— Pelatih FC Barcelona, Hansi Flick, telah menyatakan kesiapannya untuk memperpanjang masa baktinya di klub, namun menegaskan bahwa kelanjutan kariernya sangat bergantung pada hasil pemilihan presiden klub yang akan datang.

Flick secara eksplisit mengaitkan masa depannya dengan terpilihnya kembali Joan Laporta sebagai presiden Barcelona. Jika Laporta kalah dalam pemilihan, Flick mengindikasikan bahwa ia mungkin akan meninggalkan klub, bahkan sebelum kontraknya berakhir.

Keputusan penting ini diungkapkan oleh jurnalis terkemuka Florian Plettenberg melalui media sosialnya. Menurut laporan tersebut, Flick telah menginformasikan manajemen klub saat ini bahwa ia sangat terbuka untuk menandatangani kontrak baru.

Namun, ia memberikan syarat krusial: kontrak baru hanya akan terwujud jika Joan Laporta berhasil memenangkan pemilihan presiden klub dan tetap memimpin Barcelona. Flick menyatakan bahwa ia mencintai klub, para penggemar, dan kota Barcelona, serta ingin membentuk masa depan klub bersama Laporta.

Syarat Kemenangan Laporta untuk Kelanjutan Karier Flick

Pemilihan presiden FC Barcelona dijadwalkan akan diumumkan hasilnya pada 15 Maret 2026. Joan Laporta, yang menjabat sebagai presiden sejak 2021, telah mengajukan diri untuk pemilihan kembali dan harus mengundurkan diri sementara dari jabatannya pada 9 Februari 2026 untuk memenuhi persyaratan pencalonan.

Jika Victor Font, salah satu kandidat presiden lainnya, yang terpilih, maka kepergian Flick dari Barcelona akan menjadi keniscayaan dan bisa terjadi sebelum kontraknya yang saat ini berlaku hingga Juni 2027 berakhir.

Flick, yang mengambil alih kursi kepelatihan Barcelona pada musim panas 2024, telah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun hingga 30 Juni 2026. Selama masa kepelatihannya, ia telah memimpin Barcelona dalam 101 pertandingan, mencatatkan 76 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 16 kekalahan. Hubungan antara Flick dan Laporta digambarkan positif sejak awal. Keduanya secara terbuka mengakui adanya pemahaman yang kuat di antara mereka.

Dukungan Laporta untuk Flick

Menanggapi pernyataan Flick, Joan Laporta memberikan dukungan penuh. Ia berjanji bahwa jika terpilih kembali sebagai presiden, Flick akan tetap melatih selama ia menginginkannya. “Jika saya menjadi presiden lagi, dia akan menjadi pelatih selama yang dia inginkan,” ujar Laporta. Laporta menekankan bahwa Flick adalah pelatih ideal untuk Barcelona saat ini, membawa pengalaman dan pengetahuan yang berharga, serta memiliki dampak positif baik di dalam maupun di luar lapangan.

Sebelumnya, pada Mei 2025, Barcelona telah mencapai kesepakatan untuk perpanjangan kontrak Flick hingga Juni 2027, yang ditandatangani di hadapan Laporta dan direktur olahraga Deco. Performa impresif Flick di musim pertamanya, yang menghasilkan treble domestik (La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol), menjadi dasar keyakinan klub terhadapnya.

Konteks Pemilihan Presiden Barcelona

Proses pemilihan presiden Barcelona kali ini memiliki nuansa yang berbeda. Joan Laporta mengundurkan diri sementara dari jabatannya pada 9 Februari 2026, sesuai dengan statuta klub, agar dapat mencalonkan diri kembali. Rafa Yuste ditunjuk sebagai presiden interim untuk memastikan kelangsungan institusional hingga 30 Juni 2026.

Pemilihan presiden dijadwalkan pada 15 Maret 2026, bertepatan dengan pertandingan kandang melawan Sevilla, untuk memfasilitasi anggota klub yang hadir di stadion untuk memberikan suara. Kandidat lain yang bersaing termasuk Víctor Font, Xavi Vilajoana, dan Marc Ciria.

Flick sendiri menyatakan bahwa ia akan memberikan suara dalam pemilihan tersebut, namun merahasiakan pilihannya. Ia meyakini bahwa stabilitas adalah kunci bagi klub, dan berharap anggota klub akan membuat pilihan yang tepat untuk masa depan Barcelona.

Pernyataan Flick yang mengaitkan masa depannya dengan hasil pemilihan presiden ini menyoroti pentingnya kepemimpinan politik di balik layar klub raksasa Spanyol tersebut, di mana keputusan strategis seperti masa depan pelatih kepala dapat sangat dipengaruhi oleh dinamika internal.