Ihram.co.id — Apriyani Rahayu akan menjalani peran baru sebagai pemain rangkap pada ajang China Masters 2026 di tengah sorotan mengenai konsistensi performanya. Pelatih Ganda Putri PBSI, Karel Mainaky, menyebut keputusan ini diambil untuk menguji kembali komitmen dan fokus Apriyani yang dinilai belum stabil setelah pulih dari cedera.
Apriyani dijadwalkan turun di turnamen BWF Tour Super 100 China Masters 2026 pada 10-15 Maret mendatang. Selain berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari di ganda putri, peraih emas Olimpiade Tokyo tersebut akan bertandem dengan pemain ganda putra pratama, Taufik Aderya, di sektor ganda campuran.
Kontradiksi Performa di Latihan dan Pertandingan
Karel Mainaky mengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara penampilan Apriyani saat berlatih dengan kondisi di lapangan pertandingan. Menurutnya, secara fisik Apriyani masih berada dalam kondisi yang kuat, namun sering kehilangan arah saat bertanding.
“Memang kalau di latihan saya lihatnya semuanya sudah bagus nih anak, tapi di turnamen itu fokus kayak suka hilang. Di pertandingan itu malah kayak orang bingung gitu ya. Padahal di latihan sih oke-oke saja,” kata Karel saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (24/2/2026).
Karel menilai secara teknis kemampuan Apriyani sudah cukup baik untuk pemain yang baru pulih dari cedera panjang. Namun, aspek fokus dan ketajaman di lapangan dianggap masih memerlukan peningkatan jika ingin kembali membidik target juara.
Uji Komitmen dan Target Comeback
Keputusan memainkan Apriyani di dua nomor sekaligus diharapkan dapat membuka potensi lain dari sang atlet sesuai informasi yang diumumkan PBSI. Namun bagi Karel, langkah ini lebih menekankan pada pembuktian keseriusan Apriyani untuk kembali bersaing di level elit.
“Sebenarnya walaupun senior, badan kan masih kuat, masih bagus. Tapi yang ingin saya perjuangkan ialah kemauannya sebenarnya. Kemauan dia yang masih mengambang. Kadang-kadang kayak ada kelihatan sudah mau, tapi tiba-tiba dia kayak belum serius untuk comeback ambil yang kedua kali gitu,” ujar Karel.
Karel menekankan bahwa tanggung jawab sebagai atlet profesional harus diiringi dengan usaha yang nyata di luar rutinitas latihan harian. Ia mempertanyakan sejauh mana keseriusan Apriyani setelah sebelumnya pernah mencapai puncak prestasi dengan meraih medali emas Olimpiade.
Evaluasi Masa Depan Karir
Bermain rangkap menjadi salah satu strategi yang dijalankan pelatih sambil memantau perkembangan mental bertanding Apriyani. Karel menyatakan akan melakukan komunikasi lebih intensif untuk menentukan arah karier Apriyani ke depan.
“Sementara ini masih diobrolin ya. Maksudnya saya juga enggak mau latihan begini tapi kalau enggak ada tujuan juga buat apa kan? Ya saya masih obrolin, ya minta dia lebih jelas lagi lah,” tutur saudara kandung Richard dan Rexy Mainaky tersebut.
Karel menegaskan tidak mematok waktu tertentu untuk evaluasi ini, namun ia siap mengambil langkah serius jika target yang ditetapkan tidak tercapai. Berdasarkan keterangan yang tercantum, diskusi mengenai masa depan atlet ganda putri tersebut akan terus berjalan seiring dengan hasil yang diraih di turnamen mendatang.
Ikuti Ihram.co.id
