandingan di bawah asuhan Carrick, United meraih tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya satu kekalahan, menunjukkan performa terbaik di Premier League. Casemiro, yang bermain bersama Kobbie Mainoo di lini tengah, menjadi elemen kunci dalam kebangkitan tim, mencetak tiga gol dan memberikan satu assist, serta memberikan stabilitas defensif yang krusial.

Peningkatan performa ini juga berujung pada kembalinya Casemiro ke tim nasional Brasil, di mana ia dipercaya menjadi kapten dan berhasil mengamankan tiket menuju Piala Dunia musim panas mendatang. Meskipun demikian, performa gemilang di akhir masa baktinya tidak mengubah keputusan finalnya untuk meninggalkan klub.

Dampak Kepergian Casemiro dan Rencana Klub

Kepergian Casemiro dipandang sebagai sebuah kerugian besar bagi Manchester United, terutama mengingat pengalaman, kepemimpinan, dan kemampuannya mengendalikan pertandingan di level tertinggi. Penggantian pemain sekelas Casemiro bukanlah tugas yang mudah, meskipun klub berencana untuk melakukan perombakan besar-besaran di lini tengah pada bursa transfer musim panas.

Nama-nama seperti Sandro Tonali, Elliot Anderson, dan Adam Wharton disebut-sebut sebagai target potensial untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Casemiro. Klub juga perlu mengalokasikan anggaran gaji yang signifikan untuk merekrut pemain baru yang dapat memberikan energi dan kualitas jangka panjang bagi tim.

Sementara itu, Casemiro sendiri akan mempertimbangkan berbagai tawaran yang masuk, tidak hanya dari segi sepak bola tetapi juga faktor personal dan proyek jangka panjang. Statusnya sebagai pemain bebas transfer memberikannya banyak pilihan untuk melanjutkan kariernya di Eropa, Timur Tengah, atau Amerika Serikat. Keputusan Casemiro untuk meninggalkan Manchester United menandai akhir dari sebuah era dan membuka lembaran baru bagi sang pemain serta klub.