Ihram.co.id — Nasib Hansi Flick sebagai pelatih kepala FC Barcelona berpotensi berada di ujung tanduk jika Joan Laporta tidak berhasil memenangkan pemilihan presiden klub yang dijadwalkan pada 15 Maret 2026. Laporan terkini mengindikasikan bahwa pelatih asal Jerman tersebut memiliki hubungan erat dengan kepemimpinan Laporta dan direktur olahraga klub, Deco, sehingga perubahan tampuk kekuasaan dapat memicu keputusannya untuk hengkang.
Menurut laporan dari MARCA, Hansi Flick merasa menjadi bagian integral dari proyek yang diusung oleh Joan Laporta. Hal ini membuat Flick mempertimbangkan kembali masa depannya di Camp Nou jika kandidat lain yang memenangkan pemilihan presiden.
Situasi Kontrak dan Hubungan dengan Laporta
Hansi Flick bergabung dengan Barcelona pada Mei 2024 dengan kontrak berdurasi dua tahun hingga Juni 2026. Namun, performa impresifnya di musim pertama dilaporkan membuat kontraknya diperpanjang hingga 2027.
Flick sendiri telah menyatakan rasa senangnya bekerja di Barcelona dan memiliki hubungan baik dengan presiden petahana, Joan Laporta, serta direktur olahraga, Deco. Ia bahkan dilaporkan telah mendiskusikan kemungkinan perpanjangan kontrak dengan Laporta, yang akan direalisasikan setelah pemilihan presiden jika Laporta terpilih kembali.
Namun, skenario ini dapat berubah drastis jika Joan Laporta kalah dalam pemilihan presiden. Kandidat lain, seperti Victor Font, telah menyatakan niatnya untuk mempertahankan Hansi Flick sebagai pelatih, namun dengan catatan bahwa Deco tidak akan lagi menjabat sebagai direktur olahraga.
Sikap ini tampaknya tidak sejalan dengan pandangan Flick yang menghargai kolaborasi dan kepercayaan dengan Deco. Victor Font sendiri mengakui bahwa struktur baru akan dibentuk agar lebih sesuai dengan kebutuhan Hansi Flick, namun kelanjutan pelatih asal Jerman itu di klub tidak terjamin jika Font menang.
Dinamika Pemilihan Presiden Barcelona
Pemilihan presiden FC Barcelona dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 15 Maret 2026. Selain Joan Laporta yang berupaya untuk terpilih kembali, beberapa kandidat lain yang telah menyatakan niatnya antara lain Víctor Font, Marc Ciria, Xavier Vilajoana, dan Joan Camprubí. Kampanye pemilihan telah dimulai, dengan para kandidat memaparkan visi dan misi mereka untuk klub.
Joan Laporta, yang menjabat sejak 2021, menghadapi tantangan untuk mempertahankan posisinya. Meskipun ia berhasil membawa Barcelona kembali ke panggung besar dengan proyek yang solid dan mengelola situasi finansial klub yang sulit, beberapa kandidat, termasuk Victor Font, mengkritik manajemen finansial dan gaya kepemimpinannya.
Victor Font secara khusus menyoroti perlunya model manajemen yang lebih profesional dan mengkritik situasi finansial klub yang menurutnya telah berlangsung bertahun-tahun.
Ikuti Ihram.co.id
