— Pelatih Barcelona, Hansi Flick, melontarkan kritik tajam terhadap performa timnya, khususnya menyoroti banyaknya kesalahan yang terjadi selama kekalahan dramatis 2-1 dari Girona pada laga La Liga, Senin (16/2/2026). Flick menegaskan bahwa ia tidak akan menjadikan keputusan kontroversial wasit sebagai alasan atas hasil minor tersebut, melainkan fokus pada evaluasi internal tim.

Kekalahan di Estadi Montilivi ini menjadi pukulan telak bagi ambisi gelar Barcelona. Hasil tersebut membuat mereka tertinggal dua poin dari rival abadi, Real Madrid, yang kini memuncaki klasemen sementara La Liga dengan 60 poin, sementara Barcelona berada di posisi kedua dengan 58 poin setelah 24 pertandingan.

Kekecewaan di Laga Derby Catalan

Pertandingan derby Catalan ini berjalan penuh drama. Barcelona sempat unggul lebih dulu melalui sundulan Pau Cubarsi pada menit ke-59, memanfaatkan umpan silang Jules Kounde. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Girona berhasil menyamakan kedudukan tiga menit berselang melalui gol Thomas Lemar, sebelum akhirnya Fran Beltran mencetak gol kemenangan kontroversial pada menit ke-87.

Gol kemenangan Girona tersebut diwarnai protes keras dari para pemain Barcelona. Mereka mengklaim bahwa Jules Kounde dilanggar oleh Claudio Echeverri dalam proses terciptanya gol tersebut, namun wasit tetap melanjutkan pertandingan dan pengesahan gol melalui tinjauan VAR semakin memicu frustrasi tim tamu.

Situasi semakin memanas ketika Joel Roca dari Girona menerima kartu merah langsung di masa tambahan waktu karena tekel berbahaya terhadap Lamine Yamal, yang juga sempat gagal mengeksekusi penalti di babak pertama saat skor masih imbang 0-0.

Flick Tolak Cari Alasan dari Wasit

Meskipun para pemainnya merasa dirugikan oleh keputusan wasit, Hansi Flick secara tegas menolak menggunakan hal tersebut sebagai kambing hitam. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, pelatih asal Jerman itu mengakui bahwa insiden pelanggaran terhadap Kounde terlihat jelas, namun ia menekankan pentingnya fokus pada performa tim.

“Apa pendapatmu? Pelanggaran, kan? Tidak perlu mengatakan lebih lanjut,” ujar Flick ketika ditanya mengenai dugaan pelanggaran tersebut seperti dikutip dari goal.com.

“Jika kami bermain baik, saya bisa mengkritik keputusan itu… tapi saya tidak ingin itu digunakan sebagai alasan.” Ia menambahkan bahwa wasit pun memiliki level permainan yang sama dengan timnya, menyiratkan bahwa performa kedua belah pihak belum maksimal.

“Ada tidak ada alasan. Kami tidak melakukan pekerjaan kami, dan kami harus memperbaiki diri. Hasilnya adalah apa adanya. Kami harus bermain lebih baik,” tegas Flick. Ia juga mengakui bahwa timnya bermain buruk di babak kedua, terutama dalam transisi pertahanan dan posisi pemain di lini tengah.

“Posisi kami, terutama di lini tengah, tidak bagus. Kami terlalu terbuka. Kami perlu tenang. Kami membuat banyak kesalahan. Kami memiliki minggu yang panjang di depan; saya akan memberi pemain dua hari libur agar mereka bisa beristirahat dan memperbaiki diri. Masih banyak jalan yang harus ditempuh; saat ini kami berada di posisi kedua.”

Performa Menurun dan Kesalahan Fatal

Kekalahan ini menyoroti masalah pertahanan Barcelona yang dinilai Flick belum solid. Timnya dinilai terlalu banyak membuat kesalahan mendasar yang berujung pada hilangnya poin krusial. Lamine Yamal, yang menjadi bintang muda Barcelona, juga mengalami momen yang kurang beruntung dengan gagal mengeksekusi penalti yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.

Secara statistik, Barcelona mendominasi penguasaan bola dengan 71% dan melepaskan total 27 tembakan, namun hanya mampu mencetak satu gol. Ini menjadi kekalahan kedua bagi Barcelona yang mampu melepaskan minimal 27 tembakan dalam satu pertandingan sejak musim 2004-05, sebuah indikasi efektivitas serangan yang menurun drastis.

Pelatih Girona, Michel Sanchez, justru memuji penampilan timnya dan menyatakan bahwa kemenangan ini adalah pertandingan terbaik Girona musim ini.