Ihram.co.id — Komikus Eiichiro Oda dinobatkan sebagai penulis terlaris nomor satu di dunia setelah mendedikasikan lebih dari 25 tahun usianya untuk menggarap satu judul manga, One Piece. Pria berusia 51 tahun tersebut kini bersanding dengan jajaran penulis fiksi legendaris dunia meski hanya memiliki satu karya utama sepanjang karier profesionalnya.
Berdasarkan data terbaru, total penjualan volume manga One Piece telah melampaui capaian global dari waralaba Harry Potter karya JK Rowling. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 516 juta eksemplar One Piece telah beredar di seluruh dunia.
Pencapaian tersebut membuat Oda memegang rekor resmi untuk jumlah eksemplar terbanyak yang diterbitkan untuk seri buku komik yang sama oleh satu penulis. Berbeda dengan tren penulis pada umumnya, One Piece dilaporkan berhasil mempertahankan basis audiens global yang besar dan aktif selama beberapa dekade.
Satu Judul Melawan Puluhan Karya
Posisi Oda dalam daftar penulis fiksi terlaris sepanjang masa tergolong unik karena hanya mengandalkan satu judul buku. Hal ini kontras dengan penulis besar lain seperti Stephen King atau James Patterson yang telah menerbitkan hingga puluhan judul karya untuk mencapai volume penjualan serupa.
Sejak mulai bekerja untuk Shueisha Shonen Jump pada usia 17 tahun, Oda fokus mengembangkan dunia One Piece secara berkelanjutan. Merujuk pada data One Piece Fandom, ia saat ini menjadi salah satu mangaka paling terkemuka dengan estimasi penghasilan sekitar ¥3,1 miliar atau setara Rp333 miliar per tahun.
Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Karya
Eiichiro Oda lahir pada 1 Januari 1975 di Kota Kumamoto, Prefektur Kumamoto, Jepang. Karier manganya dimulai pada 1992 saat ia menjadi asisten bagi tiga mangaka berbeda untuk majalah mingguan Shonen Jump.
Pada tahun 1992, Oda yang saat itu berusia 17 tahun menyerahkan karya pertamanya berjudul Wanted! yang berhasil memenangkan tempat kedua dalam Penghargaan Tezuka. Ia kemudian bekerja dengan Masaya Tokuhiro dalam penggarapan Jungle King Ta-Chan pada tahun yang sama.
Oda tercatat sempat menempuh pendidikan tinggi sebelum akhirnya memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliah pada 1994 saat masih berstatus mahasiswa baru. Ia kemudian sempat bekerja dengan Shinobu Kaitani dalam proyek Suizan Police Gang sebelum kembali membantu Tokuhiro.
Setelah menyelesaikan proyek Jungle King pada 1995, Oda dan Tokuhiro menciptakan Mizu No Tomodachi Kappaman yang terbit hingga 1996. Pada tahun 1996, ia berpindah untuk bekerja di bawah Nobuhiro Watsuki dalam penggarapan Rurouni Kenshin, di mana ia bertemu dengan Hiroyuki Takei.
Selama periode 1993 hingga 1994, Oda juga menciptakan beberapa karya lain seperti God’s Gift for the Future (1993), Ikki Yako (1994), dan Monsters (1994). Judul terakhir tersebut menjadi landasan awal sebelum ia akhirnya memulai serialisasi One Piece.
Ikuti Ihram.co.id
