Ihram.co.id — Pemain anyar Persib Bandung, Dion Markx, menegaskan kesiapannya untuk bermain di posisi mana pun yang diperintahkan pelatih demi mendapatkan menit bermain dan memberikan kontribusi maksimal bagi tim. Keputusan ini diambil sebagai penolakan terhadap opsi menjadi penonton di bangku cadangan.
Markx, yang melakoni debutnya bersama Persib pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 melawan Persita Tangerang, Minggu (22/2/2026), masuk menggantikan Berguinho pada menit ke-87. Meskipun hanya bermain singkat, ia bertekad untuk terus berjuang mendapatkan tempat di tim utama.
Dalam debutnya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Markx dipercaya mengisi posisi bek kanan, sebuah peran yang tidak biasa baginya. Ia lebih kerap bermain sebagai bek tengah, namun hal ini tidak menyurutkan semangatnya untuk beradaptasi. “Bagi saya pribadi, posisi di manapun itu tidak masalah karena saya ingin bermain. Saya ingin mendapatkan lebih banyak menit bermain di sepak bola profesional. Saya datang ke sini untuk bertarung di lapangan, bukan untuk menonton,” tegas Dion Markx dengan penuh keyakinan.
Adaptasi di Posisi Baru dan Atmosfer Liga Indonesia
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memberikan kesempatan debut kepada Markx dengan menempatkannya di posisi bek sayap kanan. Hodak menjelaskan bahwa pemberian menit bermain ini krusial untuk proses adaptasi pemain naturalisasi Indonesia tersebut dengan atmosfer sepak bola Indonesia. Markx sebelumnya bermain untuk TOP Oss di divisi kedua Liga Belanda.
“Dia pemain yang bisa bermain di beberapa posisi. Paling penting untuk diperhatikan adalah dia datang dari liga yang berbeda, negara yang berbeda. Jadi dia harus bisa merasakan dulu liga di sini,” ujar Bojan Hodak. Menurut Hodak, pertandingan resmi adalah sarana terbaik bagi Markx untuk mengenal ritme dan intensitas Liga Indonesia, mengingat tidak adanya jadwal pertandingan persahabatan.
Markx mengakui bahwa pertandingan melawan Persita merupakan laga yang sulit dengan intensitas tinggi. Ia sempat mengalami miskomunikasi dengan rekan setimnya, Patricio Matricardi, karena kebisingan stadion yang belum terbiasa dihadapinya. “Itu situasi bola panjang, selain itu, suasana stadion juga sangat berisik,” kata Dion Markx usai laga. Ia menyadari perlunya fokus pada area pertahanannya sendiri dan berkomunikasi lebih baik dengan tandemnya di lini belakang untuk menghindari insiden serupa di masa mendatang.
Fleksibilitas dan Ambisi Jangka Panjang
Kesediaan Dion Markx untuk bermain di posisi mana pun menunjukkan fleksibilitas dan komitmennya terhadap tim. Ia bahkan berseloroh siap jika diminta bermain sebagai striker jika tim membutuhkannya. “Di mana saya bermain, itu tergantung apa yang pelatih inginkan. Jika pelatih meminta saya bermain sebagai bek kiri atau bahkan striker, saya siap bermain di sana!” ucapnya.
Pemain berusia 20 tahun ini menekankan bahwa fleksibilitasnya adalah bentuk kepatuhan terhadap instruksi pelatih dan keinginannya untuk terus berkembang. Ia sadar bahwa kepercayaan pelatih hanya bisa diraih melalui kerja keras yang konsisten dalam setiap sesi latihan.
Kedatangan Dion Markx di Persib Bandung pada bursa transfer Januari 2026 merupakan bagian dari strategi klub untuk memperkuat lini pertahanan. Dengan kontrak berdurasi 2,5 tahun, ia diproyeksikan menjadi investasi jangka menengah dan panjang bagi Maung Bandung, serta diharapkan dapat memberikan energi baru di lini belakang tim.
Sebelum bergabung dengan Persib, Markx memperkuat TOP Oss di divisi kedua Liga Belanda dan pernah menimba ilmu di akademi klub ternama seperti Vitesse Arnhem dan NEC Nijmegen. Di level internasional, ia telah membela Tim Nasional Indonesia U-20 dan masuk dalam radar regenerasi Timnas U-23, serta ambil bagian dalam kualifikasi Piala Asia. Pengalaman bermain di Eropa dan di level tim nasional kelompok usia ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas permainan Persib.
Kemenangan 1-0 Persib atas Persita dalam laga tersebut membuat tim berjuluk Maung Bandung ini semakin nyaman di puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.
Ikuti Ihram.co.id
