Aktris Cindy Nirmala mengungkapkan kekagumannya terhadap performa Anya Taylor-Joy dalam serial The Queen’s Gambit.
Baginya, tatapan tajam dan gestur ikonik pemeran Beth Harmon tersebut bukan sekadar akting biasa, melainkan sebuah standar tinggi dalam seni peran di mana identitas asli sang aktor seolah lenyap ditelan karakter.
Inspirasi dari Detail Akting Anya Taylor-Joy
Cindy mengaku sangat memperhatikan setiap detail yang ditampilkan oleh Anya. Menurutnya, kekuatan akting aktris internasional tersebut terletak pada koordinasi seluruh anggota tubuh yang mampu menghidupkan karakter secara utuh.
“Aku suka banget karena gesture mukanya tuh bisa begitu. Semuanya tuh main, nggak cuma akting aja. Dari mata, alis, terus tangan, semua tuh kayak… ya kita nggak melihat itu Anya Taylor-Joy, kita melihatnya itu karakter dia di situ,” ungkap Cindy Nirmala.
Seni Peran Sebagai Studi Tentang Manusia
Kekaguman Cindy terhadap detail tersebut tidak lepas dari latar belakangnya di dunia teater. Sejak bergabung dengan Teater Pandora, ia menyadari bahwa akting jauh lebih dalam daripada sekadar tampil natural di depan kamera iklan. Baginya, seni peran adalah sebuah studi mendalam mengenai perilaku manusia.
Ia menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki keunikan tersendiri, sehingga teori akting menjadi sangat luas untuk dipelajari.
“Kalau belajar akting, lu belajar tentang manusia. Dan karena manusia beda-beda, aku belajar banyak hal dari teaterku itu. Ternyata akting tuh banyak banget teorinya,” jelasnya.
Perjalanan Meniti Karier dari Titik Nol
Meski kini telah memantapkan hati di dunia seni peran, perjalanan Cindy Nirmala tidaklah instan. Ia mengenang masa-masa awal di teater sebagai momen di mana ia merasa paling tidak tahu apa-apa.
Di bawah bimbingan Yoga Mohamad atau yang akrab disapa Kak Mbé, Cindy harus berjuang keras mendapatkan pengakuan.
- Merasa menjadi orang paling bodoh saat pertama kali masuk teater.
- Berjuang mengejar validasi dari mentor yang idealis.
- Menemukan keyakinan diri setelah mendapatkan respek dari lingkungan teater.
- Menjadikan passion akting sebagai jalan hidup utama.
Selain Anya Taylor-Joy, Cindy juga mengambil inspirasi dari totalitas aktor legendaris Heath Ledger.
Ia memandang dunia akting sebagai ruang eksplorasi yang unik, di mana keseriusan dan permainan bertemu dalam satu titik. “I love playing roles karena sebenarnya kita main-main, tapi serius. Itu sebenarnya inti dari akting,” pungkasnya.
Ikuti Ihram.co.id
