— Barcelona dilanda ketegangan internal pasca kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid dalam leg pertama semifinal Copa del Rey. Pelatih Hansi Flick dan para pemain Barcelona dilaporkan menggelar diskusi serius yang diwarnai saling kritik mengenai performa tim, terutama terkait taktik dan intensitas bermain.

Menurut laporan The Athletic, pertemuan yang tidak diagendakan ini berlangsung di markas latihan Barcelona pada Jumat (13/2/2026), kurang dari 24 jam setelah kekalahan memalukan tersebut. Dalam diskusi tersebut, Hansi Flick mempertanyakan sikap dan intensitas para pemainnya, khususnya saat tim kebobolan empat gol dalam babak pertama pertandingan. Flick merasa timnya kurang menunjukkan daya juang yang dibutuhkan.

Pemain Kritik Taktik Flick

Namun, respons dari para pemain tidak sepenuhnya sejalan dengan pandangan sang pelatih. Sebagian pemain justru melontarkan kritik terhadap taktik yang diterapkan Flick dalam pertandingan melawan Atletico. Gaya bermain Barcelona yang mengandalkan tekanan intensif dengan garis pertahanan sangat tinggi, yang menjadi ciri khas Flick, dinilai tidak efektif dan berisiko saat menghadapi Atletico Madrid.

Ini bukanlah kali pertama taktik ambisius Flick ini berujung petaka. Sebelumnya, Barcelona juga pernah dihajar Sevilla 4-1 di LaLiga pada Oktober 2025, dan ditahan imbang 3-3 oleh Club Brugge di Liga Champions pada bulan berikutnya. Kedua pertandingan tersebut menunjukkan kerentanan yang sama ketika lawan mampu mengeksploitasi garis pertahanan tinggi Barcelona.

Para pemain Barcelona berargumen bahwa skema permainan yang diinginkan Flick sulit diterapkan secara optimal tanpa kehadiran dua pemain kunci yang sedang cedera, yaitu Pedri dan Raphinha. Kedua pemain tersebut memiliki peran krusial dalam menjalankan sistem pressing tinggi yang diusung Flick. Absennya mereka membuat tim kehilangan daya ledak dan kemampuan menekan lawan secara efektif.

Permintaan Adaptasi Taktik

Pemain Barcelona menegaskan bahwa mereka tidak meminta Flick untuk meninggalkan sepenuhnya skema permainan yang telah terbukti sukses membawa tiga gelar domestik musim lalu. Namun, mereka berharap pelatih asal Jerman itu bisa lebih pragmatis dalam pertandingan-pertandingan krusial dan melawan tim-tim tertentu. Adaptasi taktik sesuai dengan ketersediaan pemain menjadi poin penting yang disuarakan oleh para pemain.

Situasi ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara staf pelatih dan para pemain mengenai arah strategis tim. Flick tampaknya masih kukuh pada filosofi permainannya, sementara para pemain menginginkan pendekatan yang lebih fleksibel demi meraih hasil maksimal di laga-laga penting.

Fokus Laga Berikutnya

Meskipun demikian, Barcelona masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan di leg kedua semifinal Copa del Rey. Posisi Barcelona di klasemen LaLiga pun masih relatif bagus, memimpin dengan 58 poin dari 23 laga, dan telah memenangkan Piala Super Spanyol pada Januari 2026.

Barcelona dijadwalkan akan bertandang ke markas Girona dalam lanjutan LaLiga pada Selasa (17/2) pukul 03.00 WIB. Sumber internal melaporkan bahwa diskusi lanjutan mengenai evaluasi kekalahan dari Atletico akan terus dilakukan menjelang laga tersebut, guna menganalisis kesalahan yang terjadi dan mencari solusi perbaikan.

Kekalahan telak ini menjadi momentum penting bagi Barcelona untuk melakukan introspeksi mendalam. Bagaimana Hansi Flick dan para pemainnya akan menyikapi perbedaan pandangan ini dan apakah mereka mampu menemukan formula yang tepat untuk kembali ke jalur kemenangan akan menjadi sorotan utama dalam beberapa pertandingan ke depan.