Ihram.co.id — Manchester United bersiap memasuki era baru di sisa musim 2025/2026 dengan menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih interim. Mantan gelandang Setan Merah itu akan memimpin tim hingga akhir musim sembari membawa sejumlah sosok kepercayaannya ke dalam staf kepelatihan.
Menurut laporan Manchester Evening News, pengumuman resmi penunjukan Carrick dijadwalkan dilakukan pada Selasa (13/1/2026) waktu setempat. Proses administratif disebut telah rampung setelah Carrick menjalani pembicaraan intensif dengan direktur sepak bola Manchester United, Jason Wilcox, selama sepekan terakhir.
Posisi pelatih kepala Manchester United sebelumnya lowong usai klub memecat Ruben Amorim pada 5 Januari lalu. Dalam masa transisi, Darren Fletcher sempat ditunjuk sebagai pelatih interim sementara untuk memimpin dua pertandingan melawan Burnley dan Brighton.
Baca Juga: Michael Carrick Resmi Ditunjuk sebagai Manajer Interim Manchester United hingga Akhir Musim
Michael Carrick berada di posisi terdepan dalam bursa pelatih interim dan unggul dari Ole Gunnar Solskjaer, yang juga sempat menjalin komunikasi dengan manajemen klub. Carrick akhirnya dipilih karena dinilai lebih memahami dinamika internal tim serta lebih aktif terlibat langsung dalam sesi latihan.
Selain faktor kedekatan emosional dengan klub, Carrick juga memiliki pengalaman kepelatihan yang dianggap relevan. Ia pernah menjadi bagian dari staf pelatih Manchester United dan sempat menjabat sebagai pelatih kepala Middlesbrough di Championship, yang memperkaya pengalamannya dalam mengelola ruang ganti.
Steve Holland Jadi Figur Kunci
Dalam menjalankan tugasnya sebagai pelatih interim, Carrick akan didampingi oleh Steve Holland sebagai asisten utama. Mengutip laporan BBC, Holland merupakan salah satu pilihan personal Carrick untuk memperkuat tim pelatih.
Holland dikenal luas sebagai mantan asisten Gareth Southgate di Tim Nasional Inggris. Ia menjadi bagian dari staf yang membawa Inggris finis di peringkat keempat Piala Dunia 2018 serta menjadi runner-up Euro 2021 dan Euro 2024. Selain itu, Holland juga pernah menjabat sebagai pelatih caretaker Chelsea pada 2015.
Karier kepelatihannya sempat berlanjut ke Jepang bersama Yokohama F. Marinos di J-League. Namun, pelatih berusia 55 tahun itu dipecat pada April lalu setelah hanya empat bulan menjabat sebagai manajer akibat hasil yang tidak memenuhi ekspektasi klub.
Woodgate, Evans, dan Binnion Lengkapi Staf
Selain Steve Holland, Carrick juga menunjuk Jonathan Woodgate sebagai bagian dari staf kepelatihannya. Woodgate memiliki pengalaman sebagai pelatih kepala Middlesbrough pada periode 2019–2020 serta Bournemouth pada 2021.
Nama Jonny Evans turut masuk dalam jajaran staf. Mantan bek Manchester United tersebut dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Carrick dan diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pelatih dan para pemain, khususnya di ruang ganti.
Sementara itu, Travis Binnion tetap dipertahankan dalam struktur kepelatihan. Binnion merupakan figur lama di akademi dan staf pelatih Manchester United, sehingga keberadaannya dinilai penting untuk menjaga kesinambungan program dan pemahaman internal klub.
Perubahan Arah Taktik
Di bawah kepemimpinan Carrick, Manchester United diperkirakan akan kembali menggunakan formasi 4-2-3-1. Skema ini menjadi perubahan dari sistem tiga bek yang kerap diterapkan Ruben Amorim sebelum diberhentikan.
Carrick dikenal menyukai keseimbangan lini tengah dan permainan berbasis penguasaan bola, pendekatan yang diyakini lebih sesuai dengan karakter skuad Manchester United saat ini.
Baca Juga: Rekam Jejak Michael Carrick, Calon Kuat Penyelamat Manchester United di Sisa Musim 2025/2026
Penunjukan Michael Carrick beserta staf pilihannya menjadi langkah awal Manchester United untuk menstabilkan performa tim di tengah musim, sembari manajemen terus menyiapkan rencana jangka panjang untuk posisi pelatih kepala permanen.
Ikuti Ihram.co.id
