Besiktas akhirnya mengamankan kemenangan penting dalam lanjutan pekan ke-18 Super Lig 2025/2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Tüpraş Stadyumu, Istanbul, tim berjuluk Black Eagles itu menaklukkan Kayserispor dengan skor tipis 1-0 lewat gol dramatis di masa injury time.

Gol penentu kemenangan dicetak oleh penyerang asal Mali, El Bilal Toure, pada menit ke-90+5. Hasil ini bukan hanya mengamankan tiga poin krusial, tetapi juga mengangkat posisi Besiktas di papan klasemen, meski sorotan dan tekanan dari suporter masih terasa kuat.

Besiktas Naik ke Papan Atas Klasemen

Tambahan tiga poin membuat Besiktas kini menempati peringkat kelima klasemen sementara Super Lig dengan koleksi 32 poin. Sebaliknya, Kayserispor harus puas tertahan di zona bawah, tepatnya posisi ke-16 dengan 16 poin dari 18 pertandingan.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Besiktas dalam mengawali paruh kedua musim, terutama di tengah tuntutan publik yang menginginkan konsistensi performa.

Dominasi Tanpa Gol di Babak Pertama

Sejak awal pertandingan, Besiktas tampil dominan dengan penguasaan bola yang lebih tinggi. Namun, solidnya lini pertahanan Kayserispor membuat tuan rumah kesulitan menciptakan peluang bersih.

Kayserispor sempat mengancam pada menit ke-16 lewat aksi Cardoso dari sisi kiri, tetapi bek Besiktas, Uduokhai, melakukan tekel krusial. Besiktas membalas pada menit ke-21 melalui Abraham yang menerima umpan Orkun Kökçü, namun tembakannya berhasil ditepis kiper Bilal Bayazıt.

El Bilal Toure Gagal Berulang Kali

El Bilal Toure menjadi pemain paling aktif di lini depan Besiktas pada babak pertama. Sundulannya pada menit ke-36 dari umpan Cerny berhasil diamankan Bayazıt. Enam menit berselang, tembakan Toure dari bola muntah juga kembali digagalkan kiper Kayserispor.

Peluang emas datang pada menit ke-45+1 ketika Toure melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan dada dari Abraham. Namun, bola hanya melenceng tipis dari gawang.

Babak Kedua Berjalan Sengit

Memasuki babak kedua, skenario pertandingan tidak banyak berubah. Besiktas terus menekan, sementara Kayserispor mengandalkan serangan balik cepat.

Pada menit ke-55, tim tamu hampir mencuri gol ketika Mane lolos dari jebakan offside dan berhadapan langsung dengan kiper Ersin Destanoğlu. Beruntung bagi Besiktas, Ersin mampu menggagalkan peluang tersebut dengan penyelamatan menggunakan kaki.

Suporter Mulai Meluapkan Kekecewaan

Ketidakmampuan Besiktas mencetak gol hingga menit-menit akhir memicu kekecewaan para pendukung. Sejak menit ke-82, chants “Manajemen mundur!” menggema di seluruh penjuru stadion sebagai bentuk protes terhadap arah dan performa klub musim ini.

Situasi tersebut menambah tekanan bagi para pemain yang terus berusaha mencari gol kemenangan.

Gol Dramatis di Menit Akhir

Saat pertandingan tampak akan berakhir tanpa gol, El Bilal Toure akhirnya tampil sebagai pahlawan. Pada menit ke-90+5, ia menyambut umpan dengan sundulan terarah yang tak mampu dihalau Bilal Bayazıt, membuat stadion bergemuruh.

Gol dramatis tersebut memastikan kemenangan Besiktas, meski teriakan protes terhadap manajemen tetap terdengar setelah gol tercipta.

Awal Positif, Tekanan Masih Ada

Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi Besiktas dalam mengawali paruh kedua musim Super Lig. El Bilal Toure, yang baru bergabung dan menegaskan perannya sebagai pencetak gol, langsung membuktikan kualitasnya di momen krusial.

Namun demikian, reaksi suporter menunjukkan bahwa tekanan terhadap manajemen dan ekspektasi tinggi masih membayangi perjalanan Besiktas ke depan.