— Pelatih Barcelona, Hansi Flick, dilaporkan menunjukkan kemarahan besar terhadap performa anak asuhnya setelah timnya dibantai telak 0-4 oleh Atletico Madrid dalam leg pertama semifinal Copa del Rey. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Barcelona di kandang Atletico, Riyadh Air Metropolitano, pada Kamis (12/2/2026).

Menurut laporan Sport yang dikutip oleh Football Espana, Flick meluapkan frustrasinya di ruang ganti pemain dengan nada suara yang sangat tinggi. Kemarahan ini disebut sebagai yang terbesar sejak ia resmi menukangi Barcelona 18 bulan lalu. Flick bahkan dikabarkan menyatakan bahwa timnya pantas kalah dengan skor yang lebih besar lagi.

Performa Buruk di Babak Pertama

Flick menyoroti minimnya intensitas dan hasrat bertanding yang ditunjukkan oleh para pemainnya. Barcelona dinilai tidak menunjukkan semangat juang yang memadai saat menghadapi Atletico Madrid, yang dijuluki Los Colchoneros. Pelatih asal Jerman tersebut secara khusus memfokuskan kekecewaannya pada lini tengah dan depan tim, yang dinilai kurang memberikan tekanan berarti kepada pemain lawan.

Pertahanan Barcelona juga disebut rapuh, dengan Eric Garcia dan Alejandro Balde menerima kritik keras atas penampilan mereka. Kesalahan-kesalahan individu yang dilakukan pemain Barcelona kerap berujung pada gol demi gol ke gawang timnya, yang dijaga oleh Joan Garcia.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan leg pertama semifinal Copa del Rey ini berlangsung dominan bagi Atletico Madrid sejak awal. Keunggulan Atletico dibuka melalui gol bunuh diri Eric Garcia pada menit keenam, setelah kiper Joan Garcia gagal mengantisipasi operan rekannya. Antoine Griezmann menggandakan skor pada menit ke-14 melalui penyelesaian klinis memanfaatkan umpan Nahuel Molina. Ademola Lookman menambah keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-33 setelah menerima umpan dari Julian Alvarez. Pesta gol Atletico di babak pertama ditutup oleh Julian Alvarez pada masa injury time (45+2′) melalui tembakan keras.

Di babak kedua, Barcelona berusaha bangkit namun upaya mereka belum membuahkan hasil. Salah satu momen kontroversial terjadi ketika gol Pau Cubarsi pada menit ke-52 dianulir setelah melalui pemeriksaan VAR yang cukup lama, memicu kritik terkait transparansi dan durasi peninjauan. Pertandingan juga diwarnai kartu merah langsung untuk Eric Garcia pada menit ke-85 setelah melakukan pelanggaran keras.

Konteks dan Latar Belakang

Kekalahan 0-4 ini menjadi salah satu hasil terburuk Barcelona melawan Atletico Madrid dalam beberapa dekade terakhir. Bagi Hansi Flick, ini juga tercatat sebagai salah satu kekalahan terbesar dalam karier kepelatihannya. Ironisnya, Barcelona kembali kebobolan empat gol dalam satu babak, situasi yang terakhir kali terjadi saat mereka dibantai Bayern Munich 2-8 di Liga Champions, tim yang saat itu dilatih oleh Flick sendiri.

Meskipun menunjukkan ketenangan di depan media setelah pertandingan, di ruang ganti Flick terlihat sangat kecewa. Pergantian pemain di babak pertama, seperti memasukkan Robert Lewandowski menggantikan Marc Casado, mengindikasikan ketidakpuasan pelatih terhadap performa tim. Flick menekankan bahwa timnya harus belajar dari pelajaran berharga di babak pertama dan berjuang untuk membalikkan keadaan di leg kedua yang akan digelar di Camp Nou.

Dengan keunggulan agregat 4-0, Atletico Madrid berada di posisi yang sangat kuat untuk melangkah ke final Copa del Rey. Barcelona kini menghadapi tugas berat untuk bisa membalikkan defisit gol yang sangat besar di pertandingan leg kedua.