Ihram.co.id — Kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Jakarta Pusat seiring rencana aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah organisasi pengemudi ojek online (ojol) pada Senin (26/1/2026).
Demo Ojol dijadwalkan berlangsung di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Monumen Nasional (Monas), yang kerap menjadi titik penyampaian aspirasi massa.
Aksi tersebut diperkirakan berdampak pada arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama, khususnya Jalan Medan Merdeka Selatan dan kawasan sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan dan mencari jalur alternatif selama unjuk rasa berlangsung.
Aksi Digelar Sejumlah Organisasi Pengemudi Ojol
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan aksi unjuk rasa melibatkan beberapa kelompok pengemudi transportasi daring. Di antaranya Gerakan Bersama Aliansi Pengemudi Online Bersatu (GEBER APOB), Federasi Serikat Pekerja Pengemudi Online Bersatu (FSPPOB 261), serta elemen massa lainnya.
“Hari ini ada kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dari rekan-rekan pengemudi online di sekitar Patung Kuda,” ujar Erlyn, dikutip dari Kompas.com.
Hingga Senin pagi, pihak kepolisian belum menerima informasi detail terkait tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi tersebut. Meski demikian, aparat memastikan pengamanan dilakukan untuk menjaga ketertiban umum dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Untuk mengantisipasi dinamika di lapangan, Polres Metro Jakarta Pusat menyiagakan sebanyak 745 personel gabungan. Ratusan personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis di sekitar lokasi aksi, termasuk jalur-jalur utama yang berpotensi terdampak pengalihan arus kendaraan.
Pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis, sekaligus memastikan aksi berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Baca Juga: 745 Personel Polisi Jaga Demo Driver Online di Monas, Cek Lokasi Aksinya
Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional
Terkait pengaturan arus kendaraan, Erlyn menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Pengalihan arus akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk jumlah massa dan perkembangan situasi selama unjuk rasa berlangsung.
“Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional. Kami melihat perkembangan di lapangan,” kata Erlyn.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan dan area sekitar Patung Kuda Monas guna meminimalisasi risiko terjebak kemacetan.
Masyarakat Diminta Cari Jalur Alternatif
Kepolisian mengimbau pengguna jalan, termasuk warga dari wilayah penyangga seperti Tangerang, Bekasi, dan Depok yang hendak menuju Jakarta Pusat, agar merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan jalur alternatif.
Masyarakat juga disarankan memantau informasi lalu lintas terkini dari pihak berwenang agar aktivitas tetap berjalan lancar di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi tersebut.
Ikuti Ihram.co.id
