— Gelandang Barcelona, Dani Olmo, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Presiden Barcelona, Joan Laporta, yang dinilainya memberikan dukungan penuh dan tak tergoyahkan di ruang ganti tim sepanjang musim kompetisi ini. Olmo menekankan bahwa kehadiran Laporta sebagai figur penting memberikan dorongan moral dan semangat juang yang signifikan bagi skuad Blaugrana.

Menurut Olmo, Laporta bukan sekadar presiden klub, melainkan seorang penggemar Barcelona sejati yang selalu dekat dengan tim. “Anda bisa melihat bahwa Joan (Laporta) adalah penggemar Barcelona sebelum menjadi presiden,” ujar Olmo, dilansir dari Barca Universal.

“Dia dekat dengan kami dan selalu tersedia saat kami membutuhkannya. Anda bisa melihat semangat yang dia bawa untuk Barcelona, keinginan kuatnya untuk menang, dan dukungannya untuk kami dalam segala hal.”

Pernyataan Olmo ini menggarisbawahi bagaimana kepemimpinan Laporta dirasakan langsung oleh para pemain di dalam ruang ganti. Dukungan yang konsisten ini menjadi elemen penting dalam menjaga motivasi tim, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Barcelona sepanjang musim, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Olmo menambahkan bahwa ia dan rekan-rekannya sangat senang dengan keberadaan Laporta dan menganggapnya sebagai figur yang sangat penting.

Dukungan Terhadap Pelatih dan Staf

Lebih lanjut, Olmo juga menyinggung dukungan Laporta terhadap pelatih Hansi Flick. Ia menyatakan bahwa presiden klub dan direktur olahraga Deco telah menunjukkan dukungan mereka terhadap Flick, dan keduanya merasa senang dengan kinerja sang pelatih.

“Saya percaya bahwa presiden dan Deco telah menyatakan dukungan mereka untuk Hansi, dan bahwa mereka senang dengannya,” ungkap Olmo.

Hubungan yang baik antara presiden, staf pelatih, dan pemain menjadi fondasi penting bagi stabilitas sebuah tim. Olmo menambahkan pandangannya mengenai Hansi Flick, “Dan sebagai pemain, saya bisa mengatakan bahwa dia adalah pelatih yang sangat dekat dengan kami, yang membantu kami, dengan pintunya selalu terbuka, dan apa yang telah kami capai dalam beberapa tahun terakhir sungguh bersejarah, tetapi kami masih bisa mencapai lebih banyak lagi.”

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya sinergi positif antara jajaran pimpinan klub dan tim teknis, yang berujung pada suasana kondusif di ruang ganti.

Pengalaman di Luar Lapangan

Kehadiran dan dukungan Laporta tidak hanya terasa di masa-masa kejayaan, tetapi juga saat klub menghadapi situasi sulit. Pernah diberitakan bahwa pada Januari 2025, Laporta dipanggil ke ruang ganti oleh para pemain menjelang keberangkatan tim ke Arab Saudi.

Panggilan ini terjadi di tengah ketegangan terkait pendaftaran pemain seperti Dani Olmo dan Pau Víctor yang sempat terkendala aturan Financial Fair Play La Liga. Para pemain yang frustrasi meminta penjelasan langsung dari presiden mengenai situasi keuangan klub dan penanganan masalah tersebut.

Dalam kesempatan lain, pada Januari 2025, Joan Laporta juga membela administrasi klub terkait kasus pendaftaran Dani Olmo. Ia mengklaim adanya kampanye untuk menodai citra klub dan menyatakan bahwa sebagian media serta anggota oposisi ingin klub gagal dalam upaya mendaftarkan gelandang timnas Spanyol tersebut.

Barcelona berhasil mendaftarkan Olmo dan Pau Víctor setelah otoritas olahraga pemerintah turun tangan dengan keputusan sementara. Laporta menegaskan bahwa klub telah bertindak sesuai prosedur namun menghadapi permintaan yang tidak realistis dari liga dan federasi. Ia bahkan menyatakan, “Mereka mencoba menghancurkan kami. Tapi kami tidak menyerah.”

Solidaritas Tim

Solidaritas di dalam skuad Barcelona juga terlihat dalam momen-momen penting. Pada Maret 2026, dilaporkan bahwa sebagian besar pemain di ruang ganti Barcelona menginginkan Joan Laporta kembali menjabat sebagai presiden klub.

Dukungan ini menunjukkan ikatan kuat yang terbentuk antara pemain dan presiden, yang bahkan sampai membuat para pemain menandatangani surat suara untuk mendukung kelanjutan kepemimpinannya.

Dalam sebuah momen ikonik, para pemain terlihat melompat dan merayakan bersama Laporta segera setelah ia memberikan suara dalam pemilihan presiden klub. Momen tersebut dianggap sebagai simbol determinasi kolektif tim, terutama saat klub memasuki periode krusial di akhir musim.

Olmo sendiri pernah menjadi bagian dari momen dukungan tersebut, yang menunjukkan bahwa semangat kebersamaan di ruang ganti Barcelona tidak hanya dibangun di atas lapangan, tetapi juga melalui hubungan personal dan dukungan institusional yang kuat.

Peran Joan Laporta sebagai presiden Barcelona, dengan segala dukungannya yang konsisten dan semangat juangnya, dinilai oleh Dani Olmo sebagai elemen vital yang memperkuat tim dari dalam. Kedekatan emosional dan dukungan aktif ini menciptakan lingkungan yang positif, memungkinkan para pemain untuk fokus pada performa dan meraih prestasi terbaik bagi klub.