— Gelandang andalan Arsenal, Declan Rice, dinobatkan sebagai pemain terbaik atau Man of the Match setelah menampilkan performa gemilang dalam kemenangan 2-0 atas Bayer Leverkusen pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Emirates Stadium, Selasa (17/3/2026) malam WIB. Kemenangan ini memastikan The Gunners melangkah ke perempat final dengan keunggulan agregat 3-1.

Gol pembuka keunggulan Arsenal dicetak oleh Eberechi Eze pada menit ke-36, disusul oleh gol kedua yang dicetak oleh Declan Rice sendiri pada menit ke-63. Peran Rice tidak hanya krusial dalam mencetak gol, tetapi juga sebagai jangkar lini tengah yang kokoh, memutus aliran serangan lawan, dan membangun permainan tim.

Dominasi Arsenal dan Peran Sentral Rice

Sejak peluit awal dibunyikan, Arsenal menunjukkan dominasi atas tamunya. Tim asuhan Mikel Arteta terus menekan pertahanan Bayer Leverkusen, menciptakan berbagai peluang. Kiper Leverkusen, Janis Blaswich, tampil gemilang di babak pertama dengan melakukan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk menahan tendangan Rice dan beberapa peluang dari Leandro Trossard.

Namun, pertahanan Leverkusen akhirnya jebol pada menit ke-36. Eberechi Eze berhasil memecah kebuntuan dengan tendangan keras dari luar kotak penalti yang menghujam gawang Blaswich. Gol tersebut menjadi gol pertama Eze di Liga Champions dan menjadi momen penting yang membuka jalan kemenangan Arsenal.

Memasuki babak kedua, Arsenal tidak mengendurkan serangan. Dominasi mereka semakin terlihat jelas ketika Declan Rice menggandakan keunggulan pada menit ke-63. Gol tersebut tercipta melalui skema serangan balik yang rapi, di mana Rice berhasil mengontrol bola, bergerak maju, dan melepaskan tendangan melengkung yang indah ke sudut bawah gawang Leverkusen.

Statistik Gemilang Declan Rice

Performa Declan Rice dalam pertandingan tersebut sangat impresif. Gelandang tim nasional Inggris ini tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menunjukkan kontribusi signifikan dalam aspek defensif dan distribusi bola. Ia berhasil memenangkan duel-duel krusial, melakukan intersepsi, dan menjaga akurasi umpan yang tinggi.

Menurut catatan, Rice mencatatkan akurasi umpan sebesar 85% (44 dari 52 umpan) dan berhasil memenangkan semua duel darat yang ia ikuti. Ia juga mencatatkan tiga intersepsi dan dua tekel sukses. Selain itu, Rice juga menciptakan dua peluang bagi rekan setimnya, menunjukkan perannya sebagai motor serangan sekaligus pengatur tempo permainan.

Perjalanan Arsenal ke Perempat Final

Kemenangan ini menandai kelolosan Arsenal ke perempat final Liga Champions untuk musim ketiga berturut-turut. Perjalanan mereka di babak 16 besar tidaklah mudah, setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 di leg pertama melawan Bayer Leverkusen di Jerman, di mana Kai Havertz mencetak gol penyeimbang melalui tendangan penalti di menit akhir. Namun, di leg kedua di kandang sendiri, Arsenal menunjukkan performa yang lebih meyakinkan dan berhasil mengamankan kemenangan tanpa kebobolan.

Performa solid Arsenal di kompetisi Eropa musim ini telah meningkatkan kepercayaan diri tim dan para pendukung. Dengan kemenangan ini, The Gunners kini dipandang sebagai salah satu kandidat kuat juara Liga Champions musim ini.

Menanti Lawan di Perempat Final

Dengan keberhasilan melaju ke babak delapan besar, Arsenal kini menanti lawan mereka di perempat final. Berdasarkan undian, Arsenal dijadwalkan akan menghadapi tim asal Portugal, Sporting CP. Sporting CP secara mengejutkan berhasil menyingkirkan wakil Norwegia, Bodø/Glimt, untuk mencapai fase ini.

Pertemuan dengan Sporting CP di perempat final akan menjadi ujian menarik bagi Arsenal. Meskipun demikian, dengan performa stabil yang ditunjukkan sejauh ini, terutama dari pemain kunci seperti Declan Rice dan Eberechi Eze, Arsenal optimis dapat melanjutkan ambisi mereka untuk meraih gelar Liga Champions musim ini.